• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Merokok Dapat Sebabkan Esofagitis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Merokok Dapat Sebabkan Esofagitis

Kebiasaan Merokok Dapat Sebabkan Esofagitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Februari 2021
Kebiasaan Merokok Dapat Sebabkan Esofagitis Kebiasaan Merokok Dapat Sebabkan Esofagitis

Halodoc, Jakarta - Esofagitis, atau yang dikenal dengan istilah radang kerongkongan merupakan kondisi saat saluran penghubung mulut dan lambung mengalami iritasi. Saluran ini adalah penghubung yang menyalurkan makanan menuju lambung. Jika tidak diatasi, bukan hanya rasa tidak nyaman saja yang muncul, tetapi juga luka pada dinding kerongkongan. Pertanyaannya adalah, apakah kebiasaan merokok dapat menjadi salah satu faktor risiko esofagitis? Jawabannya adalah ya. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca juga: Bukan Amandel, Sulit Menelan Bisa Jadi Esofagitis

Kebiasaan Merokok Menjadi Salah Satu Faktor Risiko Esofagitis

Radang kerongkongan merupakan kondisi yang ditandai dengan gejala yang beragam dari masing-masing pengidap. Umumnya, gejala akan ditandai dengan kesulitan menelan, nyeri saat menelan, suara serak, batuk-batuk, asam lambung, mual dan muntah, sakit perut, dan penurunan nafsu makan. Merokok menjadi salah satu faktor risiko esofagitis yang memicu munculnya sejumlah gejala seperti yang sudah disebutkan. Apa alasannya?

Hal tersebut dikarenakan, kandungan formaldehyde dan acrolein yang terdapat dalam rokok dapat memicu iritasi tenggorokan. Meski kedua kandungan zat tersebut terdapat dalam jumlah yang kecil, tetapi hal tersebut tidak dapat membantu menurunkan tingkat iritasi tenggorokan. Begitu pun dengan rokok elektrik yang ditambah dengan perisa atau elemen penambah rasa.

Jadi, sebaiknya mulai sekarang kurangi merokok atau hentikan secara total. Merokok adalah kebiasaan yang tidak menyehatkan sama sekali. Jika kamu mengalami radang tenggorokan akibat merokok, segera beristirahat, konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, serta lengkapi pola hidup sehat. Jika kondisi ini terjadi secara berulang, maka kamu disarankan untuk memeriksakan diri di rumah sakit terdekat agar sejumlah gejala yang muncul dapat diatasi dengan baik.

Baca juga: Gejala Umum yang Dialami Pengidap Esofagitis

Jika Sudah Dialami, Bagaimana Mengatasinya?

Seperti yang sudah diketahui bersama, merokok menjadi salah satu faktor risiko esofagitis. Oleh karena itu, kamu perlu menghindarinya. Namun jika radang tenggorokan dipicu oleh konsumsi makanan tertentu, kamu perlu menghindari sejumlah makanan tersebut, ya. Beberapa makanan yang perlu dihindari, yaitu makanan pedas, makanan dan minuman asam, serta makanan mentah. Bukan itu saja, kamu juga perlu mengubah cara makan.

Cobalah untuk makanan dengan potongan yang lebih kecil dan kunyah hingga benar-benar halus. Selain itu, jangan makan terlalu terburu-buru. Jika radang tenggorokan yang kamu alami sudah sangat parah, prosedur operasi merupakan satu-satunya jalan terbaik. Selain menghindari konsumsi makanan dan minuman tertentu, kamu juga perlu melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Jangan konsumsi makanan keras, seperti kacang-kacangan, crackers, dan sayuran mentah.
  • Makan makanan bertekstur lunak.
  • Minum dengan sedotan agar lebih mudah menelan.

Baca juga: Begini Cara Mencegah Sakit Tenggorokan Akibat Esofagitis

Merokok memang menjadi salah satu faktor risiko esofagitis. Namun bukan merokok saja. Ada beberapa faktor risiko esofagitis lainnya, seperti naiknya asam lambung ke kerongkongan (GERD), mengonsumsi obat-obatan secara berlebihan, serta infeksi. Namun tidak perlu khawatir yang berlebihan, karena sejumlah gejala dapat diatasi melalui pengobatan yang tepat, serta menghindari faktor risikonya.

Referensi:
American College of Gastroenterology. Diakses pada 2021. Eosinophilic Esophagitis.
Healthline. Diakses pada 2021. Esophagitis.
Medscape. Diakses pada 2021. Esophagitis.