• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala Empiema Berdasarkan Jenisnya

Inilah Gejala Empiema Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Gejala Empiema Berdasarkan Jenisnya

Halodoc, Jakarta - Gangguan pernapasan itu ada banyak jenisnya. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah empiema. Penyakit ini terjadi ketika kumpulan nanah terbentuk di ruang antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada. Umumnya, kondisi ini terjadi setelah mengalami infeksi jaringan paru-paru atau pneumonia.

Gejala empiema cukup bervariasi dan berbeda, tergantung jenisnya. Berdasarkan tingkat keparahannya, empiema terbagi menjadi dua jenis, yaitu empiema sederhana dan empiema kompleks. Lalu, apa perbedaan dari kedua gejala tersebut?

Baca Juga: Selain Merokok, Kebiasaan Ini Menjadi Penyebab Infeksi pada Paru-Paru

Gejala Empiema Berdasarkan Jenisnya

Seperti dijelaskan tadi, empiema terbagi menjadi dua jenis dan masing-masing gejalanya berbeda. Jenis yang pertama, empiema sederhana, terjadi pada tahap awal penyakit. Pada tahap ini, nanah bisa mengalir dengan bebas. Beberapa gejala yang muncul ketika mengalami empiema sederhana adalah:

  • Batuk kering.
  • Napas pendek.
  • Demam dan berkeringat.
  • Nyeri dada ketika bernapas.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Disorientasi.

Lalu, jenis yang kedua, empiema kompleks, terjadi ketika penyakit sudah memasuki tahap akhir. Jenis empiema ini menandakan peradangan yang terjadi sudah semakin parah. Pada tahap ini, jaringan parut mulai terbentuk dan membagi ruang pleura menjadi rongga-rongga kecil (loculation).

Jika infeksi terus memburuk, lapisan tebal yang mengelilingi ruang pleura akan terbentuk, sehingga membuat paru-paru sulit mengembang. Jika sudah begini, gejala yang muncul dapat berupa:

  • Sulit bernapas.
  • Nyeri dada.
  • Suara napas menurun.
  • Kehilangan berat badan.

Baca Juga: 3 Pengobatan Empiema, Penyebab Nanah di Selaput Paru

Apa Penyebab Empiema?

Normalnya, terdapat sedikit cairan pada ruang pleura. Namun, jika terjadi infeksi, produksi cairan di ruang tersebut akan meningkat, hingga penyerapan cairan yang dilakukan tubuh tidak dapat mengimbanginya. Kemudian, cairan yang terinfeksi akan mengental, membentuk nanah, dan membuat lapisan paru-paru dan rongga dada menempel dan membentuk kantong nanah. 

Nah, kantong nanah itulah yang disebut empiema. Seperti disebutkan di awal, empiema biasanya terjadi sebagai komplikasi dari gangguan lain pada paru-paru, seperti:

  • Pneumonia.
  • Bronkiektasis.
  • Abses paru.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Cedera serius pada dada.
  • Infeksi di bagian tubuh lain yang menyebar ke rongga dada.
  • Baru saja menjalani operasi di bagian dada.

Jadi, jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami gejala empiema, terlebih memiliki kondisi seperti yang disebutkan tadi, sebaiknya waspada dan bicarakan lebih lanjut dengan dokter. Agar lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc dan gunakan untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Pengobatan untuk Mengatasi Empiema

Tujuan dan fokus pengobatan empiema adalah untuk mengatasi infeksi dan menghilangkan nanah dari ruang pleura. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

  • Pemberian antibiotik, yang disesuaikan dengan jenis bakteri penyebab infeksi.
  • Percutaneous thoracocentesis, untuk mengeluarkan cairan di ruang pleura. 
  • Operasi. Biasanya dilakukan untuk kasus empiema kompleks, dengan memasukkan sebuah pipa karet untuk mengeluarkan nanah. 

Baca Juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Untuk metode operasi, sebenarnya ada beberapa jenis prosedur yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Thoracostomy. Dilakukan dengan memasukkan pipa plastik ke dalam dada melalui lubang yang dibuat di antara dua rusuk. Lalu, pipa plastik tersebut akan dihubungkan ke alat penyedot untuk mengeluarkan cairan. Obat-obatan juga akan disuntikkan untuk membantu mengeluarkan cairan.
  • Video-assisted thoracic surgery (VATS). Dilakukan dengan mengangkat jaringan yang telah terinfeksi di sekitar paru-paru. Lalu, memasukkan selang dan menggunakan obat-obatan untuk mengalirkan cairan dari ruang pleura. Dokter bedah akan membuat tiga sayatan dan menggunakan sebuah kamera kecil yang disebut thoracoscope selama prosedur ini.
  • Dekortikasi terbuka. Dilakukan dengan cara mengangkat lapisan berserat (jaringan fibrosa), yang menutupi paru-paru dan ruang pleura. Prosedur ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi paru-paru agar bisa mengembang dan mengempis kembali secara normal.

Itulah beberapa metode penanganan untuk empiema. Seperti apa bentuk tindakan yang dilakukan akan tergantung pada kondisi masing-masing pengidap dan berdasarkan penilaian dokter. 



Referensi:
Medscape. Diakses pada 2020. Empyema and Abscess Pneumonia.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Empyema.
Healthline. Diakses pada 2020. Empyema.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Sepsis?