09 November 2018

Jangan Percaya 4 Mitos Alergi Makanan Ini

Jangan Percaya 4 Mitos Alergi Makanan Ini

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu atau orang terdekat memiliki alergi makanan tertentu? Jika iya, pasti kamu merasa kesulitan untuk menjaga setiap makanan yang masuk ke mulut. Sebab sedikit saja makanan penyebab alergi masuk ke tubuh maka akibatnya bisa cukup fatal. Hal yang cukup merepotkan adalah ketika pengidap alergi makanan tersebut pergi ke suatu tempat dalam jangka waktu yang lama, entah itu untuk wisata atau pekerjaan. Mereka harus bekerja ekstra saat hendak makan untuk memastikan makanan yang mereka makan bebas dari penyebab alergi.

Alergi makanan terjadi akibat reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu, dan kebanyakan terjadi akibat protein. Gejala yang terjadi bisa bermacam-macam, salah satunya munculnya ruam merah pada kulit disertai rasa gatal.

Beberapa jenis makanan yang biasa menjadi penyebab alergi antara lain telur, kacang, susu, ikan, kacang kedelai, atau gandum. Sebenarnya alergi makanan bisa datang dari mana saja. Berikut ini beberapa mitos yang tidak perlu kamu percaya lagi dan fakta-fakta tentang alergi makanan yang wajib kamu tahu.

1. Alergi makanan bukan masalah salah yang serius

Mulai sekarang kamu wajib berhenti mempercayai anggapan ini karena faktanya alergi makanan adalah masalah yang serius. Alergi dapat menimbulkan gejala yang cukup berat seperti gatal-gatal yang tak kunjung hilang, muntah-muntah, sulit bernapas, bahkan pingsan. Jika tidak segera diatasi maka gejala semakin bertambah parah dan bisa berakibat kematian. Bagi kamu yang sudah tahu akan alergi makanan yang kamu miliki maka jangan pernah mengonsumsi makanan penyebab alergi. Pastikan untuk selalu membawa obat yang sudah diresepkan dokter ke mana pun.

2. Hanya makanan yang dapat memicu alergi

Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan alergi, tetapi tetap waspada terhadap obat atau bahan kimia dalam bentuk lain yang masuk ke tubuh karena dapat memicu alergi. Anggapan hanya makanan yang menyebabkan alergi adalah salah. Biasanya sebelum meresepkan obat, dokter menanyakan dahulu apakah pasien memiliki alergi obat atau tidak. Jika pasien memiliki alergi maka dokter memberikan obat alternatif yang khasiatnya sama namun tidak mengandung bahan kimia penyebab alergi.

3. Alergi makanan pada anak dapat diatasi

Sayangnya alergi makanan adalah hal yang tidak dapat disembuhkan. Salah satu penyakit akibat alergi makanan adalah celiac, yakni kondisi saat pencernaan seseorang tidak dapat menerima gluten sehingga tubuh menganggapnya sebagai ancaman dan terjadi reaksi alergi. Menghindari alergen selama 2 hingga 3 tahun dapat mencegah anak mengalami alergi, namun cara ini tidak bisa dilakukan untuk menyembuhkan alergi.

4. Memasak makanan dapat mengurangi alergi

Anggapan ini tergolong keliru karena alergi makanan akan terjadi dan merupakan respon sistem imun terhadap kandungan protein dalam makanan. Protein tersebut tetap berada di dalam makanan meskipun telah dipanaskan. Alergi tetap terjadi sekalipun makanan telah dimasak atau sudah diproses sedemikian rupa.

Itu tadi informasi seputar alergi makanan yang perlu diketahui. Selalu cermati perubahan sekecil apa pun pada tubuhmu seusai mengonsumsi makanan atau minuman. Tanyakan pada dokter agar segera mendapatkan penanganan saat gejala muncul. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menyampaikan keluhan seputar alergi makanan kepada dokter. Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips menjaga kesehatan dan rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: