• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kandungan Berbahaya dalam Skincare Ini Harus Dihindari

Kandungan Berbahaya dalam Skincare Ini Harus Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Begitu banyak brand dan jenis skin care yang rasanya semua harus dimiliki untuk merawat kulit wajah agar tetap sehat dan cantik. Namun, sebelum membeli sebuah produk skin care, sebaiknya jangan hanya berpatokan pada apa yang dikatakan iklan atau siapa yang mengiklankannya.

Kamu perlu meneliti terlebih dulu apa saja komposisi yang terkandung di dalamnya. Ada ribuan bahan kimia yang mungkin berbahaya yang diserap oleh kulit dan tubuh. Sama seperti saat melihat komposisi pada makanan kemasan, kamu juga perlu mengecek apa saja kandungannya. Pastikan beberapa kandungan berbahaya berikut tidak termasuk dalam skin care yang kamu pilih. 

Baca juga: Inilah 6 Skincare Cegah Jerawat untuk Remaja

1. Paraben

Paraben merupakan zat pengawet yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi dalam produk kosmetik. Paraben memiliki sifat untuk meniru estrogen yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara. 

Zat kimia ini diserap melalui kulit dan telah diidentifikasi dalam sampel biopsi dari tumor payudara. Zat ini dapat ditemukan dalam makeup, sabun untuk tubuh, deodoran, shampo, dan pembersih wajah. Kamu juga dapat menemukannya dalam produk makanan dan farmasi. 

2. Zat Pewarna Sintetis

Jika kamu melihat label produk, perhatikan apakah ada istilah FD&C atau D&C. Simbol ini sebagai istilah pewarna buatan. F, mewakili makanan dan D&C mewakili obat dan kosmetik. Huruf-huruf ini biasanya ditulis dengan warna dan angka (contohnya, D&C Red 27 atau FD&C blue 1). Warna-warna sintetis ini berasal dari sumber minyak tar atau batubara. 

Warna-warna sintetis diduga merupakan karsinogen manusia, mengiritasi kulit, dan berkaitan dengan penyebab ADHD pada anak-anak. Beberapa negara di Eropa telah melarang kandungan ini dalam produk skin care

Baca juga: Efek Terlalu Banyak Pakai Skincare pada Kulit

3. Pewangi/ Parfume

Parfum pada skincare dan kosmetik berbeda dengan parfum untuk pewangi tubuh. Untuk skincare, sebaiknya pilihlah produk yang fragrance free, sebab zat ini memiliki efek negatif. Efek sampingnya dapat membuat sakit kepala, mengiritasi kulit, menyebabkan alergi, asma dan gangguan pernapasan, hingga merusak sistem reproduksi dan meningkatkan risiko kanker. 

4. Phthalates

Zat ini juga bahan kimia yang berbahaya. Perlu kamu waspadai karena zat ini digunakan dalam hampir banyak produk (losion, cat kuku, atau hair spray) untuk meningkatkan fleksibilitas dan kelembutan. Phthalates dikenal sebagai pengganggu endokrin dan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, perkembangan payudara dini pada anak perempuan, dan cacat lahir reproduksi pada pria dan wanita. 

Sayangnya, keberadaan kandungan ini tidak selalu dicantumkan pada setiap produk. Keberadaan zat ini disembunyikan dalam label ‘parfume’ atau ‘secret formula’. Jadi, sebaiknya hindari memiliki produk skincare dengan embel-embel ‘secret formula’ ya!

5. Triclosan

Selain pada beberapa produk skin care, kandungan triclosan umum ditemukan pada pasta gigi, deodoran, dan sabun antibakteri. Zat kimia ini berkaitan dengan gangguan hormonal, resistensi bakteri, gangguan fungsi otot, dan gangguan fungsi kekebalan tubuh. Triclosan juga dapat meningkatkan munculnya alergi. 

Meskipun bersifat antibakteri, zat kimia ini justru membuat bakteri lebih kuat dan bertahan lama. Ada beberapa produk pun yang menambahkan triclosan dalam konsentrasi yang tinggi. Padahal, ini akan membuat bakeri lebih kebal dan sulit mati.

Baca juga: 8 Urutan Penggunaan Skincare yang Benar

Itulah beberapa zat kimia berbahaya yang harus dihindari dalam produk skincare. Lebih hati-hati dan selektif lagi dalam memilih produk skincare agar tidak terjadi gangguan kesehatan yang tidak diinginkan. Jika ada istilah zat yang tidak kamu kenali dalam komposisi skincare, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penjelasan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc agar interaksi dengan dokter mengenai kesehatan lebih mudah. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What's In Your Personal Care Products?
Huffpost. Diakses pada 2020. 10 Toxic Beauty Ingredients to Avoid.