Jangan Salah, Ini Diagnosis Atelektasis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kerusakan fungsi rongga paru paru

Halodoc, Jakarta - Atelektasis merupakan kondisi yang terjadi ketika sebagian atau seluruh rongga pada paru-paru tidak dapat berfungsi dengan baik. Ketika kondisi ini terjadi, pengidap akan mengalami kempisnya kantung-kantung udara pada paru-paru yang disebabkan oleh sejumlah kondisi yang mendasari.

Baca juga: Inilah 6 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru 

Atelektasis dapat menyebabkan kesulitan bernapas pada pengidap yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Bahkan, atelektasis dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah. Penyakit yang satu ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Atelektasis non-obstruktif, yaitu penyakit yang muncul karena adanya tekanan pada paru-paru. Dalam hal ini, paru-paru tidak menungkinkan untuk diisi dengan oksigen.

  2. Atelektasis obstruktif, yaitu penyakit yang muncul akibat terhalangnya saluran antara tenggorokan dengan alveoli. Dalam hal ini, gas karbondioksida yang seharusnya dibuang, kembali diserap oleh darah dalam alveoli.

Langkah Mendiagnosis Atelektasis

Diagnosis yang dilakukan tidak hanya berfokus untuk menentukan adanya atelektasis pada tubuh. Diagnosis juga dilakukan guna menentukan penyebab utama terjadinya atelektasis. Berikut ini rangkaian pemeriksaan guna mendiagnosis adanya atelektasis:

  • Rontgen dada yang dilakukan dengan sinar-X guna mendeteksi adanya atelektasis yang disebabkan oleh benda asing yang masuk ke dalam dada. Hal ini sering terjadi pada anak-anak.

  • CT scan yang dilakukan dengan mengukur volume di seluruh bagian paru-paru. Tak hanya itu, CT scan dapat mendeteksi adanya tumor yang menjadi penyebab atelektasis.

  • Oksimetri yang digunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dengan dijepitkan pada ujung jari.

  • Bronkoskopi yang digunakan dengan alat visual berupa selang tipis fleksibel guna menghilangkan kotoran pada saluran pernapasan yang menjadi penyebab atelektasis.

  • Pemeriksaan histologi yang digunakan dengan alat bernama bronkoskopi. Kemudian pemeriksaan dilanjutkan dengan pengambilan sampel jaringan guna mendeteksi adanya kanker.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai prosedur apa yang harus dijalani, silahkan diskusikan langsung dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc. Langkah diagnosis dilakukan untuk menemukan apa yang menjadi penyebab atelektasis. Setelah diketahui, dokter baru akan menentukan langkah pengobatan yang cocok bagi pengidap.

Baca juga: Kenali Gejala dari Emboli Paru

Ini yang Menjadi Penyebab Terjadinya Atelektasis

Penyebab yang mendasari akan berbeda, tergantung pada jenis atelektasis yang dialami.  Pada pengidap atelektasis non-obstruktif, penyebab akan meliputi:

  • Adanya cedera pada dada.

  • Adanya penumpukan cairan pada rongga paru-paru.

  • Adanya infeksi paru-paru.

  • Adanya kebocoran udara pada organ paru-paru.

  • Adanya luka pada jaringan paru-paru.

  • Adanya tumor pada dada yang menekan organ paru-paru.

Sedangkan atelektasis obstruktif, penyebab meliputi:

  • Adanya penyumbatan lendir dari saluran pernapasan yang terjadi karena prosedur operasi yang dilakukan.

  • Adanya benda asing yang masuk ke dalam tubuh, yang biasanya terjadi pada anak-anak.

  • Adanya penyakit yang membuat saluran udara menyempit, seperti TBC atau infeksi jamur.

  • Adanya pertumbuhan sel-sel abnormal pada saluran udara.

  • Adanya gumpalan darah pada paru-paru.

Baca juga: Ini Akibatnya Kalau Ada Pembekuan Darah di Pembuluh Paru-Paru

Apa yang Menjadi Faktor Pemicu?

Penyebab yang muncul akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko yang mendasari. Beberapa faktor risiko pemicu atelektasis, yaitu:

  • Adanya gangguan fungsi menelan, terutama pada lansia.

  • Adanya penyakit PPOK, asma, atau bronkiektasis yang dialami.

  • Anak yang dilahirkan secara prematur.

  • Seseorang yang pernah menjalani prosedur operasi pada bagian dada atau perut.

  • Adanya kelemahan pada otot pernapasan akibat adanya cedera tulang belakang.

Jika kamu memiliki serangkaian faktor risikonya, segera temui dokter untuk menentukan langkah penanganan yang harus dilakukan. 

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Atelectasis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Atelectasis.