Jangan Salah, Ini Cara Bedakan Ketakutan Biasa dan Fobia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jangan Salah, Ini Cara Bedakan Ketakutan Biasa dan Fobia

Halodoc, Jakarta - Tidak jarang orang menyamakan ketakutan yang selalu dirasakannya dengan fobia. Padahal, sebenarnya dua hal ini tidak sama. Sederhananya, fobia mengacu pada ketakutan berlebihan yang dirasakan terhadap suatu hal dan sering kali dikaitkan dengan gangguan kecemasan. Sementara ketakutan biasa lebih menggambarkan rasa takut yang sesaat. 

Perbedaan paling mendasar dan paling mencolok yang bisa kamu amati antara ketakutan biasa dengan fobia adalah bagaimana seseorang menanggapi ketakutan tersebut dan bagaimana fobia atau ketakutan ini bisa muncul dari dalam diri. Jadi, kamu tidak bisa bilang bahwa takut melihat film horor sebagai fobia film horor. Sementara kamu mengalami fobia ketinggian sehingga sangat cemas ketika berada di gedung bertingkat tinggi. 

Bagaimana Seseorang Merespon Rasa Takut

Kamu bisa melihat ketika seseorang dihadapkan pada sesuatu yang menjadi objek ketakutannya. Kalau orang tersebut mengalami fobia, respons yang diberikan bisa sangat berlebihan, bahkan menyebabkan pingsan. Ya, setiap manusia tentu memiliki rasa takut. Biasanya, hal tersebut terjadi karena adanya pengalaman negatif. 

Baca juga: Takut atau Fobia? Kenali Gejala Fobia Ini

Sayangnya, tidak semua orang mengalami ketakutan meski penyebabnya sama. Misalnya, kamu takut berenang karena pernah tenggelam, tetapi bisa saja orang lain tidak demikian. Contoh lainnya, kamu takut dengan laba-laba karena ada teman yang turut merasa takut. Selain pengalaman tidak menyenangkan yang dialami sendiri, ketakutan juga bisa terjadi karena melihat atau dekat dengan orang lain yang memiliki perasaan takut yang sama. 

Respons yang muncul ketika dihadapkan pada objek yang memancing rasa takut juga berbeda dengan fobia. Kalau kamu hanya merasa takut biasa, kondisi psikis tidak akan ikut terkena dampaknya. Biasanya, kamu bisa melalui ketakutan itu dengan mudah. Misalnya, kamu memiliki ketakutan dengan laba-laba. Kamu tetap bisa melalui hewan tersebut tanpa harus melihatnya. 

Baca juga: Ketakutan yang Berlebihan, Ini Fakta di Balik Fobia

Fobia Memengaruhi Kondisi Psikis dan Fisik Seseorang

Berbeda dengan fobia, meski kata fobia juga berarti ketakutan terhadap sesuatu. Namun, ketakutan ini cenderung berlebihan dalam respons yang ditunjukkan. Ketika dihadapkan pada objek yang ditakuti, akan muncul gangguan kecemasan yang berlebihan. Tidak hanya berpengaruh ke psikis, fobia juga memengaruhi fisik seseorang yang mengalaminya. 

Contohnya, kamu memiliki ketakutan pada cicak. Kalau itu hanya berupa ketakutan biasa, kamu bisa menghindar dengan mudah tanpa harus menatapnya. Bahkan kamu masih bisa mengusirnya meski ada sedikit rasa takut yang hinggap pada diri. Namun, jika kamu fobia terhadap cicak, kamu akan menunjukkan respons yang berbeda. Kamu akan mengalami peningkatan pada detak jantung menjadi tidak beraturan, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Fobia tentu harus mendapatkan penanganan, karena respons yang ditunjukkan bisa membahayakan kondisi pengidap, apalagi jika ketakutannya dijadikan bahan iseng oleh orang lain dengan niat bercanda. Kalau kamu merasa memiliki fobia dan sudah terganggu dengan ketakutan berlebihan ini, saatnya kamu buat janji dengan dokter psikolog langganan di rumah sakit terdekat supaya bisa segera mendapatkan penanganan. 

Baca juga: Ketahui Jenis Fobia, Penyebab Rasa Takut yang Berlebihan

Biasanya, terapi CBT digunakan untuk mengatasi fobia untuk membantu mengidentifikasi, memahami, hingga mengubah cara berpikir serta perilaku pengidap. Kamu akan dihadapkan pada objek yang menjadi ketakutan terbesarmu supaya dokter bisa melihat sejauh mana kamu bisa berhadapan dan mengatasinya. Tentu saja hasilnya tidak instan, kamu membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 16 minggu setelah terapi untuk bisa merasakan dampaknya. 

Referensi: 
Verywell Mind. Diakses pada 2019. How to Tell the Difference between A Fear and A Phobia.
Web MD. Diakses pada 2019. The Fear Factors: Phobia.
Online Grace Edu. Diakses pada 2019. Classifying Anxiety: Understanding the Difference between Fear and Phobia.