Inilah Penyebab Munculnya Schistosomiasis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Inilah Penyebab Munculnya Schistosomiasis

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya hindari mengonsumsi air yang tidak dimasak. Kondisi ini dapat mendatangkan gangguan pada kesehatan kamu, salah satunya adalah schistosomiasis.

Kondisi schistosomiasis merupakan kondisi yang umum terjadi pada seseorang ketika terdapat gangguan kesehatan yang diakibatkan paparan cacing parasit yang hidup di air tawar seperti S. Mansoni, S. mekongi, S. intercalatum, S. Haematobium dan S. japonicum.

Baca juga: 3 Jenis Parasit Cacing yang Hidup dalam Tubuh Manusia

Ketahui Penyebab Seseorang Terjangkit Schistosomiasis

Biasanya, cacing parasit penyebab schistosomiasis banyak hidup di air tawar pada daerah tropis maupun subtropis. Penyakit schistosomiasis dikenal sebagai kondisi demam siput karena parasit ini hidup pada tubuh siput yang berada di air tawar. 

Cacing parasit menyerang bagian usus dan sistem urinaria terlebih dulu, namun, saat berada dalam tubuh, cacing parasit dapat hidup dalam darah dan menyerang bagian organ tubuh yang lainnya. Faktanya, cacing parasit juga dapat masuk melalui kulit.

Tidak hanya usus dan sistem urinaria, beberapa spesies parasit yang masuk dalam tubuh dapat menyerang dan mengganggu kesehatan tubuh seperti ginjal, hati, kandung kemih, jantung, paru-paru, dan saraf otak.

Cacing parasit penyebab penyakit ini dapat hidup pada air tawar seperti kolam, danau, sungai, waduk dan kanal. Namun, cacing parasit ini tidak dapat hidup di air laut maupun air kolam tawar yang mengandung klorin.

Cacing parasit dapat menyebar ketika air sungai yang langsung digunakan untuk mandi tidak disaring atau tidak melalui proses terlebih dahulu. Sehingga, kondisi ini memperbesar risiko seseorang mengalami penyakit schistosomiasis. 

Baca juga: Bahaya, Cacing Kremi Bisa Menular

Hindari konsumsi air mentah langsung yang diambil dari sumber-sumber yang menjadi tempat berkembang biak cacing parasit. Kondisi ini membuat risiko yang cukup besar seseorang terpapar penyakit schistosomiasis.

Begitu masuk dalam tubuh, cacing bergerak dalam tubuh bersama dengan darah yang mengalir dalam tubuh. Biasanya, cacing parasit bertelur dalam tubuh dalam hitungan minggu semenjak cacing parasit menetap dalam tubuh pengidap. Sistem imunitas yang baik mampu membuat telur parasit keluar tubuh melalui urine maupun feses. Namun, sistem imunitas yang buruk akan membuat telur menetap.

Telur yang keluar dari tubuh ke air menghasilkan larva-larva yang dapat kembali menyebar dan menginfeksi beberapa orang lainnya yang terpapar dengan tidak sengaja. Kamu juga bisa melakukan tanya jawab dengan dokter tentang kondisi ini melalui aplikasi Halodoc.

Ketahui Gejala Schistosomiasis yang Bervariasi

Gejala atau tanda yang muncul akibat kondisi schistosomiasis beragam dan bervariasi, tergantung dari bagian tubuh mana yang terpapar cacing penyebab schistosomiasis. Sebaiknya ketahui gejala umum yang muncul, seperti gatal atau ruam ketika cacing parasit masuk melalui kulit pengidap.

Ada kondisi atau gejala yang menyebabkan pengidap mengalami demam, pembengkakan limfa hingga pembengkakan hati. Tidak hanya itu, ketika masuk dalam usus, cacing parasit juga mengganggu saluran cerna seseorang. Kondisi gejala tersebut dikategorikan dalam gejala schistosomiasis akut.

Gejala lainnya dikenal juga dengan schistosomiasis kronis. Ketika seseorang mengalami gejala schistosomiasis kronis, gejala yang dialami sudah semakin parah karena menyerang pada bagian atau organ tubuh tertentu. Nyatanya, cacing parasit menyebabkan pengidap batuk darah dan sesak napas ketika cacing parasit menyerang jantung serta paru-paru pengidap.

Segera lakukan pemeriksaan jika kamu merasakan gejala-gejala yang muncul akibat penyakit schistosomiasis pada rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan sebagai pencegahan schistosomiasis, seperti menghindari konsumsi air mentah langsung yang diambil dari sungai dan segera bersihkan tubuh setelah berkegiatan di sungai maupun danau.

Baca juga: Masih Perlukah Orang Dewasa Minum Obat Cacing?