Junk Food Bisa Sebabkan Ginekomastia, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
junk food bisa sebabkan ginekomastia benarkah

Halodoc, Jakarta – Payudara yang membesar seiring bertambahnya usia adalah hal yang normal bagi seorang wanita. Namun, tidak demikian halnya bila kondisi ini dialami oleh pria. Nyatanya, para pria yang seharusnya tidak memiliki payudara, ternyata juga bisa mengalami pembesaran jaringan kelenjar payudara, sehingga mereka mempunyai payudara yang besar, seperti wanita.

Kondisi yang tidak normal ini dinamakan dengan ginekomastia. Penyebabnya adalah karena terjadi ketidakseimbangan hormon estrogen dengan testosteron. Nah, salah satu faktor yang diduga bisa memicu terjadinya ketidakseimbangan tersebut adalah sering mengonsumsi junk food. Yuk, simak lebih lanjut dampak junk food terhadap ginekomastia di sini.

Estrogen merupakan hormon yang berperan mengatur karakter wanita, seperti pertumbuhan payudara. Sementara hormon testosteron berperan dalam mengatur karakter pria, seperti pertumbuhan otot dan rambut di tubuh. Baik pria maupun wanita sama-sama memiliki kedua hormon tersebut, tapi dalam kadar yang berbeda. Nah, ginekomastia terjadi bila seorang pria memiliki kadar hormon estrogen yang lebih tinggi daripada kadar testosteronnya.

Kondisi pembesaran payudara di pria ini bisa terjadi pada waktu-waktu tertentu, antara lain:

  • Sejak Lahir. Lebih dari setengah bayi laki-laki terlahir dengan kondisi ginekomastia akibat mendapatkan hormon estrogen yang berlebih dari ibunya saat masih di dalam rahim. Namun, biasanya payudara mereka akan segera kembali normal dalam dua sampai tiga minggu setelah kelahiran.

  • Masa Remaja. Usia remaja, yaitu sekitar 12 sampai 14 tahun merupakan masa pubertas di mana kadar hormon berubah-ubah. Itulah sebabnya ginekomastia juga sering terjadi pada masa ini. Namun biasanya, payudara akan kembali normal 6 bulan sampai 2 tahun setelah masa pubertas.

  • Masa Dewasa. Ginekomastia juga terjadi pada pria dalam rentang usia 50—80 tahun. Sebanyak 1 dari 4 pria dalam usia tersebut mengalami ginekomastia.

Ginekomastia sebenarnya bukan merupakan penyakit yang serius. Namun, memiliki payudara yang besar tentu saja akan mengurangi rasa percaya diri seorang pria.

Penyebab Ginekomastia

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab ginekomastia. Salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi junk food. Kok bisa? Hal ini karena junk food merupakan jenis makanan dengan kandungan nutrisi yang sangat minim. Orang yang lebih banyak mengonsumsi junk food daripada makanan sehat berisiko tinggi mengalami malnutrisi. Nah, saat seseorang kekurangan nutrisi, maka kadar testosteronnya akan menurun, tapi kadar estrogennya tetap konstan. Akhirnya, menyebabkan ginekomastia terjadi. Selain itu, dampak junk food bagi kesehatan lainnya adalah meningkatkan risiko seseorang mengalami obesitas. Nah, obesitas juga merupakan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan ginekomastia terjadi.

Selain makan junk food, mengonsumsi obat-obatan, seperti obat darah tinggi, obat antidepresan, obat penenang, dan antibiotik juga bisa memicu payudara pria membesar. Gaya hidup yang tidak sehat, misalnya seperti sering minum-minuman beralkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang juga bisa menyebabkan seseorang mengalami ginekomastia. Hati-hati juga bagi kamu para pria yang suka mengonsumsi suplemen penambah massa otot (steroid anabolik), karena obat tersebut juga bisa memicu pembesaran pada payudara pria.

Selain itu, ginekomastia juga bisa disebabkan oleh penyakit, antara lain hipertiroidisme, obesitas, sirosis, tumor, dan gagal ginjal.

Karena itu, untuk mencegah ginekomastia, kamu disarankan untuk mengurangi konsumsi junk food.  Sebaliknya, perbanyak lah konsumsi makanan sehat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu, hindari mengonsumsi alkohol, suplemen penambah massa otot, dan obat-obatan terlarang, seperti heroin dan ganja. Kamu juga bisa membicarakan kepada dokter dan minta alternatif obat lain bila pengobatan yang sedang kamu jalani berisiko menyebabkan ginekomastia.

Untuk minta saran kesehatan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: