Inilah Pemeriksaan Fisik Per Sistem Tubuh yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah Pemeriksaan Fisik Per Sistem Tubuh yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta - Menjelang usia yang sudah di atas 40 tahun, sudah saatnya kamu untuk memerhatikan kondisi kesehatan tubuh. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa organ dan kemampuan fisik mulai berkurang kemampuannya akibat penuaan yang terjadi. Salah satu pemeriksaan tubuh yang penting dilakukan adalah pemeriksaan fisik per sistem tubuh. Pemeriksaan jenis ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap semua sistem. Mulai dari evaluasi sistem jantung, diabetes, fungsi hati, penanda kanker, profil darah terperinci, profil lipid, pencitraan bidang-bidang utama dan konsultasi khusus yang terperinci.

Baca Juga: Cari Tahu Tentang Stem Cells untuk Sembuhkan Kanker

Pemeriksaan kesehatan secara teratur dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal dari masalah kesehatan. Menemukan masalah sejak dini berarti peluang kamu untuk perawatan yang efektif dan kemungkinan kesembuhan meningkat. Banyak faktor, seperti usia, kesehatan, riwayat keluarga, dan pilihan gaya hidup, yang berdampak pada seberapa sering kamu perlu melakukan pemeriksaan fisik.

Biasanya, pemeriksaan ini memberikan penilaian terperinci tentang status vaskular jantung. Kemudian, juga memberikan penilaian komprehensif tentang status kesehatan individu dan disarankan terutama bagi mereka yang berusia lebih dari 40 tahun.

Terdapat empat cara yang dilakukan pada tiap pemeriksaan fisik yang dilakukan, antara lain:

  • Inspeksi. Tahapan yang bertujuan melihat bagian tubuh dan menentukan apakah seseorang mengalami kondisi tubuh normal atau abnormal. Inspeksi dilakukan secara langsung (seperti penglihatan, pendengaran, dan penciuman) dan tidak langsung (dengan alat bantu).

  • Palpasi. Pemeriksaan fisik lanjutan dengan menyentuh tubuh dan dilakukan bersamaan dengan inspeksi. Palpasi dilakukan menggunakan telapak tangan, jari, dan ujung jari. Tujuannya untuk mengecek kelembutan, kekakuan, massa, suhu, posisi, ukuran, kecepatan, dan kualitas nadi perifer pada tubuh.

  • Auskultasi. Proses mendengarkan suara yang dihasilkan tubuh untuk membedakan suara normal dan abnormal menggunakan alat bantu stetoskop. Suara yang didengarkan berasal dari sistem kardiovaskuler, respirasi, dan gastrointestinal.

  • Perkusi. Tahapan ini bertujuan mengetahui bentuk, lokasi, dan struktur di bawa kulit. Perkusi bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Baca Juga: 7 Pemeriksaan Fisik yang Biasa Dilakukan Sebelum Masuk Sekolah Militer

Lalu, Apa Tujuan Melakukan Pemeriksaan Fisik Secara Rutin?

Namun, pemeriksaan rutin ke dokter secara teratur adalah hal yang disarankan. Meskipun pada dasarnya kamu sedang tidak merasa sakit. Tujuan dari kunjungan ini antara lain:

  • Memeriksakan masalah medis yang muncul saat ini .

  • Menilai risiko kondisi medis kamu di masa yang akan datang.

  • Menilai apakah pola hidup yang tengah dijalani sudah tergolong sehat atau tidak.

  • Memperbarui vaksinasi.

Pemeriksaan kesehatan biasanya dimasukkan ke dalam perawatan medis rutin. Dokter sering melakukan pemeriksaan ini ketika kamu mengunjungi untuk kondisi lain, seperti pilek atau masalah lain. Lalu, dokter memberi tahu seberapa sering kamu perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Melakukan pemeriksaan kesehatan bisa menjadi waktu untuk berdiskusi dengan profesional kesehatan.

Pemeriksaan fisik adalah bagian penting dari sebuah rangkaian yang memanjang dari sejarah penyakit hingga penentuan jenis metode pengobatan dan hasil terapeutik. Jika anamnesis dan pemeriksaan fisik dihubungkan dengan baik oleh kemampuan penalaran dokter, tes laboratorium biasanya diwajibkan untuk dilakukan pasien.

Namun, pemeriksaan fisik menjadi mata rantai yang lemah dalam rantai ini jika dilakukan secara asal-asalan dan dangkal. Memahami mekanisme patofisiologis kelainan fisik sangat penting untuk diagnosis dan manajemen yang benar. Ketika pengetahuan tentang penyakit berubah, teknik pemeriksaan fisik menjadi bertambah. Dokter yang lihai terus-menerus meninjau dan menambah daftar teknik untuk pemeriksaan fisik demi ditemukan metode pengobatan yang lebih efektif.

Baca Juga: Ini Bedanya Pemeriksaan Fisik Tanda Vital dan Pemeriksaan Per Sistem Tubuh

Jika sewaktu-waktu kamu ingin mengetahui lebih banyak mengenai pemeriksaan fisik per sistem tubuh, kamu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.