22 June 2018

Kenalan dengan Tes Medis yang Sering Dilakukan Pemain Sepak Bola

tes medis, tes medis pemain bola, piala dunia 2018

Halodoc, Jakarta – Perhelatan akbar Piala Dunia 2018 sebenarnya bukan ajang berbagai negara ujuk gigi di pesta olahraga sepak bola terbesar di dunia. Di ajang tersebut banyak pemain yang juga ingin tampil bersinar demi diboyong tim-tim besar. Namun, yang mesti diketahui, olahraga sepak bola enggak hanya menyangkut skill yang gemilang saja. Olahraga ini jelas membutuhkan kebugaran dan stamina yang kuat. Makanya, banyak para pemain bola yang mesti melakukan tes medis, baik selama di tim mereka atau ketika pindah ke tim lainnya. Nah, berikut tes medis yang sering dilakukan pesepak bola.

1. Pengujian Stamina

Tes medis yang akan dilakukan pemain sepak bola salah satunya tes VO2 untuk mengetahui kebugaran dan stamina pemain. VO2 max merupakan volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh manusia saat melakukan kegiatan yang intensif. Hal ini berarti, lebih sedikit oksigen yang tersedia di tubuh untuk menghasilkan energi bagi otot.

Seperti dilansir The Mirror,  pada tes ini para pemain akan diminta berlari di atas treadmill sambil dipasang sebuah alat dimulutnya. Nantinya, tes ini akan menunjukkan apakah pemain tersebut bisa langsung diturunkan dalam laga selanjutnya atau tidak. Tes ini juga bisa menunjukkan apakah pemain tersebut mesti diasah lagi kemampuan fisiknya sebelum bisa turun ke lapangan.

Kata dokter yang bekerja di Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), setiap pemain memiliki keunikannya tersendiri. Jadi, para ahli mesti memberitahu kalau pemain tersebut punya potensi masalah. Meskipun begitu, keputusan final tetap ada di tangan manajer. Sang manajer yang akan memutuskan untuk membeli pemain itu atau tidak.

Baca juga: Demam Piala Dunia, 6 Pemain Ini Punya Ritual Unik Sebelum Masuk Lapangan

2. Pengujian Otot

Sebelum melakukan tes ini, pemain mesti melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasannya bisa dibantu dengan sepeda fitness untuk mempercepat prosesnya. Setelah melakukan pemanasan, pemain akan menjalani tes yang bernama penilaian biodex. Tes inilah yang akan mengetahui kekuatan antara kelompok otot.

Pada tes ini pemain akan diminta duduk di kursi dan diikat kuat. Selanjutnya, mereka akan disuruh untuk menendang dengan kaki kanan atau kaki kiri sebanyak lima kali. Nah, di tes ini akan dilihat adakah keseimbangan antara paha depan dan paha belakang. Menarikya, lewat tes ini para ahli bisa mengetahui apakah pemain tersebut mengalami cedera hamstring atau tidak.

3. Melihat Rekam Kesehatan Pemain

Selain tes, para dokter atlet juga bisa mengetahui kebugaran pemain lewat catatan medis selama mereka berkarier. Bila pemain punya catatan sejarah cedera panjang, tentu peluang untuk dikontrak oleh tim baru akan sangat minim.

Baca juga: 5 Pemain Sepak Bola Ini Jauhi Alkohol, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

Lewat catatan medis, tim dokter juga bisa menilai apakah si pemain mampu mengikuti semua sesi latihan atau terbatas. Lewat rekam kesehatan, dokter juga bisa memberikan masukkan kepada sang manajer apakah pemain yang sudah melebihi usia emas layak dikontrak atau tidak.

4. Tes Tulang dan Pergerakan

Tes selanjutnya yang harus dilalui para pemain adalah tes tulang dan pergerakan. Tes ini akan dipimpin oleh ahli fisioterapis. Sang ahli akan menyuruh pemain melakukan gerakan-gerakan yang difokuskan pada pergelangan kaki, lutut, dan pinggul. Alasannya simpel, ketiga bagian itu amat krusial bagi pesepak bola.

Untuk memudahkan para ahli mengategorikan hasil tesnya, mereka akan membuat catatan tersendiri. Boleh dibilang seperti rapor yang berisi warna merah, oranye, dan hijau. Merah berarti si pemain tersebut berisiko untuk direkrut karena cederanya parah. Sedangkan oranye artinya pemain punya kelemahan di otot atau cedera ringan. Namun, mereka masih layak kok untuk direkrut. Sementara hijau, artinya pemain berada dalam  kondisi baik.

Baca juga: Demam Piala Dunia, Coba Kenalan dengan Diet ala Cristiano Ronaldo

Punya keluhan kesehatan dan ingin berdiskusi langsung dengan dokter? Gampang kok, kamu bisa bertanya langsung melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!