09 August 2018

Jarang Mandi Bisa Buat Kulit Kena Kadas dan Kurap

kadas dan kurap,kadas,kurap,kebiasaan jarang mandi

Halodoc, Jakarta - Menjaga kebersihan tubuh dengan cara mandi adalah hal yang sangat wajib, apalagi setelah melakukan aktivitas yang membuat tubuhmu mengeluarkan banyak keringat. Kondisi tubuh yang penuh dengan keringat tersebut pasti membuat tubuhmu terasa lengket dan tidak nyaman. Hal ini dikarenakan banyaknya kandungan garam dalam keringat yang menempel di kulit dan jika tidak dibersihkan akan menimbulkan iritasi bahkan jamur.

Salah satu penyakit akibat kebiasaan jarang mandi yang dapat muncul adalah kadas dan kurap. Penyakit kurap atau ringworm adalah penyakit di kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jika terserang penyakit ini, maka akan muncul tambalan kulit berbentuk gelang dan dapat didiagnosis melalui paparan sinar hitam pada area yang terinfeksi. Area yang terinfeksi tersebut akan bercahaya akibat paparan sinar hitam.

Penyebab Kadas dan Kurap

Penyebab utama dari munculnya penyakit ini adalah jamur, sehingga penularannya sangat mudah dan dapat terjadi antara manusia dengan manusia, kontak dengan hewan yang terinfeksi, bahkan penyebaran melalui tanah. Infeksi ini sangat rentan terjadi di antara anak-anak yang gemar berbagi barang yang mungkin tidak bersih atau orang dewasa melalui sentuhan. Terdapat tiga jenis jamur berbeda yang dapat menyebabkan infeksi ini, yaitu trichophyton, microsporum, dan epidermophyton.

Baca juga: Malunya, Panu bisa Muncul di Wajah

Gejala Kadas dan Kurap

Penyakit ini memang umum dan dapat menyerang berbagai usia. Nah, gejala umum kurap atau kadas antara lain:

  • Jika infeksi terjadi di kulit, kulit akan menunjukkan beberapa gejala. Di antaranya adalah kulit memerah, gatal, bersisik, atau membengkak. Selain itu, kulit akan melepuh atau mulai mengeluarkan nanah dari bercak. Bercak yang mirip dengan cincin dan bagian luarnya lebih merah. Sedangkan, bagian tepi bercak akan lebih timbul.
  • Jika infeksi terjadi di kuku, kuku kemungkinan akan menebal, berubah warna, atau mulai pecah.
  • Jika infeksi terjadi di kulit kepala, akan muncul beberapa area yang membotak.

Jenis Kurap

Hal yang membuat penyakit ini cukup mengerikan adalah karena ia dapat menyerang dan menginfeksi berbagai bagian tubuh manusia. Nah, berikut ini jenis kurap yang mungkin terjadi:

  1. Kurap di Kaki (Kaki Atlet)

Infeksi di jari-jari kaki ini disebabkan oleh trichophyton atau epidermophyton, yaitu jamur yang bisa tumbuh di daerah yang lembab dan hangat. Misalnya di sela-sela jari-jari kaki. Sisik sangat halus akan terbentuk dan disertai gejala lain seperti ruam yang terasa gatal, nyeri, bahkan muncul lepuhan yang berisi cairan. Kaki akan terlihat seperti retak-retak dan menyebabkan munculnya infeksi bakteri yang lebih berbahaya jika tidak segera diobati.

  1. Kurap di Selangkangan

Infeksi jamur ini umumnya lebih sering dialami oleh pria ketimbang wanita. Jika terkena penyakit ini, area selangkangan akan memerah dengan bentuk seperti cincin disertai lepuhan kecil di kulit sekitar selangkangan dan kulit paha atas bagian dalam. Rasa gatal dan nyeri hebat akan muncul, sehingga perlu penanganan serius. Bahkan apabila sudah diobati, infeksi juga berpotensi menyerang kembali.

  1. Kurap di Kepala

Penyakit ini sangat rentan menyerang anak-anak. Penyakit ini juga dicirikan dengan ruam merah bersisik yang terkadang terasa gatal serta kerontokkan rambut. Jika terus dibiarkan, kerontokan rambut yang terjadi dapat meninggalkan bercak pitak tanpa disertai ruam.

  1. Kurap di Janggut

Jenis kurap ini muncul pada bagian janggut yang biasanya ditumbuhi oleh rambut yang disebut jenggot. Rambut-rambut yang tumbuh akan rontok dan kulit mengalami pembengkakan dan pengerasan.

  1. Kurap di Wajah

Berbeda dari yang lain, kurap ini tidak berbentuk cincin. Kurap yang timbul pada wajah hanya membentuk luka merah, bersisik, dan garis luar dari luka tidak beraturan.

Baca juga: Gejala Herpes Zoster yang Perlu Diwaspadai

Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai penyakit kadas dan kurap atau informasi mengenai penyakit lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.