08 April 2019

Inilah Metode untuk Mendiagnosis Cedera Hamstring

diagnosis cedera hamstring, pemeriksaan fisik, tarikan otot

Halodoc, Jakarta - Seseorang dapat mengalami cedera hamstring bila terdapat tarikan pada otot yang melebihi kemampuan otot untuk meregang. Cedera ini bisa terjadi akibat gerakan tiba-tiba atau bertahap, serta akibat gerakan perlahan tapi memberi tarikan atau beban yang berlebihan.

Sejumlah faktor terbukti meningkatkan risiko cedera hamstring, seperti usia, riwayat cedera sebelumnya, dan perubahan gerakan mendadak. Faktor lain yang diduga berkaitan dengan cedera ini adalah fleksibilitas tubuh yang buruk, kekuatan otot yang rendah, kelelahan otot, ketidakseimbangan kekuatan otot hamstring dan quadrisep, serta aktivitas pemanasan yang minim, kurang, atau tidak sesuai saat seseorang berolahraga.

Baca juga: Alasan Atlet Sering Kena Cedera Hamstring

Adapun faktor risiko lain yang perlu kamu waspadai, antara lain:

  • Olahraga. Aktivitas olahraga, seperti berlari, berisiko menyebabkan cedera hamstring.

  • Riwayat cedera hamstring. Seseorang yang pernah mengalami cedera hamstring lebih berisiko untuk mengalaminya lagi.

  • Kelenturan otot yang buruk. Kondisi ini membuat otot tidak dapat menahan beban atau tekanan saat melakukan aktivitas.

  • Perkembangan otot yang tidak seimbang. Beberapa ahli berpendapat bahwa cedera hamstring rentan terjadi apabila otot paha bagian depan (quadriceps) lebih kuat daripada otot hamstring.

Cedera hamstring umumnya menimbulkan rasa sakit disertai sensasi robek atau putus di bagian belakang paha secara tiba-tiba. Bengkak, nyeri, dan memar juga mungkin muncul di belakang paha seiring melemahnya otot dan kehilangan kemampuan menahan beban pada bagian yang cedera.

Baca juga: 4 Fakta Hamstring yang Sering Menimpa Atlet

Untuk mendiagnosisnya, perlu dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui nyeri dan pembengkakan pada paha yang cedera. Area nyeri dan tingkat rasa sakit pada pengidap akan membantu dokter menyimpulkan jenis cedera yang dialami. Dokter juga akan menggerakan tungkai pengidap yang cedera ke berbagai arah, untuk menunjukkan bagian otot yang rusak dan apakah pengidap juga mengalami cedera ligamen atau tendon.

Pada kondisi cedera hamstring parah, otot dapat robek atau terlepas dari bagian yang menempel pada tulang. USG atau MRI dapat melihat robekan pada otot tersebut. Terkadang otot yang terlepas dari tulang mengakibatkan sejumlah kecil tulang ikut tertarik, sehingga mengakibatkan patah tulang. Foto rontgen dapat melihat patah tulang tersebut.

Cedera hamstring sebenarnya lebih mudah dicegah dibanding diobati. Kamu hanya perlu melakukan hal-hal berikut untuk menghindari cedera hamstring.

  • Lakukan peregangan dan latihan penguatan otot hamstring secara rutin sebagai tindakan pencegahan.

  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas olahraga dan lakukan peregangan setelahnya.

  • Peningkatan intensitas latihan dilakukan secara perlahan.

  • Hentikan olahraga apabila merasakan sakit di bagian belakang paha.

Baca juga: Atlet Sepak Bola Rentang Alami Cedera Hamstring, Kok Bisa?

Sedangkan untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak saat sudah terlanjur mengalami cedera hamstring, kamu dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Istirahat total untuk menghindari aktivitas berlebihan pada tungkai. Apabila memungkinkan, saat berbaring tungkai lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi bengkak.

  • Gunakan alat bantu seperti tongkat, agar tungkai yang cedera tidak menahan terlalu banyak beban.

  • Kompres dingin pada bagian tungkai yang cedera untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Lakukan beberapa kali dalam sehari.

  • Balut bagian yang cedera dengan perban untuk mengurangi bengkak.

  • Konsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Nah, itulah cara mendiagnosis apabila terjadi cedera hamstring. Kamu perlu waspada dalam berolahraga, apabila kamu mengalami cedera hamstring atau cedera lainnya, kamu bisa mengkomunikasikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.