Insomnia Bukan karena Stres tetapi Kebiasaan Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Insomnia Bukan karena Stres tetapi Kebiasaan Tidur?

Halodoc, Jakarta - Tiap orang pasti pernah mengalami kesulitan tidur di malam hari. Namun, jika gangguan tersebut terjadi setiap malam, kamu mungkin mengalami insomnia. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kebiasaan tidur yang sudah menjadi patokan tubuh untuk beristirahat.

Saat kamu mengalami insomnia, tubuh mungkin menjadi kesulitan tidur, tidur sulit untuk nyenyak, dan mungkin keduanya. Ternyata, seseorang mengalami insomnia di malam hari bukan hanya disebabkan oleh kebiasaan tidur. Salah satu penyebabnya adalah stres. Berikut pembahasan mengenai gangguan tidur disebabkan oleh stres!

Baca juga: Susah Tidur? Ini Cara Mengatasi Insomnia

Insomnia Dapat Disebabkan oleh Kebiasaan Tidur dan Stres

Insomnia adalah salah satu gangguan tidur yang dapat membuat pengidapnya kesulitan untuk tidur, terlelap saat tidur, hingga mengalami bangun yang terlalu dini dan tidak dapat tidur kembali. Orang yang mengalami hal ini akan merasa lelah ketika bangun dari tidur.

Gangguan tidur ini tidak hanya dapat menghilangkan tingkat energi dan memengaruhi suasana hati, tetapi juga dari faktor kesehatan, kinerja, dan kualitas hidup. Memang, durasi tidur seseorang dapat berbeda-beda, tetapi kebanyakan orang dewasa butuh terlelap sekitar tujuh hingga delapan jam dalam satu malam.

Pada momen tertentu, banyak orang yang mengalami insomnia dalam jangka pendek. Gangguan ini terjadi dapat terjadi selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Penyebab umum terjadinya gangguan insomnia akut ini adalah stres. Seseorang yang mengalami stres berat akan benar-benar kesulitan untuk tidur.

Stres yang terjadi dapat menyebabkan hyperarousal, yang dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan antara tidur dan terjaga. Walau begitu, tidak semua orang yang sedang mengalami stres juga dipastikan akan mengalami insomnia. Cara mengatasi insomnia karena stres yang paling ampuh adalah mengatasi perasaan stres yang terjadi.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan tidur yang disebabkan oleh stres, dokter dari Halodoc dapat membantu untuk menjawabnya. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat dengan aplikasi tersebut tanpa perlu ke luar rumah.

Baca juga: Sama-Sama Gangguan Tidur, Ini Beda Insomnia dan Parasomnia

Pengobatan Insomnia yang Disebabkan oleh Stres

Kamu dapat mengatasi gangguan tidur tersebut dengan cara menghentikan hal yang menyebabkannya, seperti stres. Hal tersebut akan mengembalikan pola tidur kamu menjadi normal. Jika cara tersebut tidak efektif, dokter akan melakukan beberapa cara untuk mengatasi kelainan tidur tersebut, seperti:

  1. Terapi Perilaku Kognitif untuk Insomnia

Terapi yang disingkat menjadi CBT-I ini dapat membantu kamu untuk mengendalikan atau menghilangkan pikiran dan tindakan yang membuat kamu kesulitan untuk tidur. Cara ini direkomendasikan sebagai pengobatan awal untuk pengidap insomnia yang disebabkan oleh stres. Umumnya, terapi ini lebih efektif dibandingkan obat tidur.

Terapi CBT-I ini dapat membantu kamu untuk mengendalikan atau menghilangkan pikiran dan kekhawatiran yang terjadi dan membuat kamu tetap terjaga. Hal tersebut juga dapat menyangkut untuk menghapus siklus yang membuat kamu sangat khawatir terjadi saat tidur sehingga tidak dapat terlelap.

Baca juga: Alami Insomnia, Atasi dengan 7 Langkah Ini

  1. Mengonsumsi Obat Resep

Pil tidur yang diresepkan oleh dokter dapat membantu kamu untuk tidur, sehingga perasaan stres dapat diredam. Dokter umumnya tidak merekomendasikan untuk mengonsumsi pil tidur selama beberapa minggu. Namun, beberapa obat diperbolehkan untuk penggunaan jangka panjang. Beberapa obat tersebut adalah Eszopiclone, Ramelteon, Zaleplon, dan Zolpidem.

Pil tidur yang diresepkan tersebut dapat menyebabkan efek samping, seperti rasa pusing di siang hari dan meningkatkan risiko untuk terjatuh. Hal tersebut juga dapat menjadi kebiasaan, maka dari itu, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter kamu saat akan mengonsumsi obat tersebut.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Insomnia
Sleep Foundation. Diakses pada 2019. Stress and Insomnia