• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Gangguan Psikologis pada Lansia Perlu Diperiksakan ke Psikolog?

Kapan Gangguan Psikologis pada Lansia Perlu Diperiksakan ke Psikolog?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kapan Gangguan Psikologis pada Lansia Perlu Diperiksakan ke Psikolog?

“Gangguan psikologis atau masalah kesehatan mental bisa terjadi pada semua usia, tak terkecuali lansia. Tidak harus dibedakan, masalah kesehatan jiwa yang menyerang lansia pun perlu mendapatkan penanganan. Lalu, kapan sebaiknya kondisi ini diperiksakan ke ahli kejiwaan?”

Halodoc, Jakarta – Gangguan mental atau gangguan psikologis mengacu pada masalah kesehatan yang mengakibatkan perubahan perilaku, emosi, dan pikiran pada seseorang. Masalah ini bisa terjadi pada semua usia, tidak terkecuali lansia. Tentunya, ada dampak yang terjadi saat lansia mengalami hal ini, terlebih pada aktivitas sehari-hari. 

Masalah kesehatan mental sendiri ada banyak jenisnya. Akan tetapi, ada beberapa yang lebih rentan terjadi pada orang-orang berusia lanjut, yaitu gangguan kecemasan, stres, depresi, skizofrenia, dan gangguan bipolar. Sama seperti penyakit mental lainnya, masalah ini tentu perlu ditangani secara spesifik untuk meringankan gejala dan mencegah munculnya komplikasi. 

Kapan Gangguan Psikologis pada Lansia Perlu Diperiksakan ke Psikolog?

Setiap masalah kejiwaan yang muncul akan disertai dengan gejala yang berbeda pada setiap pengidapnya. Misalnya, rasa sedih bukan menjadi gejala utama dari depresi yang terjadi pada lansia. Namun, perubahan kepribadian dan memburuknya daya ingat, nyeri otot yang sering terjadi, tubuh mudah lelah, nafsu makan menurun, sulit tidur, hingga menarik diri dari lingkungan adalah tanda yang perlu diwaspadai. 

Baca juga: Alasan Psikologis Orang Suka Marah di Medsos

Sementara itu, gangguan kecemasan pada lansia sering ditandai dengan merasa gelisah, gugup, gemetar, sering berkeringat, kesulitan tidur, dan sering mengalami gangguan pencernaan. Lalu, pada skizofrenia, gejalanya berupa bicara yang tidak jelas, delusi, dan kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari. 

Lalu, kapan kondisi tersebut perlu mendapatkan penanganan dari pakar kesehatan jiwa? Umumnya, lansia yang mengidap masalah psikologis enggan bercerita tentang apa yang dialaminya pada orang lain, tak terkecuali pasangan atau anggota keluarga.

Inilah mengapa, anggota keluarga perlu lebih cermat mengamati perubahan sekecil apa pun yang terjadi pada mereka, misalnya terjadi perubahan perilaku, kebiasaan, atau suasana hati. 

Nah, jika merasa mendapati adanya perubahan tersebut, jangan ragu untuk segera memeriksakan ke dokter kejiwaan. Gunakan aplikasi Halodoc, sekarang lebih mudah untuk membantu membuat janji berobat ke rumah sakit terdekat. Download aplikasinya sekarang untuk membantu memudahkan akses kesehatanmu dan keluarga serta orang terdekat. 

Baca juga: Mengatasi Bosan dalam Hubungan Asmara Agar Mental Sehat

Apa yang Menyebabkan Lansia Mengalami Gangguan Mental?

Setiap bentuk masalah psikologis yang terjadi pada lansia punya penyebab yang berbeda, tak jauh berbeda dengan gejala yang terjadi pada setiap pengidapnya. Misalnya, depresi yang diketahui disebabkan oleh adanya perubahan senyawa kimia dan biologis pada otak, hormon tubuh yang tidak seimbang, dan adanya faktor keturunan. 

Lalu, gangguan bipolar, yang ternyata belum diketahui dengan pasti apa yang menjadi penyebabnya, begitu pula dengan skizofrenia dan gangguan kecemasan. Namun, diyakini masalah kejiwaan ini juga terjadi karena kelainan senyawa kimia dan fungsi pada otak, serta adanya kombinasi genetik khusus. 

Sementara itu, beberapa kasus gangguan kecemasan bisa terjadi karena dampak dari penggunaan obat dan adanya kondisi medis lain, misalnya diabetes, masalah tiroid, dan penyakit jantung. Nah, agar mendapatkan diagnosis yang akurat, tentu psikolog harus melakukan pemeriksaan lebih mendetail. 

Baca juga: Kenali 4 Jenis Gangguan Psikologis pada Lansia

Waspadai Komplikasinya

Setiap kondisi kejiwaan, baik pada usia muda maupun lansia, harus segera mendapatkan penanganan. Jika tidak, ketahui komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya: 

  • Memburuknya kualitas hidup karena kesulitan menjalin hubungan dengan keluarga atau orang lain. 
  • Kesehatan tubuh menurun. Bahkan, pada beberapa kasus, stres dan gangguan kecemasan yang tidak ditangani akan berujung pada masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan kronis, diabetes, dan masalah kardiovaskular. 
  • Berisiko mengakibatkan kematian apabila pengidapnya berusaha menyelesaikan masalah dengan mengakhiri hidup. 

Jadi, jangan pernah diabaikan, ya! Gangguan psikologis juga perlu mendapatkan perhatian khusus seperti halnya masalah kesehatan fisik. Kenali gejalanya sejak dini dan segera lakukan penanganan. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi: 
WHO. Diakses pada 2021. Mental health of older adults.
Chicago Methodist Senior Services. Diakses pada 2021. Four Early Warning Signs of Mental Illness to Watch for in Older Adults.
American Psychiatric Association. Diakses pada 2021. What Is Mental Illness?