Kelola Stres untuk Bantu Pengobatan Skleroderma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kelola Stres untuk Bantu Pengobatan Skleroderma

Halodoc, Jakarta – Skleroderma merupakan jenis penyakit yang bersifat progresif dalam jangka panjang. Artinya, kleroderma bisa memburuk seiring berjalannya waktu. Pengidap skleroderma umumnya mengalami gangguan ketika kulit atau jaringan ikat lainnya mengencang sampai mengeras. Skleroderma tergolong kondisi autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel-sel yang sehat. 

Baca Juga: Awas, Skleroderma Sebabkan 7 Komplikasi Ini

Akibatnya, tubuh menghasilkan kolagen dan protein yang membentuk dasar jaringan ikat terlalu banyak, sehingga terjadi penebalan atau fibrosis dan jaringan parut. Skleroderma bukan penyakit menular. Meski begitu, penyakit ini dapat diturunkan dalam keluarga maupun tidak.

Gejalanya Tidak Hanya Pengerasan Jaringan Ikat

Gejala awal skleroderma sering terlihat pada jari dan tangan yang mengalami kekakuan, sesak, dan bengkak. Tangan dan kaki juga mengalami pembengkakan, terutama saat pagi hari. Berikut gejala skleroderma secara umum, yaitu:

  • Deposit kalsium dalam jaringan ikat;

  • Penyempitan pembuluh darah ke tangan dan kaki, yang dikenal sebagai penyakit Raynaud;

  • Masalah pada kerongkongan;

  • Kulit kencang dan menebal di bagian jari;

  • Muncul bintik-bintik merah di wajah dan tangan.

Sebenarnya, gejala skleroderma bervariasi pada setiap orang. Gejala yang muncul tergantung pada jenis skleroderma, pengaruhnya terhadap orang tersebut, dan apakah itu mempengaruhi satu bagian tubuh atau sistem seluruh tubuh. Mengingat kondisi ini dapat memburuk, periksakan ke dokter jika kamu menemui gejala di atas. Sebelum mengunjungi rumah sakit, pesan janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc terlebih dahulu.

Baca Juga: 3 Tindakan untuk Mengurangi Dampak Skleroderma

Munculnya gejala skleroderma dapat dipicu oleh sensitivitas terhadap dingin atau stres emosional. Lantas, mengapa stres dapat menimbulkan skleroderma?

Alasan Stres Dapat Menimbulkan Skleroderma

Stres emosional terjadi ketika seseorang menghadapi tantangan terus-menerus tanpa adanya bantuan atau kurangnya relaksasi. Akibatnya, tingkat stres semakin meningkat karena terlalu banyak bekerja dan tekanan pikiran meningkat. Stres dapat menyebabkan gejala fisik seperti sakit kepala, sakit perut, tekanan darah tinggi, nyeri dada, dan masalah tidur. 

Pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga skleroderma, stres bisa memicu munculnya kondisi ini. Stres juga menyebabkan atau memperburuk gejala atau penyakit tertentu. Karena alasan tersebut, penting bagi mengetahui cara mengelola stres dengan baik. Berikut sejumlah tips untuk mengelola stres, yaitu:

  • Rutin berolahraga. Berolahraga secara teratur adalah cara terbaik untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Ditambah, olahraga mampu meningkatkan semangat seseorang.

  • Lemaskan otot. Saat mengalami stres, otot otomatis menjadi tegang. Kamu dapat mengendurkannya sendiri dan menyegarkan tubuh dengan melakukan peregangan, mendapatkan pijatan, mandi air hangat dan tidur nyenyak.

  • Tarik nafas. Meski kedengarannya sepele, tetapi mengambil napas dalam-dalam beberapa kali dapat segera menghilangkan tekanan sementara. Coba untuk berbaring atau duduk dalam posisi yang nyaman dengan tangan di pangkuan dan kaki di lantai. Perlahan-lahan tarik napas dalam-dalam. Lakukan ini selama 5 hingga 10 menit sekaligus.

  • Konsumsi makanan bergizi. Makan secara teratur dengan mengonsumsi makanan yang bergizi simbang membantu seseorang merasa lebih baik secara umum. Penuhi piring dengan sayuran, buah, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

  • Luangkan waktu. Luangkan waktu untuk melakukan hobi dan hal-hal yang disukai. Hal ini akan membuat suasana hati jauh lebih baik.

  • Minta bantuan dan dukungan. Apabila kamu merasa kesulitan, jangan malu untuk meminta bantuan orang lain. Jika kamu punya masalah jangan sungkan pula untuk bercerika dengan orang terdekat.

Baca Juga: Pola Makan Sehat untuk Pengidap Skleroderma

Itulah sejumlah tips yang dapat kamu lakukan untuk mencegah maupun mengobati skleroderma. Jangan lupa untuk rutin melakukan cek kesehatan untuk mengetahui apakah kamu memiliki riwayat keluarga skleroderma maupun penyakit lainnya.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. The Effects of Stress on Your Body.
WebMD. Diakses pada 2019. 10 Tips to Manage Stress.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Scleroderma.