27 November 2018

Kenali 5 Tanda Kanker Kelenjar Getah Bening

Kenali 5 Tanda Kanker Kelenjar Getah Bening

Halodoc, Jakarta - Setiap mendengar kata kanker, yang terlintas adalah penyakit ganas yang cepat atau lambat menyebabkan kematian. Persepsi semacam ini muncul karena sudah dikenal luas bahwa jika seseorang terkena kanker, maka sel-sel tubuhnya akan tumbuh secara abnormal dan berkembang tidak terkendali. Namun jika dideteksi dini, kanker bisa disembuhkan atau gejala yang muncul bisa diminimalisir. Tapi sayangnya banyak sekali jenis kanker yang tidak menimbulkan gejala sehingga baru terdeteksi jika masuk ke tahap yang parah, salah satunya adalah kanker kelenjar getah bening.

Beberapa jenis kanker biasanya muncul pada usia lanjut, tapi itu tidak berlaku pada kanker kelenjar getah bening. Menurut penelitian, kanker ini paling banyak dialami oleh orang usia muda. Pengidapnya rata-rata berusia 20 hingga 30 tahun. Kanker kelenjar getah bening dikenal dengan nama limfoma. Kelenjar getah bening banyak ditemukan pada tubuh manusia mulai dari area kepala hingga kaki.

Fungsi kelenjar getah bening adalah menghasilkan cairan yang mengandung sel darah putih untuk mencegah bakteri atau virus sehingga infeksi bisa dicegah. Namun karena beberapa hal, sel kanker bisa berkembang di area tersebut dan memperburuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa perawatan, infeksi jadi lebih mudah terjadi, menyebabkan komplikasi, dan bisa berakibat fatal. Hal yang wajib dilakukan adalah mengetahui gejala kanker ini sejak dini agar dapat melakukan pencegahan dan pengobatan yang tepat. Berikut ini tanda kelenjar getah bening:

1. Mudah Lelah

Apabila suatu hari dan seterusnya secara tiba-tiba kamu mudah merasa lelah dan lesu, maka ada hal yang sedang tidak beres terjadi pada tubuhmu. Salah satunya adalah kemungkinan bahwa kamu mengidap kanker kelenjar getah bening. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab hampir 90 persen penderita limfoma akan merasakan kondisi semacam ini. Namun, pada beberapa orang tingkat kelelahannya bisa berbeda, ada yang merasakan gejala yang ringan atau bahkan cukup kronis sehingga kamu harus istirahat total. Jangan menyepelekan kondisi ini, dan segera hubungi dokter.

2. Berat Badan Turun Mendadak

Berat badan yang turun memang merupakan kondisi yang banyak diidamkan mereka yang memiliki tubuh gemuk. Jika terjadi secara mendadak maka ini merupakan pertanda terdapat masalah pada kondisi kesehatanmu. Salah satunya adalah kemungkinan mengidap limfoma. Orang yang mengidap kanker kelenjar getah bening lebih banyak energi karena tubuh mencoba melawan sel-sel kanker. Biasanya berat badan berkurang sebesar 5 sampai 10 persen dalam waktu satu bulan.

3. Nyeri di Area Dada dan Punggung Bawah

Kelenjar getah bening berada pada timus, yaitu organ kecil yang berada di antara paru dan tulang dada. Nah, jika sel kanker telah menyerang area timus, maka kamu bisa saja mengalami nyeri pada area dada. Selain itu, kanker ini juga bisa menyerang limfa di area punggung bawah dan menyebabkan munculnya pembengkakan dan nyeri akibat tekanan pada saraf sumsum tulang belakang.

4. Demam, Menggigil, dan Berkeringat pada Malam Hari

Pada umumnya, tubuh yang terserang infeksi akan mengalami demam. Demam ini juga bisa menjadi pertanda kamu mengidap kanker kelenjar getah bening. Mereka yang mengalaminya akan terserang demam namun tidak terlalu tinggi disertai menggigil, merasa kedinginan, dan mengeluarkan keringat pada waktu malam.

5. Muncul Ruam dan Gatal

Ini gejala terakhir yang dirasakan pengidap kanker kelenjar getah bening. Kondisi gatal dan ruam ini terjadi karena zat sitokin yang dilepaskan oleh tubuh untuk melawan kanker akibatnya kulit terasa gatal, muncul ruam, dan lama kelamaan kulit terlihat bersisik kemerahan atau keunguan. Kondisi ini sering terjadi pada daerah lipatan kulit dan hampir mirip dengan eksim.

Itu tadi tanda terkena kanker kelenjar getah bening. Jika kamu mengalami gejala di atas, segera berbicara dengan dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur Tanya Dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: