• Home
  • /
  • Kanker Otak Bisa Terjadi karena Genetik, Benarkah?

Kanker Otak Bisa Terjadi karena Genetik, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kanker Otak Bisa Terjadi karena Genetik, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Penyebab pasti dari kanker otak hingga kini memang belum bisa dipastikan. Namun, menurut berbagai penelitian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker otak. Salah satunya adalah faktor genetik atau keturunan. 

Ya, pada beberapa kasus, kanker otak yang berawal dari tumor, terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker sebelumnya. Seseorang juga dapat lebih berisiko terkena kanker otak, jika memiliki riwayat penyakit genetik dalam keluarga, seperti sindrom Gorlin, sindrom Turner, sindrom Li-Fraumeni, tuberous sclerosis, atau neurofibromatosis.

Baca juga: Agung Hercules Kena Kanker Glioblastoma, Ini Penjelasannya

Selain Genetik, Faktor-Faktor Ini juga Tingkatkan Risiko Kanker Otak

Genetik mungkin merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker otak. Namun sebenarnya, ada banyak faktor lainnya yang turut memengaruhi peningkatan risiko kanker otak, yaitu:

1. Paparan Radiasi

Contoh paparan radiasi yang dapat meningkatkan risiko kanker otak bisa berasal dari radiasi nuklir, ledakan bom atom, atau radioterapi untuk mengobati kanker. Orang yang terpapar radiasi dosis tinggi atau dalam jangka waktu yang lama, lebih berisiko terkena kanker, termasuk kanker otak. Sel kanker akibat paparan radiasi tinggi umumnya baru berkembang sekitar 10-15 tahun setelah terpapar. Sementara itu, paparan radiasi dari pemeriksaan radiologi, seperti CT scan dan Rontgen, atau radiasi HP, sejauh ini masih dianggap belum cukup tinggi untuk menyebabkan kanker otak.

2. Pencemaran Lingkungan

Paparan bahan kimia tertentu atau pencemaran lingkungan pada jangka waktu panjang bisa meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker otak. Contoh bahan kimianya adalah pestisida, herbisida (pembasmi gulma), vinil klorida pada produk plastik, timah, dan zat kimia yang terdapat pada karet, bahan bakar, serta tekstil. Orang yang cukup berisiko terpapar bahan kimia ini adalah petani, pekerja kilang minyak, serta karyawan industri plastik, karet, dan tekstil.

Baca juga: Hati-Hati, Pembengkakan Otak Bisa Terjadi karena 6 Hal Ini

3. Kebiasaan Merokok

Kandungan bahan kimia dalam rokok dapat merusak sel-sel tubuh. Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan kanker paru-paru dan meningkatkan risiko terkena kanker lainnya, termasuk kanker otak.

4. Infeksi Virus

Infeksi virus dapat menyebabkan kerusakan pada DNA sel, sehingga meningkatkan risiko sel-sel tubuh berubah menjadi kanker. Hal ini juga dapat terjadi pada sel-sel otak. Beberapa jenis virus yang kerap dikaitkan dengan kanker otak adalah HIV, cytomegalovirus dan virus Epstein-Barr (EBV).

5. Usia dan Jenis Kelamin

Berdasarkan sejumlah data medis, kanker otak lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan orang lanjut usia. Untuk jenisnya, wanita disebut lebih berisiko terkena kanker otak jenis meningioma, sedangkan kanker otak jenis medulloblastoma lebih sering ditemukan pada anak-anak. 

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan

Itulah beberapa faktor lain yang dapat tingkatkan risiko kanker otak, selain genetik. Risiko kanker otak karena faktor genetik mungkin tidak dapat dicegah. Namun, paparan radiasi, bahan kimia, dan kebiasaan merokok adalah faktor-faktor yang bisa dihindari untuk menurunkan risiko terjadinya kanker otak. 

Meski begitu, perlu diingat bahwa faktor risiko tersebut tidaklah mutlak menjadi penyebab kanker otak. Jika seseorang memiliki satu atau beberapa faktor risiko, belum tentu juga ia pasti akan terkena kanker otak. Faktor-faktor tersebut hanya meningkatkan risiko terjadinya kanker otak pada seseorang. Sebaliknya, kanker otak juga dapat terjadi meskipun tidak ada faktor risiko.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mempelajari penyebab kanker otak dan faktor-faktor risikonya. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut tentang kanker ini, download aplikasi Halodoc dan tanya langsung pada dokter lewat chat.

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Risk Factors for Brain and Spinal Cord Tumors.
Cancer Council Australia. Diakses pada 2020. Type of Cancer. Brain Cancer.
American Society of Clinical Oncology. Diakses pada 2020. Brain Tumor: Risk Factors.
Healthline. Diakses pada 2020. Brain Cancer.