Jangan Dianggap Remeh, Ini Gejala Penyakit Beri-Beri

Jangan Dianggap Remeh, Ini Gejala Penyakit Beri-Beri

Halodoc, Jakarta – Beri-beri disebabkan oleh kekurangan vitamin B-1, sehingga disebut juga dengan defisiensi tiamin. Terdapat dua jenis penyakit beri-beri, yaitu beri-beri basah dan beri-beri kering. Beri-beri basah umumnya mempengaruhi jantung dan sistem peredaran darah.

Dalam kasus ekstrem, beri-beri basah bahkan dapat menyebabkan gagal jantung. Sedangkan pada beri-beri kering, jenis ini umumnya merusak saraf dan dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot hingga kelumpuhan otot. Karena beberapa alasan tersebut, penyakit beri-beri bisa mengancam jiwa jika tidak diobati.

Baca Juga: Mengapa Pecandu Alkohol Berisiko Terkena Penyakit Beri-Beri?

Salah satu penyebab utama beri-beri adalah diet rendah tiamin. Penyakit ini sangat jarang terjadi di daerah dengan akses ke makanan yang kaya akan vitamin, seperti sereal sarapan dan roti. Namun, beri-beri paling umum di wilayah yang jenis makanannya hanya memiliki sepersepuluh dari jumlah tiamin, seperti beras merah.

Individu yang memiliki akses ke makanan yang kaya akan tiamin memiliki peluang rendah untuk mengembangkan beri-beri. Saat ini, sebagian besar kasus beri-beri terjadi pada orang yang gemar mengonsumsi alkohol. Selain konsumsi alkohol, faktor-faktor lainnya berupa:

  • Memiliki beri-beri genetik, suatu kondisi langka yang mencegah tubuh menyerap tiamin.
  • Mengidap hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif).
  • Mual dan muntah ekstrem saat hamil.
  • Telah menjalani operasi bariatrik.
  • Mengidap AIDS.
  • Mengalami diare yang berkepanjangan atau penggunaan diuretik.
  • Menjalani dialisis ginjal.

Gejala Beri-beri

Gejala beri-beri dapat bervariasi tergantung pada jenisnya, apakah beri-beri basah atau beri-beri kering. Pada beri-beri basah, gejalanya berupa:

  • Sesak napas saat menjalani aktivitas fisik.
  • Bangun dengan nafas pendek.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Pembengkakan pada kaki bagian bawah.

Baca Juga: Apa Tanda Penyakit Beri-Beri Harus Diperiksakan ke Dokter?

Sedangkan pada gejala beri-beri kering berupa:

  • Penurunan fungsi otot, terutama pada tungkai bawah.
  • Kesemutan atau kehilangan perasaan di kaki dan tangan.
  • Kebingungan.
  • Kesulitan berbicara.
  • Muntah.
  • Kelumpuhan.

Sebenarnya, gejala beri-beri mudah diobati dengan mengonsumsi suplemen tiamin. Selain konsumsi suplemen, dokter mungkin akan meresepkan suntikan tiamin atau meresepkan pil.

Pada kasus yang parah, dokter mungkin akan memberikan tiamin melalui intravena. Selama masa perawatan, pengidap beri-beri akan selalu dipantau perkembangannya melalui tes darah lanjutan untuk melihat seberapa baik tubuh dapat menyerap vitamin.

Pencegahan Beri-beri

Langkah utama pencegahan beri-beri adalah konsumsi makan makanan yang sehat yang mencakup  kaya tiamin. Beberapa jenis makanan yang kaya akan tiamin, yakni:

  • Kacang tanah dan kacang polong
  • Biji-bijian
  • Daging
  • Ikan
  • Susu
  • Beberapa jenis sayuran, seperti asparagus, biji labu, kecambah brussel, bayam, dan sayuran bit
  • Sereal sarapan yang mengandung tiamin juga baik dikonsumsi.

Perlu diingat, memasak atau mengolah makanan yang tercantum di atas dapat mengurangi kandungan tiaminnya. Jika, ibu ingin memberikan susu formula untuk Si Kecil, ibu juga harus memeriksa bahwa susu tersebut mengandung cukup tiamin.

Pastikan pula untuk membeli susu formula di tempat yang terpercaya. Membatasi konsumsi alkohol juga bisa mengurangi risiko mengembangkan beri-beri. Individu yang gemar mengonsumsi alkohol disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin untuk kekurangan vitamin B-1.

Baca Juga: Anak Mengidap Beri-Beri, Cegah dengan 8 Cara Ini


Kalau kamu pertanyaan lain tentang kondisi kesehatan lainnya, diskusi saja dengan dokter Halodoc. Tinggal klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!