Kaum Hawa, Begini Cara Mengobati Kista Dermoid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kaum Hawa, Begini Cara Mengobati Kista Dermoid

Halodoc, Jakarta – Kista dermoid merupakan tumor jinak yang berisi jaringan kulit, rambut, dan gigi. Penyakit yang jarang disadari keberadaannya ini terbentuk karena ada kelainan perkembangan janin. Sebenarnya, tumor ini bisa langsung terlihat setelah bayi dilahirkan, tetapi ada beberapa kondisi yang menyebabkan kista dermoid tidak terdeteksi. Kista biasanya akan bertahan dan mulai menunjukkan gejala saat pengidapnya dewasa. 

Kista dermoid bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tetapi paling sering muncul di area wajah dan kulit. Kista ini juga bisa tumbuh di dalam tubuh, yaitu pada tulang belakang dan rahim. Meski begitu, penyakit kista dermoid jarang berubah menjadi penyakit yang berbahaya, terutama jika ditangani dan diobati dengan tepat. Lantas, bagaimanakah cara mengobati kista dermoid? 

Baca juga: Adakah Cara Ampuh untuk Mencegah Kista?

Cara Pengobatan Kista Dermoid 

Kista dermoid sering tidak disadari, sebab tumbuh secara perlahan dan tidak bersifat ganas atau kanker. Penyakit ini bisa diobati, yaitu dengan melakukan prosedur operasi. Pengobatan kista dermoid dilakukan dengan operasi pengangkatan tumor atau benjolan secara keseluruhan. Perlu diingat, prosedur pengangkatan kista hanya boleh dilakukan oleh dokter dengan peralatan medis yang mumpuni. 

Dokter akan melakukan prosedur operasi untuk mengangkat kista yang tergantung pada letak tumbuhnya kista. Pengobatan kista dermoid yang tumbuh di kulit dilakukan dengan prosedur operasi oleh dokter atau dokter bedah. Sementara kista dermoid pada rahim ditangani dengan operasi melalui perut atau menggunakan teknik khusus bernama laparoskopi dengan sayatan yang lebih kecil. 

Meski jarang berkembang menjadi kondisi yang berbahaya, terapi kista dermoid tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Kista dermoid yang diabaikan bisa menyebabkan gangguan serius akibat benjolan kista yang pecah. Pecahnya kista dermoid bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri dan bisa memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Penyakit ini muncul akibat susunan kulit yang tumbuh dengan tidak normal pada masa perkembangan janin. Struktur kulit yang berisi akar rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak seharusnya berada di lapisan luar kulit, tetapi pada pengidap kista dermoid struktur tersebut justru membentuk kista di dalam kulit. Semakin lama, kista akan terus tumbuh dan membesar karena kelenjar dan jaringan tersebut terus mengeluarkan cairan. 

Baca juga: Mengenal Kista Dermoid, Tumor yang Memiliki Rambut dan Gigi

Sayangnya, kemunculan kista ini sering tidak disadari dan baru terdeteksi saat sudah berkembang dan menunjukkan gejala. Kista dermoid ditandai dengan munculnya benjolan kecil yang tidak disertai nyeri. Benjolan tersebut mungkin memiliki warna yang sama dengan kulit atau sedikit lebih kuning. Benjolan kista dermoid umumnya halus, kenyal, dan tidak lunak. 

Kista dermoid yang membesar di ovarium memicu gejala berupa sakit di daerah panggul dan semakin terasa saat siklus menstruasi. Jenis kista ini juga bisa menyerang tulang belakang. Kista dermoid di tulang belakang ditandai dengan tubuh terasa lemah, kesemutan di lengan dan kaki, kesulitan berjalan, hingga sulit mengontrol buang air kecil dan buang air besar.

Baca juga: Bahayakah Kista Dermoid yang Tumbuh di Bagian Tubuh Dalam?

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit kista dermoid dan cara mengobatinya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa kapan dan di mana saja dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2019. Identifying Skin Growths and Other Skin Problems.
Healthline. Diakses pada 2019. What You Should Know About Dermoid Cysts.
Medscape. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.
Web MD. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.