12 June 2018

Kapan Ibu Bisa Mendengar Detak Jantung Janin?

mendengar detak jantung janin

Halodoc, Jakarta – Selama sembilan bulan masa kehamilan, ibu mungkin akan melewati banyak hal. Tak jarang, berbagai halangan dan rintangan yang terjadi membuat wanita hamil merasakan perasaan yang aneh. Misalnya perasaan ingin menyerang, merasa terlalu lemah, hingga tidak percaya bahwa dirinya bisa mengandung dan melahirkan dengan lancar.

Di tengah keterpurukan tersebut, ternyata ada satu hal yang bisa membuat semangat ibu hamil kembali, lho! Yaitu mendengar detak jantung janin dan merasakan kehadirannya. Nyatanya mengetahui bahwa janin yang berada di dalam rahim baik-baik saja bisa meningkatkan kepercayaan diri calon ibu. Lantas, kapan ibu hamil bisa mulai mendengar detak jantung janin?

Sebenarnya, perkembangan janin yang terjadi berbeda pada masing-masing wanita. Namun detak jantung bayi biasanya akan mulai berdegup pada saat usia kehamilan sudah memasuki minggu keenam. Sebab pada waktu tersebut, embrio sudah mendapatkan aliran darah dan sudah terjadi peningkatan detak jantung bayi.

Sementara jantung bayi dan otak sudah mulai terbentuk setelah memasuki usia lima minggu kehamilan. Atau tiga minggu setelah pembuahan. Nah, degup pertama dari jantung bayi akan bisa didengar pada usia 6,5-8 minggu usia kehamilan. Mendengar degup jantung bayi bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi) dini.

(Baca juga: Kapan Ibu Hamil Sebaiknya Melakukan USG?)

Namun jangan khawatir jika ibu masih belum bisa mendengar degupan jantung hingga minggu ketujuh. Sebab ada beberapa kondisi yang bisa membuat janin membutuhkan waktu lebih panjang untuk berproses. Biasanya kondisi ini akan memakan waktu hingga 12 minggu.

Bagaimana Cara Mendengarkan Detak Jantung Janin?

Sayangnya, mendegarkan degup jantung janin tidak bisa dilakukan dengan tangan kosong. USG kandungan dibutuhkan untuk membantu membuat jelas suara tersebut. Pemeriksaan USG adalah cara yang paling akurat dan cukup sering dilakukan untuk memeriksa detak jantung bayi yang masih berada di dalam rahim.

Pemeriksaan USG juga berguna untuk memantau kondisi kesehatan dan perkembangan janin. Selain itu, USG yang dilakukan pada usia 6 minggu kehamilan juga bertujuan untuk menentukan usia dan ukuran janin, hingga mengecek kemungkinan ibu mengandung bayi kembar.

(Baca juga: Inilah Perubahan Pada Ibu Hamil di Trimester Kedua)

Selain USG, detak jantung bayi juga bisa dipantau dengan alat bernama Fetal Doppler. Biasanya dokter akan menggunakan alat tersebut pada kunjungan atau pemeriksaan rutin calon ibu. Fetal Doppler merupakan alat ultrasound mini. Sehingga dapat digenggam dan bisa digunakan untuk menemukan detak jantung bayi.

Kendati demikian, ada beberapa faktor yang bisa menentukan kapan detak jantung pertama bayi dapat didengar. Hal itu tergantung pada ukuran tubuh ibu hamil, bagaimana posisi rahim, letak bayi selama di kandungan. Hingga akurasi usia kehamilan. Sebab bisa jadi ada salah perhitungan masa kehamilan yang terjadi. Jadi para ibu sebaiknya tidak perlu terlalu khawatir jika belum mendengar detak jantung bayi.

Terlalu khawatir malah bisa menyebabkan ibu hamil mengalami stres. Pada kesempatannya, stres pada ibu hamil bisa berbahaya dan memicu terjadinya berbagai masalah. Bahkan bisa berujung dengan kematian janin alias keguguran.

(Baca juga: 3 Cara Menghitung Usia Kehamilan)

Selain rutin melakukan pemeriksaan kandungan, ibu juga bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter. Sampaikan keluhan seputar kehamilan pada dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Ayo, segera download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!