29 October 2018

Inilah Gejala Frozen Shoulder yang Perlu Diketahui

Inilah Gejala Frozen Shoulder yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasa nyeri yang sangat menyiksa di bagian bahu, terutama di malam hari? Rasa nyeri tersebut sering mengganggu terutama saat beraktivitas, seperti berkendara, berpakaian, bahkan saat sedang tidur di malam hari. Jika pernah, hati-hati! Bisa jadi itu bukan nyeri bahu biasa, melainkan gejala dari penyakit frozen shoulder. Apa itu?

Frozen shoulder atau adhesive capsulitis merupakan gangguan berupa rasa nyeri dan kaku yang terjadi di area bahu. Orang yang mengalami penyakit ini biasanya akan mengalami keterbatasan dalam menggerakkan bahu, bahkan tidak bisa menggerakkannya sama sekali. Gejala dari penyakit ini umumnya berlangsung secara bertahap dan terjadi selama 1—3 tahun.

Seringnya gejala yang muncul bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan pengidapnya bisa merasa kesulitan hanya untuk merogoh saku belakang celana atau sekadar menggaruk punggung. Selain mengganggu aktivitas, rasa sakit atau nyeri yang terjadi pun cenderung menjadi lebih buruk pada malam hari, bahkan saat sedang tidur.

Jika dilihat dari gejalanya, perkembangan penyakit ini terjadi dalam tiga tahap. Biasanya, tahapan tersebut terjadi selama beberapa bulan hingga tahun. Bagaimana cara frozen shoulder menyerang.

1. Tahap Pertama

Pada tahap awal, pengidap frozen shoulder biasanya akan mulai mengalami freezing stage. Pada kondisi ini, bahu akan mulai terasa nyeri setiap kali digerakkan. Tak hanya itu, pada serangan awal ini pengidap pun akan merasa ruang gerak bahu jadi sangat terbatas. Biasanya kondisi ini berlangsung selama 2—9 bulan.

2. Tahap Kedua

Selanjutnya, tahap yang akan dialami adalah frozen stage. Biasanya, nyeri akan mulai terasa berkurang, tapi ternyata hal itu adalah tanda bahwa kondisi semakin buruk. Sebab pada tahap ini, bahu akan menjadi lebih kaku dan tegang sehingga sulit untuk digerakkan.

3. Tahap Ketiga

Setelah melewati frozen stage, penyakit ini akan masuk ke tahap puncak, yaitu tahap ketiga yang disebut thawing stage. Pada tahap ketiga ini, kondisi dan gerakan bahu akan mulai membaik. Namun, dibutuhkan waktu sekitar 1 hingga 3 tahun untuk sampai pada tahap ini.

Penyebab Frozen Shoulder dan Siapa Saja yang Berisiko

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami frozen shoulder. Pada dasarnya, penyakit ini bisa terjadi karena jaringan parut membuat kapsul pelindung pada bahu yang berfungsi sebagai pelindung, menebal, dan menempel di sekitar sendi bahu. Hal itu kemudian membuat pergerakan bahu menjadi terbatas. Namun, masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab jaringan parut bisa terbentuk.

Berita buruknya, frozen shoulder lebih banyak dialami oleh wanita. Terutama yang berusia lebih dari 40 tahun. Selain itu, penyakit ini juga rentan menyerang orang yang memiliki riwayat penyakit sistemik, seperti diabetes, penyakit parkinson, tuberkulosis, penyakit jantung, atau gangguan hormon tiroid (hipertiroid dan hipotiroid).

Orang yang pernah mengalami stroke atau cedera, seperti patah tulang lengan, cedera rotator cuff, ataupun otot di sekitar bahu juga memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami penyakit ini. Kebiasaan membawa barang berat, terutama membuat bahu sebagai tumpuan juga diyakini bisa menjadi penyebab frozen shoulder menyerang.

Jika kamu ragu dengan gejala nyeri bahu yang terjadi, coba bicarakan kepada dokter di aplikasi Halodoc saja. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan hingga rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: