• Home
  • /
  • Jangan Ganti-Ganti Pasangan, Ini Gejala Gonore yang Mengancam

Jangan Ganti-Ganti Pasangan, Ini Gejala Gonore yang Mengancam

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Jangan Ganti-Ganti Pasangan, Ini Gejala Gonore yang Mengancam

Halodoc, Jakarta - Setiap orang yang kerap berganti-ganti pasangan disarankan untuk menggunakan pengaman saat melakukan hubungan intim. Hal tersebut karena risiko untuk mengidap penyakit menular seksual dapat meningkat.

Salah satu penyakit menular seksual yang dapat terjadi adalah gonore. Gangguan ini dapat menyerang pria maupun wanita. Gonore disebabkan oleh bakteri yang menyebar saat melakukan hubungan intim, tidak vaginal tetapi juga oral dan anal. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui beberapa gejala yang dapat timbul agar dapat segera dilakukan pengobatan.

Baca juga: 4 Fakta Penting Gonore yang Mesti Diketahui

Gejala Gonore yang Dapat Timbul

Semua orang yang kerap melakukan hubungan intim dengan pasangan yang berbeda harus sangat memperhatikan risiko penyakit menular seksual. Risikonya jelas akan meningkat jika tidak menggunakan kondom setiap melakukan seks. Padahal, gangguan yang menyerang organ intim layaknya gonore dapat terjadi.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae ini umumnya menyerang bagian yang hangat dan lembap pada tubuh. Beberapa lokasi yang umumnya terserang adalah uretra, Miss V, Dubur, dan saluran reproduksi pada wanita. Walau begitu, tidak menutup kemungkinan jika bagian lainnya dapat terserang, seperti mata dan tenggorokan.

Seseorang yang mengidap gonore umumnya akan menimbulkan beberapa gejala tertentu. Gejala tersebut dapat timbul dalam kurun waktu 2 hingga 14 hari setelah terpapar infeksi dari bakteri tersebut. Kamu harus benar-benar memeriksakan diri jika telah mengalami kencing nanah meski tidak mengalami gejala apa pun. Hal yang berbahaya apabila seorang yang mengidapnya tidak merasakan satu pun gejala.

Gejala gonore yang dapat timbul juga akan berbeda pada pria dan wanita. Pada wanita, gejala mungkin saja tidak timbul sehingga sulit untuk diidentifikasi. Untuk mengetahui secara detail, berikut adalah beberapa gejala dari gangguan ini yang dapat timbul:

Gejala Gonore pada Pria

Seorang pria yang mengidap gonore mungkin tidak menimbulkan gejala yang terlihat setelah beberapa minggu. Mungkin saja tidak ada gejala yang timbul meski sudah mengidapnya. Umumnya, infeksi bakteri ini akan terlihat dampaknya setelah seminggu tubuh tertular. Gejala paling awal yang terjadi adalah sensasi terbakar atau nyeri ketika buang air kecil. Gejala-gejala gonore setelahnya yang dapat timbul adalah:

  1. Frekuensi untuk buang air kecil lebih sering dan sulit untuk ditahan.

  2. Keluarnya cairan seperti nanah dari Mr P dengan warna putih, kuning, bahkan hijau.

  3. Mengalami pembengkakan atau nyeri pada testis.

  4. Sakit pada tenggorokan yang sulit untuk sembuh.

Infeksi dari bakteri penyebab gonore ini akan tetap berada di dalam tubuh selama beberapa minggu setelah gejala yang timbul diatasi. Gangguan yang disebabkan oleh penyakit menular seksual tersebut dapat menimbulkan kelainan yang parah pada tubuh, terutama uretra dan testis. Selain itu, nyeri yang terjadi dapat menyebar ke rektum.

Baca juga: Penyebab Infeksi Gonore Menyerang Mata Bayi

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gejala dari gonore atau penyakit menular seksual lainnya, dokter dari Halodoc mampu memberi jawaban. Caranya mudah, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Gejala Gonore pada Wanita

Pada umumnya, gejala gonore yang terjadi pada wanita kemungkinan besar tidak terlihat dengan jelas. Jika gejalanya terlihat, biasanya terbilang ringan atau mirip dengan infeksi gangguan lain, sehingga sulit untuk diidentifikasi. Gejala gonore yang dapat terdeteksi, seperti timbulnya ragi pada Miss V atau keluarnya cairan dari organ intim berupa air berwarna krem atau sedikit hijau. Beberapa gejala gonore lainnya yang dapat terjadi adalah:

  1. Perasaan sakit atau terbakar saat buang air kecil.

  2. Keinginan untuk buang air kecil meningkat.

  3. Menstruasi yang lebih berat dibandingkan biasanya.

  4. Sakit tenggorokan.

  5. Rasa sakit yang timbul saat melakukan hubungan intim.

  6. Rasa nyeri yang parah di bagian bawah perut.

Wanita juga memiliki risiko lebih besar untuk mengalami komplikasi dalam jangka panjang jika infeksinya tidak diobati. Gangguan yang disebabkan oleh bakteri tersebut dapat naik ke sistem reproduksi dan menyerang uterus, tuba falopi, hingga ovarium. Kondisi ini disebut juga sebagai penyakit radang panggul dan dapat menyebabkan rasa sakit yang parah dan kronis serta merusak organ reproduksi wanita. 

Baca juga: Apakah Gonore Bisa Disembuhkan Total?

Dengan mengetahui gejala-gejala gonore, pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dilakuka. Selain itu, kamu juga harus selalu melakukan hubungan intim yang aman apabila kerap berganti-ganti pasangan. Pencegahan lebih baik daripada mengobatinya, bukan?

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Gonorrhea
NHS. Diakses pada 2020. Gonorrhoea