14 March 2019

Jangan Sembarangan Saat Korek Hidung, Bisa Jadi Pemicu Mimisan

Jangan Sembarangan Saat Korek Hidung, Bisa Jadi Pemicu Mimisan

Halodoc, Jakarta - Rasanya hampir semua orang pernah mengalami mimisan. Mimisan sendiri merupakan pendarahan yang terjadi dari hidung. Darah ini bisa keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang selama beberapa detik, namun ada pula yang lebih dari 10 menit.

Mimisan memang cenderung membuat panik orang-orang yang mengalaminya, khususnya bila terjadi pada anak-anak atau lansia. Sebenarnya, mimisan merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya tak mengancam jiwa. Lalu, apa sih penyebab mimisan itu sendiri?

Baca juga: Mengapa Mimisan Dapat Terjadi Saat Tubuh Kelelahan?

Kenali Gejala-Gejalanya

Sebelum mengetahui penyebab mimisan, ada baiknya untuk mengenali gejala-gejalanya. Secara umum, memang tak ada gejala lain selain perdarahan hidung saat mimisan berlangsung. Tapi, ada beberapa kondisi yang perlu kita waspadai saat mimisan sedang berlangsung. Contohnya:

  • Berlangsung lama atau lebih dari 30 menit. Sebaiknya, segeralah ke rumah sakit bila mengalami kondisi ini.

  • Menyebabkan kesulitan bernapas.

  • Detak jantung tak beraturan.

  • Volume darah yang keluar cukup banyak.

  • Mimisan yang terjadi pada anak di bawah dua tahun.

  • Mimisan yang disertai perdarahan dari bagian lain tubuh, contohnya pada urine.

  • Kulit berubah pucat.

  • Terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus.

  • Sering mimisan dalam waktu singkat.

  • Demam dan mengalami ruam.

  • Mimisan yang terjadi setelah mengalami cedera.

Awasi Penyebabnya

Hidung penuh dengan pembuluh darah halus yang terletak mendekati lapisan kulit, sehingga mudah rusak. Nah, bila dilihat dari lokasi pendarahan yang terjadi, mimisan bisa dibagi menjadi dua jenis. Pertama, anterior atau bagian depan. Lebih dari 90 persen kasus mimisan merupakan jenis anterior yang termasuk mudah ditangani.

Baca juga: 5 Penanganan Pertama Saat Anak Alami Mimisan

Pada jenis mimisan ini, perdarahan terjadi dari bagian depan hidung. Dalam kebanyakan kasus, mimisan ini juga umum dialami oleh anak-anak. Lalu, apa sih penyebab mimisan anterior? Banyak hal yang bisa memicunya, salah satunya mengorek atau mengupil terlalu dalam atau dengan kuku yang tajam. Kok bisa?

Alasannya jelas, sebab jari tangan ini bisa melukai dinding hidung dan menyebabkan borok pada lapisan halus septum (partisi dengan antara lubang hidung), dan ini bisa menyebabkan perdarahan. Enggak cuma itu saja, mengupil juga bisa menimbulkan infeksi di dalam lubang hidung. Sebagian besar orang mengupil dengan jarinya. Nah, ketika jari yang dimasukkan ke dalam lubang hidung tidak bersih, maka bakteri tersebut dapat berpindah dari jari bagian dalam hidung.

Selain mimisan anterior, ada pula mimisan posterior. Pendarahan mimisan ini berasal dari pembuluh darah yang terletak di bagian belakang hidung (di antara langit-langit mulut dan rongga mulut). Mimisan jenis ini cenderung lebih serius dengan volume perdarahan yang lebih banyak. Dalam kebanyakan kasus, kelompok orang yang sering mengalaminya adalah dewasa dan lansia.

Baca juga: Mimisan Saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nah, berikut beberapa hal yang bisa memicu terjadinya mimisan.

  • Membuang ingus terlalu kencang.

  • Cedera pada hidung.

  • Udara yang kering dan dingin. Lapisan dalam hidung yang kering menjadikannya lebih rentan terluka dan terinfeksi.

  • Sinusitis akut atau kronis.

  • Tumor pada rongga hidung.

  • Konsumsi alkohol.

  • Kelainan pada kemampuan pembekuan darah, contohnya hemofilia.

  • Iritasi akibat senyawa kimia, misalnya amonia.

  • Bentuk hidung yang bengkok, misalnya karena keturunan atau cedera.

  • Operasi hidung.

  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti menghirup kokain.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!