• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Normalkah BAB Cair Pada Bayi? Ini Faktanya

Normalkah BAB Cair Pada Bayi? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Kondisi feses dapat menjadi tanda dari kesehatan seseorang. Tidak terkecuali kondisi feses yang dimiliki oleh bayi yang baru dilahirkan. Ibu, tidak ada salahnya untuk memerhatikan kondisi BAB bayi yang baru dilahirkan. Dengan begitu, ibu dapat menilai kecukupan ASI atau asupan yang dikonsumsi oleh bayi.

Baca juga: 3 Jenis Dehidrasi pada Anak Diare

Umumnya, bayi yang baru dilahirkan memiliki tekstur, warna bahkan aroma feses yang khas. Frekuensi buang air besar pada bayi yang baru dilahirkan juga  lebih sering dibandingkan orang dewasa atau bayi yang memasuki usia beberapa bulan. Lalu, apakah normal jika bayi yang baru dilahirkan memiliki feses yang cair? Yuk, ketahui alasan selengkapnya.

BAB Cair pada Bayi, Normalkah?

Menurut situs halaman Ikatan Dokter Anak Indonesia, bayi yang baru saja dilahirkan hingga memasuki usia dua bulan memiliki frekuensi BAB yang cukup sering. Bayi yang baru dilahirkan dan mengonsumsi ASI secara eksklusif dapat BAB hingga 10 kali dalam satu hari.

Kondisi ini disebabkan adanya refleks gastrokolika yang dialami oleh bayi yang baru dilahirkan. Refleks gastrokolika adalah refleks tubuh yang menyebabkan pergerakan pada usus besar setelah bayi makan dan minum. Kondisi ini menyebabkan bayi BAB setiap ia mengonsumsi ASI. Lalu, bagaimana dengan kondisi BAB yang cair? Kondisi ini normal terjadi. Tekstur BAB bayi yang baru dilahirkan akan tampak cair, berbusa, dan memiliki aroma asam yang cukup kuat.

Kondisi ini disebabkan usus bayi yang belum berfungsi dengan sempurna sehingga laktosa yang terkandung dalam ASI tidak dapat dicerna dengan baik. Laktosa yang tidak dicerna oleh usus halus akan masuk ke usus besar dan melewati proses fermentasi oleh bakteri dalam usus besar.

Inilah yang menyebabkan BAB memiliki aroma asam dan cair akibat proses fermentasi. Nah, ibu tidak perlu khawatir ketika berat badan bayi tetap mengalami kenaikan yang signifikan. Jika bayi tetap terlihat nyaman dan sehat, kondisi ini merupakan hal yang cukup normal dialami oleh bayi yang baru lahir.

Baca juga: Makanan yang Tepat saat Anak Diare

Kenali Perbedaan BAB Cair dan Diare pada Bayi

Meskipun BAB cair merupakan kondisi yang normal, ibu harus perhatikan setiap bayi melakukan BAB agar ibu bisa mencegah gangguan kesehatan pada saluran cerna yang dialami oleh bayi. Ketahui perbedaan BAB cair dengan kondisi diare yang mungkin dialami oleh bayi.

Sebaiknya jika bayi terlihat lemas setelah buang air besar, feses lebih cair dan frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya, tidak ada salahnya ibu melakukan pemeriksaan kesehatan bayi pada rumah sakit terdekat untuk mencegah gangguan kesehatan, seperti diare.

Penyakit diare yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan bayi alami dehidrasi yang berakibat gangguan kesehatan lainnya. Tidak ada salahnya juga untuk perhatikan warna feses. Meskipun warna feses pada bayi yang baru lahir akan berbeda, namun kondisi ini bisa menjadi perhatian orangtua.

Baca juga: Ini Perbedaan Diare dan Muntaber

Umumnya, feses bayi yang normal berwarna hijau kehitaman, hijau kecoklatan, dan kuning emas. Sebaiknya ibu perlu waspada ketika bayi memiliki warna feses kemerahan, hitam dan putih atau sangat pucat. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika bayi menunjukkan gejala tersebut.

Referensi:
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2019. Tinja Bayi: Normal atau Tidak?
Web MD. Diakses pada 2019. The Truth About Baby Poop