5 Penanganan Pertama Saat Anak Alami Mimisan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5 Penanganan Pertama Saat Anak Alami Mimisan

Halodoc, Jakarta – Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab anak-anak mengalami mimisan. Meski keluarnya darah dari hidung anak terkesan mengerikan, namun orangtua sebaiknya jangan terlalu panik. Pasalnya, panik saat menangani mimisan malah bisa membuat anak ikut merasa takut, sehingga penangangan menjadi sulit.

Pada dasarnya, mimisan yang terjadi pada anak bukanlah satu hal yang berbahaya dan cukup sering menimpa anak-anak. Sebab, pembuluh darah yang ada di hidung anak-anak cenderung lebih rapuh dan mudah pecah. Hal itu yang kemudian menyebabkan keluarnya darah dari bagian tersebut. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak berusia 3–10 tahun lebih rentan mengalami mimisan karena hal-hal tertentu.

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Mimisan pada Anak

Mimisan pada anak bisa terjadi karena kondisi cuaca yang sangat kering, suhu yang terlalu panas, kebiasaan membuang ingus terlalu keras, hingga mengorek hidung terlalu dalam. Selain itu, keluarnya darah dari hidung juga bisa terjadi karena adanya benturan, kelainan bentuk hidung, alergi, infeksi, hingga masuknya benda asing ke dalam hidung. Namun pada anak, flu dan alergi dipercaya sebagai penyebab paling umum mimisan.

Saat anak mengalami mimisan, ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama. Tujuannya untuk menghentikan keluarnya darah dari hidung. Apa saja pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat anak mengalami mimisan?

1. Tetap Tenang

Hampir semua orangtua akan merasa panik saat mendapati anak mengeluarkan darah dari tubuhnya. Namun sebaiknya, ibu atau ayah tetap tenang saat menangani mimisan pada anak. Selain memudahkan mengatasi mimisan, tetap tenang selama memberikan pertolongan pertama juga akan menghindari anak dari rasa takut, sehingga mimisan bisa dengan cepat diselesaikan.

2. Posisikan Anak dengan Benar

Langkah pertama yang harus diambil adalah meminta anak untuk duduk dengan posisi kepala agak menunduk. Pastikan Si Kecil tidak bersandar agar tidak terjadi darah mengalir dari saluran hidung bagian dalam ke tenggorokan atau keluar dari mulut. Sebab, jika hal ini terjadi ada risiko anak mengalami tersedak, hingga muntah.

Baca juga: 10 Tanda Mimisan yang Perlu Diwaspadai

3. Tutup dan Tekan Hidung

Gunakan tisu atau lap bersih lalu tutup hidung anak dengan lembut. Caranya dengan menekan bagian hidung yang lunak secara perlahan. Tapi ingat, jangan memasukkan tisu atau lap tersebut ke dalam lubang hidung.

4. Kompres Dingin

Selagi menekan bagian lunak hidung untuk menghentikan mimisan, tempelkan juga kompres dingin untuk membantu menghentikan perdarahan. Kompres bagian pangkal hidung anak sambil tetap menekan dengan lembut. Setelah 10 menit, lepaskan tisu dan kompres dari hidung, lalu perhatikan apakah perdarahan sudah berhenti atau belum.

5. Ulangi

Jika perdarahan masih belum juga berhenti, ulangi langkah-langkah tersebut secara berurutan. Tapi, jika setelah semua pertolongan dilakukan, hidung anak masih saja mengeluarkan darah, segera bawa Si Kecil ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis segera.

Pertolongan medis dibutuhkan jika mimisan tidak berhenti setelah dua kali melakukan pertolongan pertama, anak mulai terlihat pucat dan lemas, serta detak jantung anak menjadi lebih cepat. Mimisan juga bisa menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas, darah keluar terlalu banyak, hingga darah tertelan atau keluar dari mulut. Jika hal itu sudah terjadi, jangan tunda untuk membawa Si Kecil ke rumah sakit.

Baca juga: Jika Mimisan Jadi Tanda Penyakit Serius

Atau ibu bisa meminta bantuan serta saran menghentikan mimisan anak ke dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!