Jangan Diabaikan, Inilah Gejala Munculnya Lichen Sclerosus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
jangan-diabaikan-inilah-gejala-munculnya-lichen-sclerosus-halodoc

Halodoc, Jakarta – Sering merasa gatal di area intim? Rasa gatal di area intim memang sangat mengganggu. Pasalnya, enggak mungkin kan kalau kamu sering-sering menggaruk bagian di bawah sana, apalagi bila sedang berada di tempat umum. Penyebab gatal di area intim sangat beragam, bisa karena infeksi jamur, kurangnya menjaga kebersihan area intim, kehamilan, dan masih banyak lagi. Namun, rasa gatal di area intim juga bisa muncul sebagai gejala dari lichen sclerosus. Yuk, ketahui gejala lichen sclerosus lainnya di sini.

Lichen sclerosus adalah masalah kulit yang ditandai dengan munculnya bercak putih mengkilap yang lebih tipis dari kulit normal. LS paling sering terjadi di daerah genital, seperti vulva (bibir vagina bagian luar) pada wanita dan penis pada pria. Namun, kadang-kadang LS juga bisa muncul di tubuh bagian atas, seperti dada dan lengan. Meski demikian, LS bukan penyakit menular dan tidak bisa menyebar melalui hubungan seksual.

Masalah kulit ini sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, yang berisiko paling besar adalah wanita yang sudah memasuki masa menopause

Baca juga: Waspada, Wanita Sudah Menopause Berisiko Terkena Osteoporosis

Gejala Lichen Sclerosus

Lichen sclerosus yang masih ringan kadang-kadang tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Berdasarkan lokasinya, gejala LS bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • LS Vulva. Pada wanita, lokasi yang paling sering terserang lichen sclerosus adalah vulva, yaitu bagian intim wanita. LS vulva bisa muncul pada satu area kecil atau menyebar hingga ke perineum (area lubang anus dan vagina). Bahkan pada sebagian pengidap, lichen sclerosus vulva bisa menyebar hingga ke kulit di sekitar anus. Meski demikian, LS tidak sampai mengenai bagian dalam mukosa vagina. 

Gejala lain yang biasanya menyertai LS vulva adalah rasa gatal yang akan bertambah parah pada malam hari, sampai bisa mengganggu waktu tidur pengidap. Selain itu, kulit pengidap yang terkena penyakit ini bisa semakin menipis, berkeriput, muncul memar, luka lepuh, dan borok, terutama setelah digaruk. 

Bila tidak segera diobati, vulva secara bertahap bisa menjadi jaringan parut dan menyusut, sehingga pintu vagina semakin sempit dan mengeras. Kondisi ini tentu saja akan membuat pengidap merasa tidak nyaman dan nyeri saat berhubungan seksual. LS vulva juga bisa membuat urine menjadi bau.

Pada LS yang mengenai anus, jaringan parut yang terbentuk bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat buang air besar, sehingga pengidap cenderung mengalami sembelit, terutama pada anak-anak dan wanita menopause.

  • LS Ekstra Genital. Ini adalah jenis lichen sclerosus yang bisa terjadi di kulit tubuh bagian mana saja, di luar area intim. LS ekstra genital juga menyerang wanita dan ditandai dengan munculnya satu atau beberapa bercak pada paha dalam, bokong, punggung bawah, perut, dan di bawah payudara. Penampilan bercak tersebut, seperti kertas. Gejala lainnya yang juga bisa muncul adalah folikel rambut yang terlihat jelas, kulit kering, memar, luka lepuh, dan borok. Luka akibat LS ekstragenital juga menimbulkan rasa gatal dan terasa nyeri.

  • LS Penis. Pada pria, lichen sclerosus biasanya hanya terjadi di kulup atau ujung penis. Jenis LS ini paling sering dialami oleh pria yang tidak disunat. Hal ini karena sisa urine bisa terkumpul pada kulit kulup, kemudian menimbulkan kerusakan kecil pada kulit kulup yang akhirnya memicu terjadinya LS. Daerah genital yang terkena LS akan berwarna putih, mengeras dan terbentuk jaringan parut. Kondisi ini membuat uretra menyempit, sehingga urine tidak bisa mengalir dengan lurus dan kulup sulit untuk ditarik (fimosis). Akibatnya, pengidap akan kesulitan buang air kecil dan merasa nyeri saat ereksi.

Baca juga: Ini Perbedaan Pria Disunat dan Tidak dari Segi Kesehatan

Bila mengalami gejala lichen sclerosus di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. 

Baca juga: Pengobatan untuk Mengatasi Lichen Sclerosus

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membicarakan masalah kesehatan pada daerah genital yang kamu alami dan minta saran kesehatan. Enggak perlu malu, kamu bisa menghubungi dokter melalui fitur Talk to A Doctor dan berbicara melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic (2019). Lichen sclerosus
Rare Diseases (2019). Lichen Sclerosus