19 March 2019

Jangan Anggap Sepele, Distonia Bisa Sebabkan Kebutaan

Jangan Anggap Sepele, Distonia Bisa Sebabkan Kebutaan

Halodoc, Jakarta - Pernah merasa otot-otot tubuh bergerak sendiri tanpa sadar? Dalam dunia medis, ini dikenal dengan distonia, yaitu gangguan yang membuat otot bergerak sendiri tanpa sadar. Gerakan otot ini bisa terjadi pada salah satu anggota tubuh hingga seluruh tubuh. Gerakan otot ini membuat pengidapnya memiliki postur tubuh yang aneh dan mengalami gemetar (tremor).

Sebenarnya distonia ini merupakan penyakit yang langka. Kira-kira hanya dialami oleh satu persen populasi dunia dan jumlah wanita lebih banyak ketimbang pria. Yang bikin resah, katanya komplikasi distonia bisa menyebabkan kebutaan. Benarkah?

Baca juga: Bagaimana Gangguan Otot Distonia Diobati?

Bisa Ditandai Banyak Gejala

Sebelum mengetahui benarkah komplikasi distonia bisa menyebabkan kebutaan, ada baiknya untuk mengetahui gejalanya terlebih dahulu. Dalam banyak kasus, gejala distonia berawal dari satu area tertentu, seperti tungkai, leher, atau lengan.

Distonia fokal yang timbul setelah usia 21 tahun, umumnya berawal dari leher, lengan, atau wajah, dan bersifat fokal atau segmental. Nah, berikut beberapa gejala distonia:

  • Timbul pada saat melakukan hal tertentu, seperti menulis.

  • Menjadi lebih terlihat seiring dengan berjalannya waktu.

  • Diperburuk oleh stres, kelelahan, atau rasa cemas.

Gejala distonia berdasarkan area yang terkena, antara lain:

  • Kelopak mata, ditandai dengan berkedip dengan cepat atau spasme yang tidak disengaja yang dapat memengaruhi penglihatan.

  • Tangan dan lengan bawah yang dapat terjadi saat melakukan aktivitas repetitif, seperti menulis (distonia penulis) atau bermain alat musik tertentu (distonia musisi).

  • Leher (distonia servikal), ditandai dengan kepala berputar ke satu sisi, bergerak ke depan dan ke belakang, dan terkadang menimbulkan rasa nyeri.

  • Rahang atau lidah (distonia oromandibular), ditandai dengan berbicara kurang jelas, berliur, atau mengalami kesulitan mengunyah dan menelan.

  • Kotak suara dan pita suara, ditandai dengan suara yang terdengar, seperti terjepit atau berbisik.

Baca juga: Bikin Susah Beraktivitas, Distonia Rentan Sebabkan Depresi

Awasi Faktor Penyebabnya

Sebenarnya sampai saat ini penyebab penyakit ini belum diketahui pasti. Tapi, diduga perubahan komunikasi antar sel saraf pada bagian otak tertentu jadi pemicu utamanya. Di samping itu, terdapat beberapa dugaan lain yang dapat memicu penyakit ini, seperti:

  • Infeksi, seperti tuberkulosis atau ensefalitis.

  • Kondisi genetik tertentu.

  • Akibat suatu penyakit, seperti penyakit Parkinson, penyakit Huntington, dan penyakit Wilson.

  • Reaksi terhadap pengobatan tertentu.

  • Kekurangan oksigen atau keracunan karbon monoksida.

  • Cedera otak traumatik.

  • Stroke.

  • Tumor otak atau kelainan otak yang disebabkan oleh kanker.

Distonia bisa menyebabkan kebutaan?

Jangan anggap remeh penyakit ini, sebab bila tak ditangani dengan baik distonia bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Tapi, benarkah distonia bisa menyebabkan kebutaan? Nah, berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi.

  • Keterbatasan gerak, sehingga kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Masalah psikologis, seperti cemas, depresi, atau menarik diri dari lingkungan sosial.

  • Kesulitan menggerakan rahang, menelan, atau berbicara.

  • Kelelahan dan rasa nyeri akibat kontraksi otot berlebihan.

  • Kesulitan dalam melihat, bahkan kebutaan jika distonia menyerang kelopak mata.

Baca juga: Mengapa Gangguan Otot Distonia Terjadi?

Mau tahu lebih jauh mengenai penyakit di atas? Atau memiliki keluhan masalah kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!