Kanker Testis adalah Penyakit Genetik, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Kanker Testis adalah Penyakit Genetik, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Kanker testis adalah salah satu penyakit yang hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, ada beberapa orang yang sering mengaitkan penyakit ini dengan kondisi genetik. Kanker testis disebut-sebut masuk dalam jenis penyakit genetik. Benarkah? 

Jenis kanker yang satu ini terjadi karena adanya pertumbuhan tidak normal pada sel-sel di testis. Sel-sel tersebut tumbuh secara tidak terkendali. Meski begitu, penyakit ini masuk dalam jenis kanker yang tergolong langka. Testis merupakan organ seks pria yang berbentuk oval dan terdapat di dalam skrotum alias kantong kemaluan. Bagian ini memiliki peran yang penting dalam sistem reproduksi pria. Testis berperan dalam menghasilkan hormon testosteron dan sperma yang berperan dalam perkembangan dan fungsi seksual pria. 

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Penyakit Ini Umumnya Menyerang Testis

Mengenali Penyebab Kanker Testis 

Perubahan pada testis menjadi salah satu gejala yang menjadi tanda penyakit ini menyerang. Kanker testis biasanya menyebabkan munculnya benjolan atau pembengkakan di salah satu testis. Gejala yang bersifat khas ini umumnya disertai dengan rasa nyeri yang mengganggu. Selain itu, area reproduksi pria mungkin juga akan mengalami rasa sakit yang tajam dan rasa pegal pada bagian testis dan skrotum. Gejala ini bisa datang dan pergi pada waktu tertentu. 

Kanker testis juga menyebabkan penimbunan cairan di dalam skrotum. Penyakit ini menyebabkan pengidapnya mudah merasa lelah dan lemas. Meski begitu, tidak semua benjolan dan bengkak yang muncul di area ini merupakan tanda penyakit kanker. Maka dari itu, dibutuhkan pemeriksaan segera jika mengalami gejala menyerupai penyakit ini. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya risiko kanker testis. 

Kabar buruknya, kanker testis yang tidak segera ditangani bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan kondisi semakin parah. Kanker testis bisa menyebar sampai ke kelenjar getah bening, abdomen atau perut, hingga ke paru-paru. Meski jarang terjadi, jenis kanker yang satu ini juga bisa menyebar sampai ke organ hati, tulang, dan otak. 

Baca juga: Pentingnya Periksa Testis Mandiri untuk Deteksi Dini Kanker

Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker ini bisa menyerang. Satu hal yang pasti, kanker terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tidak terkendali pada testis. Meski penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, tetapi ada beberapa kondisi yang disebut bisa menjadi pemicu kanker testis. Salah satunya adalah faktor keturunan atau genetik. 

Meskipun begitu, tidak semua kanker testis pasti terjadi karena faktor genetik. Riwayat kesehatan keluarga nyatanya menjadi salah satu faktor pemicu penyakit ini. Risiko kanker testis disebut meningkat pada pria yang memiliki anggota keluarga, misalnya ayah dan saudara kandung laki-laki, dengan kondisi yang sama.

Selain itu, riwayat penyakit tertentu yang berkaitan dengan kondisi genetik juga disebut bisa memicu kanker testis, yaitu penyakit kriptorkismus. Penyakit ini terjadi pada bayi dan menyebabkan testis tidak turun setelah bayi dilahirkan. Dalam kondisi normal, testis seharusnya turun ke tempat seharusnya setelah persalinan, yaitu ke dalam skrotum. Meski begitu, umumnya testis akan menurun dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Risiko kanker testis meningkat pada pria yang saat bayi pernah mengalami kriptorkismus. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kriptorkismus Akibatkan Infertilitas

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker testis serta penyakit genetik lain dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!  

Referensi:
Halodoc (Diakses pada 2019). Kanker Testis 
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Disease and Conditions: Testicular Cancer
American Society of Clinical Oncology (Diakses pada 2019). Testicular Cancer