26 November 2018

Miss V Terasa Gatal Tak Tertahankan, Gejala Vaginitis?

gejala vaginitis, kesehatan wanita

Halodoc, Jakarta - Vaginitis merupakan inflamasi atau infeksi yang terjadi pada Miss V. Gatal, pembengkakan, infeksi pada Miss V, dan rasa gatal yang berlebihan merupakan gejala vaginitis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, gangguan kesehatan hormon, jamur, bahkan alergi.

Vaginitis sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu “vagi” yang artinya lubang atau kemaluan, dan “itis” yang artinya peradangan. Vaginitis bisa ditangani sendiri, terutama jika sudah mengenali gejala vaginitis karena sudah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya. Namun, apabila kamu merasakan salah satu gejala yang tidak biasa atau perubahan pada Miss V, kamu perlu waspada.

Jika kamu mengalami kondisi di bawah ini, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter:

  • Belum pernah mengalami infeksi pada Miss V.

  • Gejala yang dialami berbeda dengan infeksi pada Miss V yang pernah dialami.

  • Berhubungan intim dengan lebih dari 1 orang. Gejala kondisi ini terkadang mirip dengan penyakit menular seksual.

  • Iritasi dan rasa gatal tak tertahankan pada Miss V.

Selain itu, gejala vaginitis yang timbul tergantung pada jenis yang dialami dan tingkat keparahannya. Terdapat 3 jenis vaginitis, yaitu:

Vaginosis Bakterialis

Kondisi ini merupakan infeksi Miss V yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan flora normal di dalam Miss V. Kondisi ini ditandai dengan cairan yang keluar sedikit berwarna abu-abu dan berbau tak sedap. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri gardnerella vaginalis.

Infeksi Jamur

Disebabkan oleh candida albicans, yaitu salah satu jenis jamur yang normal ditemukan dalam Miss V. Jika terjadi perubahan kondisi ekosistem pada organ Miss V, jamur ini akan membiak melampaui batas normal.

Gejala yang terjadi yaitu terdapat cairan kental dalam Miss V, berwarna putih dan berbau tak sedap, timbul rasa gatal, nyeri, dan panas saat buang air kecil atau berhubungan intim.

Trichomoniasis

Kondisi ini disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis yang menimbulkan cairan berbau, banyak, berwarna kuning kehijauan dan kadang berbusa, sangat gatal dan terasa perih, dan bisa menular melalui hubungan intim.

Kamu bisa melakukan hal-hal di bawah ini sebagai langkah pencegahan vaginitis. Kamu juga dapat melakukan hal-hal ini jika kamu mengidap gejala vaginitis, agar tidak semakin memperparah kondisi kamu:

  • Menempelkan kompres dingin, seperti handuk, pada area labial untuk meredakan rasa tidak nyaman hingga obat antijamur yang sedang digunakan dapat bekerja.

  • Menggunakan pengobatan yang dikhususkan untuk infeksi jamur.

  • Kenakan pakaian dalam yang tidak ketat dan berbahan katun.

  • Jangan membasuh bagian dalam Miss V.

  • Kompres air dingin juga dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan pada Miss V.

  • Jangan gunakan sabun dengan pewangi buatan. Karena kadar pH pada sabun berbahan pewangi buatan dapat meningkatkan keasaman pada Miss V.  Kondisi tersebut dapat embuat bakteri berkembang biak di dalam Miss V yang menyebabkan keputihan berlebih.

  • Menjaga Miss V dan area di sekitar Miss V tetap bersih serta kering. Hindari berendam air hangat selama infeksi belum sepenuhnya pulih.

Vaginitis memang tidak berakibat fatal. Namun, gejala vaginitis yang timbul dan dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi tertentu. Misalnya menjadi lebih rentan terinfeksi penyakit menular seksual.

Kondisi ini sangat umum terjadi, dan kebanyakan wanita pernah mengalami vaginitis setidaknya sekali dalam hidup. Vaginitis paling sering terjadi pada wanita muda yang aktif secara seksual. Diskusikan segera dengan dokter ahli apabila kamu mengalami keputihan secara berlebihan. Karena hal ini merupakan penyebab utama terjadinya vaginitis.

Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Nah, setelah berdiskusi tentang kondisi kesehatan kamu, kamu bisa langsung membeli obat yang kamu butuhkan. Pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: