06 September 2018

Kenalan dengan Hidrosalping yang Sebabkan Infertilitas

hidrosalping, masalah infertilitas, masalah saluran tuba falopi,  sulit pembuahan sel telur oleh sperma

Halodoc, Jakarta -  Masalah infertilitas pada wanita sebenarnya enggak hanya disebabkan oleh gangguan ovulasi, gangguan lendir serviks, atau endometriosis (jaringan yang biasanya tumbuh di rahim, kemudian tertanam dan tumbuh di bagian tubuh lain) saja. Di samping itu, faktor risiko seperti merokok, usia, konsumsi alkohol memang bisa memicu masalah infertilitas wanita. Namun, ada juga kondisi lainnya yang bisa menyebabkan masalah keturunan ini, yaitu hidrosalping. Penasaran? Berikut penjelasannya.

Apa itu Hidrosalping?

Penyebab sulitnya mendapatkan keturunan juga bisa disebabkan oleh hidrosalping. Masalah medis yang satu ini adalah perlengketan dari saluran tuba. Saluran tuba falopi (saluran antara rahim dan indung telur) sendiri merupakan tempat terjadinya pertemuan antara sel telur dengan sperma (tempat terjadinya pembuahan). Sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma ini nantinya akan berpindah menuju rahim dan menanamkan hasil pembuahan tersebut.  

Nah, kondisi hidrosalping inilah yang akan menyulitkan ibu untuk mendapatkan keturunan. Lo kok bisa? Ketika mengalami masalah medis ini, nantinya akan terjadi kesulitan pembuahan sel sperma dan telur. Kata ahli, masalah yang satu ini kebanyakan terjadi karena infeksi dari saluran tuba. Infeksinya bisa terjadi karena infeksi menular seksual (IMS) yang menyebabkan penyakit radang panggul.

Tak cuma itu, penyakit TB, dan perlekatan akibat endometriosis dan kanker di sekitar tuba juga bisa menjadi biang keladinya. Selain itu, riwayat operasi sebelumnya juga membuka kemungkinan terjadinya kondisi ini ke seorang wanita.

Apa yang Harus Dilakukan?

Kondisi yang membuat saluran tuba falopi yang membengkak dan dipenuhi cairan itu memang banyak membuat para wanita cemas, apalagi bagi mereka yang menginginkan keturunan. Bagaimana tidak? Ketika mengidap penyakit ini, maka akan terjadi kesulitan pembuahan oleh sel sperma. Lalu, apa sih yang perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Kata ahli, laparoskopi merupakan tindakan yang dianjurkan pada kasus hidrosalping. Tindakan ini terbilang akurat untuk mengetahui sejauh mana kondisi wanita yang mengidap penyakit ini. Misalnya, dilihat dari ukuran hidrosalping, lokasi, dan sebagainya. Pemeriksaan laparoskopi ini merupakan prosedur pembedahan minimal dengan memasukkan semacam alat teropong ke dalam rongga perut. Setelah itu, tim dokter akan melakukan pembedahan untuk menghilangkan sumbatan di saluran telur.

Nah, dari hal ini para ahli akan menentukan prognosis atau kemungkinan ke depannya untuk mendapatkan keturunan. Namun yang perlu ibu ingat, kata ahli hidrosalping ini bisa saja menyebabkan terjadinya kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik) yang bisa mengancam nyawa, lo.

Hamil dengan Alternatif Lain

Pada dasarnya, adanya masalah hidrosalping menunjukkan kalau ibu sudah lama mengidap infeksi di kedua saluran telurnya. Oleh sebab itu, terjadilah sumbatan dan penumpukkan cairan di dalamnya. Namun yang bikin resah, andaikan saluran tersebut sudah tidak dapat diperbaiki atau diselamatkan ataupun terjadi kerusakan yang berat pada saluran tuba, ibu perlu mempertimbangkan cara lain untuk mendapatkan keturunan yang tak melibatkan saluran tuba untuk dapat hamil.

Kata ahli, salah satu cara alternatifnya adalah program In Vitro Fertilization (IVF) atau dikenal dengan program bayi tabung. Program ini merupakan metode pembuahan buatan dengan mengambil sel telur untuk dibuahi oleh sperma di laboratorium. Sel telur yang berhasil dibuahi ini, nantinya akan ditanam di dalam rahim sehingga terjadilah kehamilan. Kata ahli peluang keberhasilan metode ini kini semakin tinggi, sehingga program bayi tabung layak dicoba oleh pasangan yang sulit mendapatkan keturunan.

Namun yang perlu digarisbawahi, bila penyembuhan hidrosalping tidak optimal (masih ada sumbatan sebagian) maka ibu punya risiko tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik seperti yang dikatakan di atas. Hamil di luar kandungan ini merupakah kehamilan bukan di dalam rongga rahim, tetapi di luar saluran telur, indung telur, mulut rahim, ataupun di dalam rongga perut.

Oleh sebab itu, ibu sebaiknya perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ibu bisa lo bertanya atau berdiskusi mengenai hal di atas dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga