• Home
  • /
  • Junk Food Bisa Sebabkan Ginekomastia, Benarkah?

Junk Food Bisa Sebabkan Ginekomastia, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Junk Food Bisa Sebabkan Ginekomastia, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Pembesaran payudara pada remaja perempuan atau ibu hamil tentu saja adalah hal yang normal. Namun, jika kondisi ini dialami oleh pria, bisa jadi itu tanda ginekomastia. Pembesaran payudara pada pria atau ginekomastia terjadi ketika jaringan kelenjar payudara membesar, sehingga menyerupai wanita. Ada banyak faktor yang dapat sebabkan ginekomastia. Salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi junk food. Kok bisa, ya?

Pada dasarnya, ginekomastia terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, terutama hormon testosteron dan estrogen. Ketidakseimbangan hormon ini dapat dipicu oleh berbagai hal juga, termasuk makanan tertentu, seperti yang tinggi lemak dan karbohidrat. Junk food dan makanan cepat saji, seperti ayam goreng tepung atau kentang goreng, masuk ke dalam katerogi makanan tersebut.

Baca juga: Wajib Tahu! 5 Bahaya Makanan Junk Food yang Hakiki

Junk Food dan Hal-Hal Lain yang Picu Ginekomastia

Junk food mengandung senyawa kimia yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon, peradangan, dan peningkatan kadar hormon estrogen yang tidak normal pada pria. Nah, estrogen merupakan sekelompok hormon yang berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan karakteristik seksual wanita dan proses reproduksi, termasuk pertumbuhan payudara.

Selain dapat memicu ginekomastia, junk food juga merupakan jenis makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat minim. Itulah sebabnya orang yang lebih sering mengonsumsi junk food daripada makanan sehat akan sangat rentan mengalami malnutrisi. Nah, ketika terjadi malnutrisi, kadar testosteron dalam tubuh pria pun akan menurun, sedangkan estrogennya tetap konstan.

Hal inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya ginekomastia. Selain itu, dampak konsumsi junk food bagi kesehatan lainnya adalah meningkatkan risiko obesitas. Sementara itu, obesitas juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memicu ginekomastia. Jadi, bisa dikatakan bahwa kebiasaan mengonsumsi junk food dapat menyebabkan ginekomastia secara langsung, maupun tak langsung.

Baca juga: Dampak Terlalu Banyak Mengonsumsi Junk Food saat Hamil

Selain kebiasaan makan junk food, mengonsumsi obat-obatan, seperti obat darah tinggi, obat antidepresan, obat penenang, dan antibiotik juga bisa memicu payudara pria membesar. Tak hanya itu, gaya hidup yang tidak sehat, seperti sering minum-minuman beralkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang juga bisa menyebabkan seseorang mengalami ginekomastia.

Oleh karena itu, untuk mencegah ginekomastia, sebaiknya kurangilah konsumsi junk food, dan perbanyaklah konsumsi makanan sehat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu, hindari juga mengonsumsi alkohol, suplemen penambah massa otot, dan obat-obatan terlarang. Kamu juga bisa membicarakan kepada dokter di Halodoc, untuk meminta alternatif obat lain jika pengobatan yang sedang kamu jalani berisiko menyebabkan ginekomastia.

Baca juga: 5 Cara Mudah Hindari Junk Food

Bukan Kondisi yang Serius

Ginekomastia sebenarnya bukanlah merupakan kondisi yang serius. Namun, memiliki payudara yang besar tentu saja akan mengurangi rasa percaya diri seorang pria, serta merupakan tanda bahwa ada ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Namun umumnya, secara alamiah, kondisi pembesaran payudara pada pria juga bisa terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti:

  • Bawaan lahir. Beberapa bayi laki-laki dapat terlahir dengan kondisi ginekomastia, akibat mendapatkan hormon estrogen yang berlebih dari ibunya saat masih di dalam rahim. Namun, biasanya payudara mereka akan segera kembali ke bentuk normal dalam dua sampai tiga minggu setelah kelahiran.
  • Masa remaja. Pada usia remaja, yaitu sekitar 12 sampai 14 tahun, kadar hormon dapat berubah-ubah. Itulah sebabnya ginekomastia juga sering terjadi pada remaja laki-laki pada usia ini. Namun, payudara biasanya akan kembali normal 6 bulan sampai 2 tahun setelah masa pubertas.
  • Masa dewasa. Ginekomastia juga dapat terjadi pada pria dalam rentang usia 50—80 tahun.

 

Referensi:
Medical Daily. Diakses pada 2020. Boy With A-Cup Breast Gets Mastectomy After Hormone Imbalance From Fast Food.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Enlarged breasts in men (gynecomastia).