Kenali 7 Jenis Tremor dan Perbedaannya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kenali 7 Jenis Tremor dan Perbedaannya

Halodoc, Jakarta - Memiliki kesehatan yang optimal menjadi dambaan semua orang agar kehidupannya bisa berjalan dengan baik dan berkualitas. Mengonsumsi obat secara teratur dapat menjadi tindakan yang dilakukan untuk pengobatan gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuh.

Baca juga: Tremor Saat Gugup, Wajarkah?

Namun, konsumsi obat secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan lain pada tubuh, salah satunya adalah tremor. Tremor merupakan gerakan otot yang terjadi pada tubuh secara tidak sengaja. Pada beberapa kasus, tremor dapat menjadi gejala lain dari adanya kelainan neurologis atau efek samping dari penggunaan obat jenis tertentu. Melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat dapat menghindari kondisi yang semakin memburuk.

Kondisi tremor dapat dijadikan gejala atau tanda adanya gangguan kesehatan yang cukup serius pada tubuh. Ada beragam penyebab tremor yang disesuaikan dengan jenis tremor. Sebaiknya ketahui jenis-jenis dari kondisi tremor agar dapat melakukan pengobatan sesuai dengan penyebab tremor.

1. Essential Tremor

Essential tremor adalah salah satu jenis tremor yang sering dialami. Meskipun banyak dialami, essential tremor merupakan jenis tremor yang paling stabil. Gejala awal dapat muncul pada satu sisi tubuh yang akan memengaruhi sisi lain dari tubuh. Sebagian kasus essential tremor yang terjadi disebabkan pengaruh dari riwayat keluarga atau faktor genetika. Inilah sebabnya essential tremor dikenal juga sebagai familial tremor.

2. Dystonic Tremor

Dystonic tremor lebih sering dialami oleh seseorang yang mengalami kondisi dystonia. Dystonia merupakan kondisi ketika adanya kelainan gerakan kontraksi otot tidak sadar yang menyebabkan seseorang melakukan gerakan yang abnormal secara berulang. 

3. Cerebellar Tremor

Kondisi ini merupakan gerakan tremor yang lambat dan biasanya terjadi pada lengan maupun tungkai. Gerakan tremor terjadi pada akhir kegiatan yang kamu lakukan. Kondisi ini disebabkan adanya kerusakan bagian otak yang sama dengan sisi pergerakan tremor. Cerebellar tremor rentan dialami oleh orang yang mengidap beberapa penyakit, seperti stroke atau tumor.

4. Psychogenic Tremor

Psychogenic tremor, dikenal juga dengan functional tremor. Tremor jenis ini muncul akibat gangguan psikologi dan dapat muncul sebagai kondisi gerakan secara tiba-tiba. Tremor jenis ini dapat terjadi ketika tingkat stress seseorang atau tingkat depresi seseorang sedang tinggi. Namun, ketika level stress atau depresi menurun kondisi ini akan hilang dengan sendirinya.

5. Physiologic Tremor

Tremor ini merupakan bentuk getaran yang ringan dan dapat terjadi pada siapa saja, termasuk kamu yang tidak memiliki gangguan kesehatan. Kondisi ini dapat terjadi ketika kamu mengalami tingkat kelelahan yang cukup tinggi, memiliki kadar glukosa darah yang rendah, mengonsumsi alkohol, dan emosi yang meningkat.

Baca juga: Bahayakah Tremor untuk Kesehatan?

6. Orthostatic Tremor

Kondisi tremor yang biasanya terjadi setelah kamu berdiri. Biasanya kondisi ini ditandai dengan adanya kontraksi otot pada kaki dan tubuh. Jenis tremor ini dapat menghilang ketika kamu melakukan kegiatan lain seperti duduk.

7. Parkinsonian Tremor

Umumnya, tremor jenis ini dialami oleh pengidap Parkinson. Kondisi ini lebih sering menyerang orang yang sudah memasuki usia lanjut di atas 60 tahun. Gangguan ini biasanya menyerang salah satu tungkai atau bagian tubuh tertentu dan menyebar pada bagian tubuh yang lain.

Referensi:
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Diakses pada 2019. Tremor Fact Sheet
Medicine Net. Diakses pada 2019. Tremors