Jika Diabaikan, MRSA Dapat Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Jika Diabaikan, MRSA Dapat Berakibat Fatal

Halodoc, Jakarta – Infeksi yang terjadi pada tubuh adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali, terutama jika disebabkan oleh bakteri berbahaya. Salah satu jenis infeksi yang harus segera ditangani adalah methicillin-resistant Staphylococcus aureus alias MRSA. Jika dibiarkan, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus ini bisa berakibat fatal pada kondisi tubuh. 

Bakteri Staphylococcus yang menyebabkan MRSA umumnya sudah tidak mempan lagi terhadap banyak jenis antibiotik. Bakteri ini hidup di kulit serta hidung manusia dan sebenarnya jarang membahayakan tubuh. Namun, saat pertumbuhan bakteri Staphylococcus tidak terkendali, bakteri ini bisa menyebabkan infeksi. Infeksi yang ringan bisa diatasi dengan pemberian antibiotik, namun semakin lama ada kemungkinan muncul bakteri Staphylococcus, berjenis MRSA yang tidak bisa diatasi dengan antibiotik. Penanganan medis harus segera dilakukan saat infeksi bakteri ini terjadi. 

Baca juga: 3 Hal yang Bisa Sebabkan MRSA

Risiko Fatal Jika Mengabaikan MRSA

Risiko infeksi meningkat pada beberapa golongan orang seperti orang yang terbiasa menggunakan antibiotik tanpa indikasi yang jelas dan bekerja di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik.

Penyebab utama infeksi MRSA adalah bakteri Staphylococcus. Risiko infeksi meningkat pada beberapa golongan orang, seperti orang yang terbiasa menggunakan antibiotik tanpa indikasi yang jelas dan bekerja di fasilitas kesehatan, misalnya rumah sakit atau klinik.  Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang memiliki perilaku seksual tidak aman. 

Infeksi ini harus segera mendapat penanganan medis untuk menghindari akibat fatal. Kabar buruknya, penanganan penyakit ini tergolong sulit karena infeksi tidak mempan dan tahan terhadap banyak jenis antibiotik. Infeksi yang menyebar dan tidak mendapat penanganan tepat bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada organ lain. di antaranya paru-paru, tulang, sendi, aliran darah, hingga jantung. 

Pengobatan untuk kondisi ini bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis MRSA yang menyerang. Namun secara umum, infeksi ini ditangani dengan pemberian obat berjenis antibiotik baik melalui suntikan maupun antibiotik tablet. Dosis dan jangka waktu pemberian antibiotik tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan hasil pemeriksaan laboratorium. 

Baca juga: 8 Gejala MRSA yang Perlu Diwaspadai

Dalam beberapa kasus, infeksi bisa menjadi lebih buruk dan meluas. Kalau ini yang terjadi, penanganan biasanya akan dilakukan dengan membuat sayatan pada kulit yang terinfeksi, kemudian mengeluarkan nanah dari bagian tersebut. Sebelum melakukan sayatan, dokter akan memberi obat bius lokal di area yang terinfeksi.  

Salah satu kunci untuk mencegah infeksi MRSA adalah dengan selalu menjaga kebersihan, terutama jika berada di rumah sakit atau saat mengunjungi pasien infeksi. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan menggunakan pakaian khusus. Selain itu, usahakan untuk selalu mencuci tangan dengan benar setiap sebelum dan sesudah beraktivitas. Jika memiliki luka, cobalah untuk menutup bagian tubuh yang terluka dengan penutup khusus agar tidak mudah terkontaminasi.

Menjaga kebersihan pakaian juga harus dilakukan agar terhindar dari infeksi MRSA, terutama saat tengah memiliki luka pada kulit. Biasakan untuk selalu mencuci pakaian dengan air panas dan sabun cuci, tujuannya untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi yang mungkin menempel di kain. Hindari juga penularan penyakit dengan tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain. 

Baca juga: Inilah 2 Tipe MRSA yang Perlu Diketahui

Cari tahu lebih lanjut seputar infeksi MRSA dan cara mengatasinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Diseases and Conditions MRSA Infection
Healthline (Diakses pada 2019). MRSA (Staph) Infection 
WebMD (Diakses pada 2019). Understanding MRSA Infection