08 January 2019

Jangan Tertukar, Ini Bedanya Gejala Tifus dan Demam Berdarah

Jangan Tertukar, Ini Bedanya Gejala Tifus dan Demam Berdarah

Halodoc, Jakarta - Dalam beberapa kasus, terkadang penyakit tifus dan demam berdarah sering kali menimbulkan gejala yang hampir serupa. Itulah sebabnya banyak orang yang keliru ketika mengenali kedua penyakit ini. Diagnosis sebenarnya baru diketahui ketika berkunjung ke dokter.

Kedua penyakit ini biasanya menimbulkan gejala demam tinggi selama berhari-hari. Gejala tifus dan demam berdarah juga sering kali membuat badan terasa lemas. Nah, meski gejala demam berdarah dan tifus memang terlihat mirip, tapi kita tetap bisa kok membedakan kedua penyakit tersebut.

1. Bintik Merah yang Berbeda

Kulit pengidap demam berdarah akan muncul bintik merah yang terjadi akibat pendarahan. Ketika ditekan, bintik ini tak akan pudar. Selain itu, pengidap demam berdarah biasanya akan mengalami mimisan dan perdarahan ringan pada gusi. Sedangkan gejala tifus, bintik merah bukan disebabkan pendarahan, melainkan akibat infeksi dari bakteri salmonella.

Baca juga: 3 Fase Demam Berdarah yang Wajib Kamu Ketahui

2. Tifus, Tidak Enak Perut

Pengidap demam berdarah biasanya juga akan mengalami gejala berupa nyeri pada ulu hati. Rasanya cukup khas, tak seperti maag. Sedangkan gejala tifus lain lagi. Pengidapnya akan merasa tidak enak perut, tapi tak sampai menimbulkan nyeri hebat.

3. Demam Tifus Naik-Turun

Gejala demam berdarah berupa demam tinggi bisa berlangsung sepanjang hari. Sedangkan tifus lain ceritanya, demam pada pengidap tifus biasanya cenderung naik turun dan berpola waktunya. Misalnya, demam tinggi di malam hari dan akan turun pada pagi harinya.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Orang Dewasa Terkena Tifus

4. Demam Berdarah Menimbulkan Nyeri

Pengidap demam berdarah akan mengalami nyeri sendi, otot, dan tulang. Nyerinya akan terasa setelah demam muncul. Enggak cuma itu, demam berdarah juga bisa menyebabkan pengidapnya sakit kepala parah, mual, dan muntah. Sementara gejala tifus berkaitan dengan saluran pencernaan. Oleh sebab itu, gejala demam pada pengidap tifus pasti disertai dengan gejala sakit di saluran cerna. Contohnya, sakit perut, diare, ataupun sembelit.

5. Tifus Bukan Musiman

Penyakit tifus bukanlah penyakit musiman. Penyakit ini bisa mengintai sepanjang tahun bila tidak menjaga kebersihan lingkungan dengan baik. Sedangkan demam berdarah, lain lagi ceritanya. Dalam kebanyakan kasus, demam berdarah merupakan penyakit musiman. Kasusnya akan meningkat saat musim penghujan, di mana lingkungan yang lembap jadi tempat yang tepat untuk nyamuk berkembang biak.

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

6. Komplikasinya Berbeda

Komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pengidap demam berdarah adalah kerusakan pembuluh darah yang bisa menyebabkan perdarahan. Kata ahli, kondisi ini bisa menyebabkan kegagalan sistem organ dalam yang berujung kematian. Sedangkan komplikasi tifus, bisa menyebabkan usus berulubang (perforasi usus) yang dapat membuat isi usus bocor ke rongga perut dan menimbulkan infeksi.

7. Tidak Terjadi Syok

Pengidap tifus tak akan mengalami syok bila belum terjadi komplikasi. Sedangkan pengidap demam berdarah, bisa mengalami syok, bahkan terbilang sering terjadi.

Punya keluhan dengan tifus atau demam berdarah? Jangan tunda untuk meminta bantuan dokter demi mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!