• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tekanan Darah Rendah atau Tinggi, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Tekanan Darah Rendah atau Tinggi, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Tekanan darah pada tubuh seseorang sangat penting karena bertugas untuk memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Seseorang yang memiliki tekanan darah normal, fungsi jantungnya sudah pasti maksimal. Sebaliknya, jika tekanan darah rendah atau tinggi, jantung akan mengalami masalah.

Mengontrol tekanan darah sangat penting untuk dilakukan. Jika kamu mengalami tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah, risiko untuk mengidap gangguan kesehatan yang lebih serius sudah pasti akan lebih tinggi. Sebenarnya, manakah yang lebih berbahaya antara hipertensi dengan tekanan darah rendah?

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Tekanan Darah Rendah & Cara Mengatasinya

Hipertensi dan Hipotensi, Mana yang Lebih Berbahaya?

Seseorang mungkin saja mengalami salah satu gangguan terhadap tekanan darah, yaitu tekanan darah rendah atau tekanan darah tinggi. Kedua hal ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang lebih parah dengan caranya sendiri.

Tekanan darah tinggi atau disebut juga dengan hipertensi, adalah kondisi ketika terlalu banyak darah yang dipompa di arteri. Gangguan kesehatan ini dapat berujung penyakit yang fatal, seperti jantung dan stroke. Seseorang mungkin tidak menyadari mengidap gangguan ini karena jarang menimbulkan gejala.

Sementara itu, tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika darah tidak sepenuhnya mengalir ke otak, arteri, dan organ tubuh. Masalah ini umumnya tidak menyebabkan gejala yang berbahaya, kecuali tekanan darah turun secara tiba-tiba. Hal tersebut akan menyebabkan otak kekurangan pasokan darah yang membuat pusing.

Lalu, manakah yang lebih berbahaya ketika terjadi? Ternyata, tekanan darah tinggi dan rendah sama-sama dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Ketika seseorang mengalami tekanan darah rendah, masalah jangka pendek akan terjadi. Sedangkan ketika seseorang mengalami tekanan darah tinggi, semakin lama kondisi ini terjadi, semakin berisiko juga seseorang mengalami masalah kesehatan yang lebih serius.

Baca juga: Darah Tinggi vs Darah Rendah Bahaya mana

Tekanan darah rendah terbilang membahayakan apabila menimbulkan gejala, seperti pusing, pingsan, dehidrasi, atau napas pendek. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera, terutama ketika kamu pusing atau pingsan. Jika gejala ini terus timbul, kamu harus mengatasi penyebab yang mendasarinya.

Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami tekanan darah rendah, seperti mengeluarkan banyak cairan dari tubuh. Gangguan ini umumnya lebih membutuhkan pertolongan dini dibandingkan tekanan darah tinggi. Pasalnya, hipotensi dapat menghilangkan nyawa dengan lebih cepat.

Sementara itu, hipertensi adalah gangguan yang dapat berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Saat awal mungkin tidak terlihat bahayanya. Namun, jika dibiarkan, kamu mungkin berisiko mengalami serangan jantung atau stroke. Gangguan ini dianggap berbahaya karena orang tidak sadar mengalaminya hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Agar informasinya lebih akurat, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter, atau jika kamu merasa mengalami salah satu gejala yang mengarah pada tekanan darah. Nantinya, dokter akan memberikan resep yang bisa kamu dapatkan langsung melalui layanan pharmacy delivery, sehingga kamu tidak perlu lagi ke apotek.

Baca juga: 6 Hal yang Menyebabkan Angka Tensi Darah Rendah

Untuk mencegah gangguan ini, kamu dapat melakukan diet khusus supaya tekanan darah tetap normal. Selain itu, berolahraga juga sangat penting untuk dilakukan supaya tubuh tetap bugar. Jika gangguan ini terus berlanjut, ada baiknya berdiskusi dengan dokter kamu secara rutin.

Referensi:
MI Blues Perspective. Diakses pada 2021. Hypertension vs Hypotension
Cheatsheet.com. Diakses pada 2021. Which is More Dangerous, High Blood Pressure or Low Blood Pressure?