Kaum Adam Perlu Waspada, Mr P Juga Bisa Terkena Kista

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kaum Adam Perlu Waspada, Mr P Juga Bisa Terkena Kista

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu mengalami rasa sakit atau perasaan tidak nyaman pada Mr P? Mungkin saja kamu mengalami gangguan yang disebabkan oleh kista. Salah satu gangguan kista yang dapat menyerang alat kelamin laki-laki dan menimbulkan rasa tidak nyaman adalah kista epididimis.

Kista epididimis terjadi ketika saluran pada Mr P seseorang yang berfungsi untuk menyimpan sperma mengalami gangguan berupa benjolan yang berisi cairan. Walau begitu, penyakit ini bersifat jinak dan tidak dapat membahayakan pengidapnya. Berikut pembahasan mengenai hal ini!

Baca juga: Benarkah Mr P yang Tidak Disunat Bisa Alami Balanitis?

Waspada Gangguan Kista Terhadap Mr P

Mr P pada pria termasuk rentan terhadap gangguan yang disebabkan oleh kista. Salah satu jenis yang umum terjadi adalah kista epididimis. Kelainan ini menyebabkan kantung berisi cairan yang tumbuh pada area epididimis. Epididimis sendiri adalah saluran yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma.

Ukuran dari kista yang terjadi dapat berbeda-beda. Gangguan yang disebabkan kista epididimis ini tidak menyebabkan luka, tetapi dapat menimbulkan rasa sakit ketika tumbuh terlalu besar. Benjolan tersebut dapat berisi cairan berwarna merah dan keruh, atau berisi sperma.

Umumnya, gangguan yang disebabkan oleh kista epididimis ini bukan bersifat kanker. Dengan kata lain, kista ini termasuk jinak dan tidak akan menyebar. Walau begitu, jika pertumbuhan dari kelainan ini berada dekat dengan Mr P, ada baiknya langsung menemui dokter untuk memastikan hal tersebut tidak berbahaya.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait kista epididimis, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu melalui Apps Store atau Play Store. Kamu juga dapat membeli obat tanpa keluar rumah dengan menggunakan aplikasi tersebut.

Baca juga: Mr. P Melengkung ketika Ereksi, Waspada Gejala Kanker

Cara Mendiagnosis Kista Epididimis

Umumnya, gangguan kista pada Mr P tersebut tidak menimbulkan rasa sakit, jadi tidak ada gejala apapun yang timbul. Namun, kamu mungkin merasakan terdapat benjolan saat memeriksa testis. Saat kista semakin membesar, kamu mungkin merasakan beban yang lebih berat pada Mr P atau terdapat pembengkakan di sekitar testis.

Jika kamu memeriksakan diri ke dokter, ahli medis tersebut kemungkinan akan melakukan beberapa tes untuk memastikan pertumbuhan tersebut adalah kista, bukan tumor. Pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada Mr P akan dilakukan. Selain itu, transiluminasi atau ultrasonografi juga dapat dilakukan untuk diagnosis.

Pada pemeriksaan transiluminasi, dokter akan menyinari Mr P kamu secara detail untuk diagnosis. Jika gangguan yang terjadi adalah kista epididimis, cahaya akan bersinar melalui saluran tersebut. Jika hal tersebut adalah tumor, maka cahaya tersebut tidak dapat melewatinya.

Pada pemeriksaan ultrasonografi adalah langkah selanjutnya apabila benjolan yang terbentuk bukan cairan. Tes ini menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang akan menghasilkan gambar di layar. Saat gambar terlihat, dokter akan menentukan gangguan tersebut kista atau tumor.

Baca juga: Pria Ini Punya Tiga Testis, Ternyata Salah Satunya Tumor

Bagaimana Cara Mengobati Kista Epididimis?

Setelah diagnosis dilakukan dan benar hal tersebut disebabkan oleh kista, dokter akan memberikan penghilang rasa sakit apabila perasaan tidak nyaman yang timbul sudah mengganggu. Selain itu, dokter akan melakukan aspirasi yang berguna untuk menghilangkan sebagian cairan dan mengurangi rasa sakit yang timbul.

Jika kista tersebut kembali terisi, dokter mungkin akan melakukan sclerotherapy. Ahli medis tersebut akan mengalirkan beberapa cairan dari benjolan tersebut. Lalu, dokter akan menggunakan zat yang dapat membuat kantung tersebut terisi dengan jaringan parut. Hal tersebut dapat menurunkan risiko kista, tetapi merusak epididimis. Cara ini dilakukan pada seseorang yang sudah tidak ingin memiliki anak.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. What is a Spermatocele or Spermatic Cyst?
Chop.edu . Diakses pada 2019. Epididymal Cyst and Spermatocele