30 October 2018

Jangan Ganti-Ganti Pasangan, Ini Gejala Gonore yang Mengancam

Jangan Ganti-Ganti Pasangan, Ini Gejala Gonore yang Mengancam

Halodoc, Jakarta – Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria Gonorrhoeae. Penyakit ini cenderung menginfeksi area yang hangat dan lembap di tubuh, termasuk:

  1. Uretra (tabung yang mengeluarkan air kencing dari kandung kemih)

  2. Mata

  3. Tenggorokan

  4. Miss V

  5. Dubur

  6. Saluran reproduksi wanita (saluran tuba, leher rahim, dan rahim)

Gonore berpindah dari orang ke orang melalui seks oral, anal, ataupun vaginal tanpa kondom. Orang-orang dengan banyak pasangan seksual atau mereka yang tidak menggunakan kondom memiliki risiko infeksi terbesar.

Perlindungan terbaik terhadap infeksi adalah hubungan intim dengan hanya satu orang dan penggunaan kondom yang tepat. Perilaku yang membuat seseorang lebih cenderung melakukan hubungan intim tanpa kondom juga meningkatkan kemungkinan infeksi. Perilaku ini termasuk penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Gejala gonore biasanya terjadi dalam 2 hingga 14 hari setelah terpapar. Namun, beberapa orang yang terinfeksi gonore tidak pernah mengalami gejala yang nyata. Penting untuk diingat bahwa seseorang dengan kencing nanah yang tidak memiliki gejala juga berisiko. Seseorang lebih mungkin menyebarkan infeksi ke pasangan lain ketika mereka tidak memiliki gejala yang nyata.

Gejala pada Pria

Pria mungkin tidak mengalami gejala yang nyata selama beberapa minggu. Beberapa pria bahkan mungkin tidak mengalami gejala. Biasanya, infeksi mulai menunjukkan gejala seminggu setelah penularannya. Gejala nyata pertama pada pria adalah sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil. Seiring perkembangannya, gejala lain mungkin termasuk:

  1. Frekuensi yang lebih besar atau urgensi buang air kecil

  2. Cairan mirip nanah menetes dari Mr P (putih, kuning, krem, ataupun kehijauan)

  3. Bengkak atau kemerahan pada pembukaan Mr P

  4. Bengkak atau sakit pada buah zakar

  5. Sakit tenggorokan yang terus-menerus

Dalam kasus yang jarang, gonore dapat terus menyebabkan kerusakan pada tubuh, khususnya uretra dan testis. Nyeri juga bisa menyebar sampai ke rektum.

Gejala pada wanita

Banyak wanita tidak mengalami gejala gonore yang jelas. Ketika wanita mengalami gejala, mereka cenderung ringan atau mirip dengan infeksi lain sehingga lebih sulit untuk diidentifikasi. Infeksi gonore dapat muncul, seperti ragi Miss V pada umumnya atau infeksi bakteri yang keluar dari Miss V (berair, krem, ataupun sedikit hijau). Gejala-gejala lainnya, yaitu:

  1. Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil

  2. Kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering

  3. Periode menstruasi lebih berat atau kemunculan bercak

  4. Sakit tenggorokan

  5. Sakit saat melakukan hubungan intim

  6. Nyeri tajam di perut bagian bawah

  7. Demam

Wanita berisiko lebih besar mengalami komplikasi jangka panjang dari infeksi yang tidak diobati. Infeksi gonore yang tidak diobati pada wanita dapat naik ke saluran reproduksi dan melibatkan uterus, tuba fallopi, dan ovarium.

Kondisi ini dikenal sebagai penyakit radang panggul dan dapat menyebabkan rasa sakit yang parah dan kronis serta merusak organ reproduksi wanita. Pada pria juga dapat mengembangkan abses yang menyakitkan di bagian dalam Mr P. Infeksi bahkan dapat menyebabkan berkurangnya kesuburan atau kemandulan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai risiko gonore dan komplikasi yang diakibatkannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: