Jenis-Jenis Patologi Anatomi oleh Dokter Spesialis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
jenis-jenis patologi anatomi oleh dokter spesialis

Halodoc, Jakarta – Patologi anatomi merupakan jenis pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium untuk mendiagnosis jenis penyakit. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan sel jaringan, pemeriksaan mikroskopik, maupun organ. Hasil dari pemeriksaan patologi anatomi ini, biasanya akan menjadi bahan pertimbangan bagi dokter dalam menentukan tindakan medis apa yang akan dilakukan untuk menangani penyakit pengidap. Ada berbagai jenis patologi anatomi yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit yang kamu miliki. Yuk, ketahui lebih lanjut tentang patologi anatomi beserta jenisnya di sini.

Apa Itu Patologi Anatomi?

Patologi adalah spesialisasi medis yang khusus meneliti tentang sifat dan penyebab penyakit. Ahli patologi adalah praktisi medis spesialis yang bertanggung jawab untuk memeriksa perubahan jaringan, darah, serta cairan tubuh lainnya. Bila terjadi perubahan dalam cairan tubuh tersebut, hal ini berarti adanya kemungkinan seseorang terkena penyakit. Sementara pemeriksaan lainnya bisa menunjukkan keberadaan, penyebab dan tingkat keparahan penyakit, serta memantau efektivitas dari perawatan yang sudah dilakukan.

Sedangkan patologi anatomi adalah cabang patologi yang menangani diagnosis jaringan penyakit. Jaringan yang terkena penyakit ini diambil dari tubuh pengidap dengan melakukan metode biopsi. Patologi anatomi tidak bisa dilakukan oleh sembarang dokter. Hanya dokter yang sudah dilatih dalam patologi anatomi dan patologi klinik lah yang bisa mengerjakan jenis pemeriksaan ini.

Patologi anatomi, biasanya digunakan untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker. Pemeriksaan jaringan ini sangat penting dilakukan sebelum memutuskan untuk memulai perawatan yang melibatkan pembedahan besar, radiasi, ataupun obat-obatan dan perawatan yang mungkin memiliki efek samping yang besar.

Baca juga: Ketahui Prosedur Pembedahan Saat Operasi

Jenis Patologi Anatomi

Jenis patologi anatomi ada berbagai macam dan masing-masing memiliki prosedur yang berbeda-beda:

1. Pemeriksaan Kasar

Disebut pemeriksaan kasar, karena jaringan yang sakit diteliti dengan mata telanjang. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk fragmen jaringan yang besar, sehingga penyakit sudah bisa langsung dikenali hanya dengan melihatnya saja. Kadang-kadang, ahli patologi juga menggunakan mikroskop stereo saat melakukan pemeriksaan kasar, khususnya untuk memeriksa organisme parasit. Dalam pemeriksaan ini, ahli patolog juga akan memilih daerah yang akan diproses lebih lanjut dengan metode histopatologi.

2. Histopatologi

Histopatologi adalah pemeriksaan mikroskopik pada salah satu bagian jaringan yang dicat dengan menggunakan teknik histologis. Cat standar yang biasanya digunakan adalah hematoksilin dan eosin. Cara pemeriksaan ini dilakukan adalah dengan menggunakan kaca mikroskop yang dicat dengan hematoksilin dan eosin untuk mendapatkan diagnosis yang lebih spesifik berdasarkan pada morfologi. Ilmu yang mempelajari pengecatan bagian jaringan disebut histokimia.

3. Imunohistokimia

Pemeriksaan ini menggunakan antibodi untuk mendeteksi keberadaan, jumlah, dan lokasi protein secara spesifik. Teknik ini penting untuk membedakan antara gangguan dengan morfologi yang mirip. Selain itu, imunohistokimia juga bisa menunjukkan sifat-sifat molekuler kanker tertentu.

Baca juga: Datang Diam-Diam, 4 Kanker ini Sulit Dideteksi

4. Hibridisasi In Situ

Molekul DNA dan RNA yang spesifik bisa dikenali dengan memeriksa jaringan penyakit dengan menggunakan teknik ini.

5. Sitopatologi

Pemeriksaan sel-sel lepas yang dicat pada kaca dengan menggunakan teknik sitologi.

6. Mikroskopi Elektron

Jenis ini merupakan pemeriksaan jaringan dengan mikroskop elektron yang memungkinkan visual yang jauh lebih besar dan spesifik dalam sel. Sebenarnya, teknik ini sudah sering digantikan oleh imunohistokimia, tapi tetap digunakan untuk mendiagnosis penyakit tertentu, seperti penyakit ginjal dan pengenalan sindrom silia imotil.

Baca juga: 7 Tanda Awal Penyakit Ginjal

7. Sitogenetika Jaringan

Jenis ini merupakan visualisasi kromosom untuk mengenali cacat genetik, seperti translokasi kromosom.

8. Imunofenotipe Arus

Pemeriksaan ini amat berguna untuk mendiagnosis jenis-jenis leukemia dan limfoma yang berbeda. Pemeriksaan ini menggunakan teknik sitometri arus.

Bila ingin melakukan patologi anatomi, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter. Kamu juga bisa berdiskusi dan minta saran kesehatan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.