• Home
  • /
  • Awas, Ini 10 Gejala Tipes pada Anak dan Cara Mengatasinya

Awas, Ini 10 Gejala Tipes pada Anak dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
  Awas, Ini 10 Gejala Tipes pada Anak dan Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Mau tahu betapa seriusnya penyakit tifus secara global? Jangan kaget, menurut data dari WHO diperkirakan 11-20 juta orang terserang tifus atau demam tifoid tiap tahunya. Dari jumlah tersebut, 128.000 hingga 161.000 meninggal akibat penyakit ini. Hmm, bikin waswas kan?

Bagaimana dengan di negara kita? Meski datanya belum diperbarui, kita bisa mendapat gambaran mengenai penyakit Salmonellosis dari laporan Ditjen Pelayanan Medis Depkes RI. Di negara kita, salah satu spesies bakteri ini yang sering menimbulkan masalah kesehatan penting, yaitu Salmonella typhi. Bakteri inilah yang menyebabkan penyakit tifus.

Pada tahun 2008, demam tifoid menempati urutan kedua dari 10 penyakit terbanyak dengan pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia, dengan jumlah kasus 81.116 dengan proporsi 3,15 persen. Urutan pertama ditempati oleh diare dengan jumlah kasus 193.856 dengan proporsi 7,52 persen (Depkes RI, 2009).

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

Hal yang perlu diingat, anak-anak merupakan kelompok yang rentang terserang tifus. Alasannya, sistem imun mereka belum terbentuk dengan sempurna. Pertanyaannya, seperti apa sih gejala tifus pada anak? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Demam Tinggi sampai BAB Berdarah

Pada dasarnya, gejala tifus pada anak tak berbeda dengan orang dewasa. Hal lain yang perlu diingat, gejala tipes bisa ringan maupun berat. Kondisi ini bergantung pada kondisi kesehatan, usia, dan sejarah vaksinasi pengidapnya.

Lalu, bagaimana dengan masa inkubasinya? Umumnya, masa inkubasi bakteri penyebab tifus selama 7-14 hari. Masa ini dihitung ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, hingga menimbulkan gejala. Lalu, bagaimana dengan gejalanya?

Nah, berikut gejala tifus menurut para ahli di WHO dan National Institutes of Health - MedlinePlus.

  1. Gejala awal termasuk demam, perasaan tidak enak badan dan sakit perut. Demam tinggi (39.5 derajat Celsius) atau diare yang  parah terjadi karena penyakit semakin memburuk.

  2. Beberapa orang mengembangkan ruam yang disebut "bintik-bintik mawar," yang merupakan bintik-bintik merah kecil di perut dan dada.

  3. Mimisan.
  4. Perasaan lambat, lamban, dan lemah.

  5. Penyakit akut ditandai oleh demam berkepanjangan, sakit kepala, mual, dan kehilangan nafsu makan.

  6. Sembelit atau kadang-kadang diare.

  7. Kelelahan yang parah.

  8. Kebingungan, delirium, melihat, atau mendengar hal-hal yang tidak ada (halusinasi).

  9. Kesulitan memperhatikan (attention deficit).

  10. Feses berdarah.

Hal yang perlu diingat, gejala tifus seringkali tidak spesifik. Bahkan, secara klinis tidak dapat dibedakan dari penyakit demam lainnya. Oleh sebab itu, segeralah temui doker bila mengalami gejala-gejala di atas. Apalagi bila demam tak hilang pada hari ketiga hingga kelima. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan, mungkin saja tes darah untuk membantu menegakkan diagnosisnya.

Baca juga: 4 Kebiasaan Penyebab Tifoid Alias Tipes

Selain itu, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi atau meminta saran medis mengenai penyakit tifus.

Pengobatan Gejala Tifus pada Anak

Jika salah satu gejala tifus di atas muncul, segera berikan penanganan yang tepat pada anak sebelum gejalanya semakin parah. Ada dua langkah berobat yang harus diambil, yakni secara medis dan perawatan intensif di rumah.

Untuk langkah medis, Si Kecil biasanya akan diberi obat antibiotik yang harus dihabiskan selama 1-2 minggu. Jika gejala tifus menunjukkan indikasi yang lebih parah, seperti demam 40 derajat Celsius atau diare akut, maka rawat inap kemungkinan akan dianjurkan oleh dokter.

Baca Juga: Kena Tifus, Bolehkah Tetap Beraktivitas Berat?

Bila Si Kecil sudah perbolehkan pulang, lanjutkan langkah pengobatan gejala tifus pada anak dengan cara yang lebih sederhana. Berikan air putih, jus buah, atau air kelapa untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Selain itu, perhatikan asupan makanannya sebab penyakit tifus bisa mengakibatkan kekurangan gizi pada anak.

Mau tahu lebih jauh mengenai gejala tifus pada anak dan cara mengatasinya? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Kementerian Pertanian Indonesia - Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner. Diakses pada 2020. Dampak Salmonellosis Terhadap Kesehatan, Sosial, dan Ekonomi.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
WHO. Diakses pada Januari 2020. Typhoid Fever.