2 Metode Pengobatan untuk Atasi Infeksi Luka Operasi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
2 Metode Pengobatan untuk Atasi Infeksi Luka Operasi

Halodoc, Jakarta - Semua jenis luka memiliki potensi untuk menjadi infeksi, terutama jika ada kesalahan dalam perawatannya. Infeksi pun dapat terjadi pada luka operasi, yang juga dikenal dengan sebutan infeksi luka operasi. Infeksi ini terjadi pada luka bekas sayatan operasi, dan umumnya terjadi pada 30 hari pertama setelah operasi. 

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam prosedur operasi, dokter bedah biasanya akan membuat sayatan pada kulit dengan menggunakan pisau bedah, sehingga menimbulkan luka operasi. Meski telah sesuai dengan prosedur dan melalui berbagai tindakan pencegahan, kemungkinan munculnya infeksi pada luka operasi akan selalu ada. 

Ada 3 tempat yang memungkinkan terjadi infeksi luka operasi, yaitu:

  • Infeksi luka operasi sayatan dangkal (superficial). Infeksi terjadi hanya di area sayatan kulit.

  • Infeksi luka operasi sayatan dalam (deep). Infeksi terjadi pada sayatan di otot.

  • Organ atau rongga. Tipe infeksi ini dapat terjadi di organ dan rongga daerah operasi.

Baca juga: Faktor Risiko Infeksi Luka Operasi yang Perlu Diketahui

Infeksi luka operasi bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Ruam kemerahan.

  • Demam.

  • Rasa sakit.

  • Perih.

  • Luka terasa panas.

  • Pembengkakan

  • Proses penyembuhan yang lama.

  • Terbentuknya nanah.

  • Luka operasi mengeluarkan bau.

Disebabkan oleh Bakteri

Infeksi luka operasi (ILO) umumnya disebabkan oleh bakteri. Contohnya adalah Staphylococcus, Streptococcus, dan Pseudomonas. Luka operasi dapat terinfeksi oleh bakteri-bakteri tersebut melalui berbagai bentuk interaksi, antara lain:

  • Interaksi antara luka operasi dengan kuman yang ada di kulit.

  • Interaksi dengan kuman yang tersebar di udara.

  • Interaksi dengan kuman yang telah ada di dalam tubuh atau organ yang dioperasi.

  • Interaksi dengan tangan dokter dan perawat.

  • Interaksi dengan alat-alat operasi.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi luka operasi adalah:

  • Menjalani prosedur operasi yang membutuhkan waktu lebih dari 2 jam.

  • Menjalani operasi bagian perut.

  • Menjalani operasi segera (cito).

  • Orang lanjut usia.

  • Mengidap kanker.

  • Memiliki diabetes.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Obesitas.

  • Perokok.

Baca juga: Bahayakah Infeksi Bekas Luka Operasi?

Metode Pengobatan untuk Atasi Infeksi

Ada beberapa metode pengobatan yang digunakan untuk mengobati infeksi luka operasi, yaitu:

1. Pemberian Antibiotik 

Obat ini digunakan untuk mengobati sebagian besar luka infeksi dan menghentikan penyebarannya. Lamanya waktu pengobatan dengan antibiotik bervariasi, namun biasanya berlangsung paling sedikit 1 minggu. Jika luka atau area infeksi kecil dan dangkal, maka antibiotik yang digunakan bisa berbentuk krim, seperti fusidic acid. 

Antibiotik juga dapat diberikan dalam bentuk suntikan atau tablet. Beberapa jenis antibiotik yang paling umum dipakai, antara lain:

  • Co-amoxiclav.

  • Clarithromycin.

  • Erythromycin.

  • Metronidazole.

Beberapa luka yang terinfeksi oleh bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) akan tahan terhadap antibiotik yang umumnya digunakan. MRSA membutuhkan antibiotik khusus untuk mengobatinya.

2. Prosedur Operasi Invasif 

Terkadang, dokter bedah perlu melakukan operasi kembali untuk membersihkan luka. Tindakan tersebut meliputi:

  • Membuka luka operasi dengan melepas jahitan.

  • Melakukan tes kulit dan jaringan pada luka untuk mendeteksi jika ada infeksi dan jenis pengobatan antibiotik apa yang akan digunakan.

  • Membersihkan luka dengan menghilangkan jaringan mati atau terinfeksi pada luka (debridement).

  • Membersihkan luka dengan larutan garam atau saline.

  • Mengalirkan nanah atau abses jika ada.

  • Menutup luka (jika berlubang) dengan kassa steril yang dibasahi oleh larutan saline.

Baca juga: Begini Prosedur Diagnosis Infeksi Luka Operasi

Itulah sedikit penjelasan tentang infeksi luka operasi. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!