Pola Makan Sehat untuk Pengidap Skleroderma

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pola Makan Sehat untuk Pengidap Skleroderma

Halodoc, Jakarta - Skleroderma adalah sekelompok penyakit terbilang langka. Penyakit ini menyebabkan pengerasan dan pengetatan kulit dan jaringan ikat. Umumnya skleroderma lebih banyak dialami oleh wanita dibanding pria dan terjadi pada rentang usia 30 dan 50 tahun. 

Ada beberapa jenis skleroderma. Pada beberapa orang, skleroderma hanya memengaruhi kulit. Namun pada banyak orang, skleroderma juga merusak struktur di luar kulit, seperti pembuluh darah, organ dalam saluran pencernaan (skleroderma sistemik). Tanda dan gejalanya bervariasi tergantung pada jenis skleroderma yang dimiliki setiap individu. 

Tidak ada obat untuk penyakit skleroderma, adapun perawatan dapat meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Untuk meningkatkan kualitas hidup dan meredakan gejala, pengidap skleroderma juga perlu menjaga pola makan sehat. Pola makan atau diet sehat yang dapat dilakukan yaitu:

1. Porsi Sedikit

Makanlah dalam porsi yang sedikit atau kecil, namun sering. Setidaknya setiap tiga hingga empat jam. Jika berat badan kamu berkurang, makanlah dengan porsi kecil setiap dua jam untuk memaksimalkan nutrisi. 

2. Pilih Hanya Makanan Sehat

Konsumsi makanan yang segar, utuh, minimalisasi makanan olahan, tanpa bahan pengawet, bahan buatan atau minyak yang terhidrogenasi. Jika ada istilah nama kimia dalam daftar bahan makanan, sebaiknya hindari. 

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Mencegah Asam Lambung Kambuh

3. Bumbu yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Tambahkan antioksidan dan rempah-rempah antiinflamasi yang kaya antioksidan seperti daun kemangi, rosemary, oregano, kayu manis, jahe, paprika, cabai merah, bubuk kunyit, dan kari. 

4. Kurangi Tambahan Gula

Gula alami dapat ditemukan dalam buah, susu, dan yogurt. Periksa kembali daftar bahan yang akan digunakan. 

5. Asupan Suplemen

Pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen multivitamin atau mineral berlebihan yang mengandung vitamin A, D, K, E, folat, dan B-12. 

6. Asupan Air Putih

Minumlah air putih yang segar. Apabila perlu yang disaring, belum pernah terkena plastik. Gunakan sistem penyaringan air di rumah dan minumlah hanya dengan gelas atau wadah stainless steel

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Tukak Lambung

Waspada Komplikasi Skleroderma

Saat mengetahui bahwa kamu mengalami gangguan skleroderma, maka segeralah mengubah gaya hidup seperti pola hidup yang dijelaskan di atas. Penanganan medis juga kamu perlukan, kamu dapat menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Penanganan dan perawatan perlu kamu lakukan untuk menghindari munculnya komplikasi. 

Komplikasi skleroderma ada yang ringan dan berat, yaitu: 

  • Ujung Jari. Variasi penyakit Raynaud dapat terjadi sebagai komplikasi skleroderma sistemik. Hal ini berujung parah sehingga aliran darah yang terbatas secara permanen merusak jaringan di ujung jari, menyebabkan munculnya lubang atau luka kulit. Pada beberapa kasus, jaringan pada ujung jari akan mati dan harus diamputasi.

  • Paru-paru. Jaringan parut pada paru-paru menyebabkan berkurangnya fungsi paru-paru, yang memengaruhi kemampuan untuk bernapas dan toleransi untuk berolahraga. Kamu mungkin juga mengalami tekanan darah tinggi dari arteri ke paru-paru. 

  • Ginjal. Saat skleroderma mempengaruhi ginjal, kamu bisa mengalami peningkatan tekanan darah dan peningkatan kadar protein dalam urin. Efek komplikasi ginjal yang lebih serius dapat terjadi seperti krisis ginjal, yang melibatkan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba dan gagal ginjal.

  • Jantung. Jaringan parut pada jantung dapat meningkatkan risiko detak jantung yang tidak normal dan gagal jantung kongestif. Hal ini menyebabkan peradangan pada selaput membran yang mengelilingi jantung. Skleroderma juga dapat meningkatkan tekanan di sisi kanan jantung dan menyebabkan haus. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Scleroderma.

Scleroderma. Diakses pada 2019. Eating Well with Scleroderma.