• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jamu Tradisional Dapat Sembuhkan Demam Berdarah?

Jamu Tradisional Dapat Sembuhkan Demam Berdarah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah (DBD) merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Saat gejala demam berdarah muncul, pengidapnya bisa saja mengalami nyeri hebat seperti patah pada tulang. Pada kasus yang parah, DBD bisa menimbulkan komplikasi berbahaya berupa kehilangan nyawa. Apakah DBD dapat diatasi dengan mengonsumsi jamu tradisional? Berikut sejumlah langkah mengobati demam berdarah!

Baca juga: Begini Cara Mengenali Perbedaan Gejala DBD dan Corona

Apakah Jamu Tradisional Dapat Sembuhkan Demam Berdarah?

Sejauh ini belum ada jamu tradisional yang mampu mengatasi demam berdarah. Meski jamu tradisional tidak mampu mengatasi demam berdarah, ada sejumlah penanganan yang bisa kamu lakukan di rumah. Hal pertama yang paling penting dilakukan adalah mengonsumsi banyak air putih guna mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat berujung pada penurunan trombosit dalam tubuh.

Konsumsi air putih yang disarankan adalah sebanyak 2-3 liter  per hari. Dehidrasi sendiri biasanya muncul karena demam tinggi disertai kesulitan menelan makanan atau minuman. Selama proses penyembuhan, pengidap demam berdarah disarankan untuk beristirahat total. Selain beristirahat, pengidap juga dianjurkan untuk mengontrol kadar trombosit dan sel darah merah dalam darah berada di angka normal.

Untuk mengatasi gejala demam yang muncul, kamu bisa mengompres seluruh badan terutama bagian ketiak dan selangkangan. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi obat penurun demam yang dijual di pasaran guna mengurangi demam yang kamu alami. Saat sejumlah langkah tersebut tidak mampu mengobati demam berdarah yang kamu alami, sebaiknya temui dokter di rumah sakit terdekat, ya!

Baca juga: Cara Mencegah Anak Terserang Demam Berdarah 

Adakah Langkah Pencegahan yang Ampuh Dilakukan?

Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan vaksin dengue yang sudah bisa diberikan pada anak berusia 9 tahun. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali, dengan jarak masing-masing vaksin selama 6 bulan. Vaksin tidak boleh diberikan pada anak yang berusia di bawah usia 9 tahun, karena dapat memicu timbulnya gejala parah.

Vaksin DBD sendiri mengandung 4 serotipe virus, sehingga tetap bisa diberikan pada anak yang sudah pernah terinfeksi untuk membentuk kekebalan virus terhadap tipe virus DBD lainnya. Selain dengan pemberian vaksin, DBD dapat dicegah melalui fogging guna membunuh jentik nyamuk di tempat-tempat tersembunyi yang tidak terjamah. Selain itu, metode 3M juga wajib diterapkan. Metodenya sendiri sebagai berikut:

  • Menguras tempat penampungan air.

  • Menutup tempat penampungan air.

  • Mengubur barang-barang bekas yang menjadi sarang nyamuk.

Selain beberapa langkah tersebut, kamu dapat mencegah demam berdarah dengan mengatur pencahayaan yang cukup di rumah, memasang kawat antinyamuk di ventilasi rumah, menggunakan kelambu saat tidur, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, serta jangan menggantung pakaian dan menumpuk pakaian. 

Baca juga: Ketahui Cara Mencegah Demam Berdarah Menyerang Anak

Perlu diketahui bahwa demam berdarah yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti dengue shock syndrome (DSS), yaitu salah satu komplikasi demam berdarah yang memengaruhi anak-anak di bawah usia 10 tahun dan dapat berujung pada kematian. Kondisi ini menimbulkan gejala berupa:

  • Menurunnya tekanan darah.

  • Pupil melebar.

  • Napas tidak teratur.

  • Mulut kering.

  • Kulit basah dan dingin.

  • Denyut nadi melemah.

  • Menurunnya frekuensi buang air kecil.

Penting untuk segera mencari pertolongan medis saat kamu mengalami sejumlah gejala demam berdarah. Tingkat kematian karena sindrom ini mencapai 1-2 persen. Jika gejala yang muncul tidak segera diatasi, tingkat kematian bisa mencapai 40 persen. Pada kondisi yang parah, DBD dapat menyebabkan kejang, penggumpalan darah, kerusakan pada organ hati, jantung, otak dan paru-paru, bahkan kematian.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Dengue.
CDC. Diakses pada 2020. Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Dengue Fever.