10 October 2018

Jangan Anggap Remeh, Alasan Demam Berdarah Bisa Berakibat Fatal

Jangan Anggap Remeh, Alasan Demam Berdarah Bisa Berakibat Fatal

Halodoc, Jakarta - Demam dengue dapat membuat suhu tubuh pengidapnya menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata. Penyakit yang ditularkan nyamuk ini bisa berakibat fatal, berikut penjelasannya:

Hal yang sering orang lupakan mengenai demam berdarah (DBD) adalah, penyakit ini merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong yang parah bisa membuat kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah disertai darah, pendarahan dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Fase Kedua saat DBD Adalah Fase Kritis

Pada umumnya, jika kamu mengidap demam berdarah dengue, kamu akan mengalami 3 fase. Di antaranya adalah fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase demam, kamu akan mengalami demam tinggi hingga 39-41 derajat Celsius yang berlangsung selama kurang lebih 3-4 hari. Biasanya, demam ini tidak akan reda dengan menggunakan penurun panas biasa.

Fase yang kedua adalah fase kritis. Sering kali pada fase inilah terjadinya kesalahan penanganan pada demam berdarah. Pada fase ini, demam akan turun ke suhu yang normal. Pada saat suhu tubuh turun, justru pembuluh darah mengalami kebocoran dengan efek munculnya tanda-tanda perdarahan pada kulit dan organ lainnya. Organ lain juga bisa mengalami pendarahan seperti terjadinya mimisan, atau pun perdarahan saluran cerna. Bintik merah pada kulit juga muncul pada fase ini.

Penanganan pada fase kedua ini sangatlah penting. Karena DBD bisa menyebabkan kematian jika:

1. Jumlah Trombosit Terlalu Rendah

Kalau angka trombosit di bawah normal atau 150.000, tubuh akan sangat sulit mengusir virus dalam tubuh. 

2. Terkenanya Sistem Kekebalan Tubuh

Ketika virus demam berdarah menyerang, sistem kekebalan tubuh dan setiap organ dalam tubuh akan terkena dampaknya. Itulah sebabnya, banyak bayi dan orang tua yang meninggal apabila terkena DBD.

3. Terlambat Ditangani Mengakibatkan Kebocoran Plasma

Kebocoran plasma ketika fase kedua ini akan membuat kamu tetap kehilangan cairan meskipun sudah banyak minum atau mendapatkan cairan infus. Hal ini akan mengubah kondisi DBD kamu menjadi dengue shock syndrome (DSS). Kondisi ini akan menyebabkan kegagalan organ yang berujung pada kematian.

Tetap Berhati-hati Walaupun Sudah Sampai Fase Penyembuhan

Fase kritis akan berakhir yang ditandai dengan suhu tubuh yang normal, denyut nadi menguat, pendarahan berhenti, dan terjadinya perbaikan fungsi tubuh lainnya. Selain itu, nafsu makan bisa kembali naik dan bintik merah akan berkurang. Namun, diagnosis dokter tetap diperlukan untuk menentukan apakah benar fase kritis sudah dilewati.

Jika kamu atau keluarga ingin tahu lebih banyak mengenai demam berdarah, yuk tanyakan pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc! Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

Baca Juga: