04 December 2018

Kenali Fakta Mengenai Penyakit Lupus

Kenali Fakta Mengenai Penyakit Lupus

Halodoc, Jakarta - Penyakit jantung, kanker, diabetes, mungkin sudah familiar di telinga. Lalu bagaimana dengan penyakit lupus? Tahukah kamu tentang penyakit ini? Dibanding jajaran penyakit kronis lainnya, lupus merupakan penyakit yang tak kalah serius. Ia memiliki nama medis Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Di Indonesia, jumlah pengidap lupus menurut data Yayasan Lupus Indonesia adalah sekitar 12.700 jiwa pada 2012, dan meningkat menjadi 13.300 jiwa pada April 2013.

Kebanyakan pengidap lupus sangat sedikit yang menyadari keberadaan penyakitnya. Selain karena gejalanya yang sulit untuk diketahui, gejala penyakit lupus pun berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang dihasilkan serta organ yang terkena. Agar lebih jelas lagi, yuk simak beberapa fakta penyakit lupus, yang perlu diketahui, berikut ini.

1. Penyakit Autoimun

Lupus merupakan salah satu jenis penyakit autoimun, yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ penting dalam tubuh. Kondisi ini terjadi ketika ada masalah dalam sistem kekebalan tubuh, sehingga sistem yang seharusnya melindungi tubuh dari segala infeksi dan penyakit itu malah berbalik menyerang tubuh. Hal ini kemudian dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, hingga sel-sel darah.

2. Terbagi atas Berbagai Macam Jenis

Penyakit lupus terbagi atas beberapa jenis, yaitu:

  • Lupus Eritematosus Sistemik, jenis lupus paling umum yang menyerang sendi dan organ.

  • Discoid lupus, yang menyerang kulit dan dapat menyebabkan ruam di kulit tidak mau hilang.

  • Lupus akibat penggunaan obat.

  • Neonatal lupus, menyerang bayi yang baru lahir.

  • Subacute cutaneous lupus erythematosus, menyebabkan kulit yang terekspos sinar matahari terasa sakit

3. Lebih Sering Menyerang Wanita Ketimbang Pria

Penyakit ini paling sering menyerang wanita. Bahkan, wanita 10 kali berisiko mengalami lupus dibanding pria. Wanita pada rentang usia 18 hingga 45 tahun merupakan yang paling rentan terserang penyakit ini. Selain itu, wanita hamil juga akan lebih rentan terkena lupus. Jika lupus terjadi saat hamil, hati-hati, kesehatan ibu dan janin bisa saja terganggu, terlebih apabila tidak ditangani dengan cepat. Meski umum terjadi pada wanita, penyakit ini juga tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada pria dan anak-anak, serta orang-orang dari segala usia.

4. Sulit Didiagnosis

Diagnosis penyakit lupus tidak mudah dan sering terlambat, karena gejala yang timbul menyerupai gejala berbagai penyakit. Itu sebabnya, lupus dikenal sebagai penyakit yang memiliki 1.000 wajah. Ada tes laboratorium yang bisa membantu tim medis dalam mendiagnosis lupus, akan tetapi hasilnya tidak terlalu akurat. Itu sebabnya, dalam mendiagosis penyakit ini, dokter membutuhkan waktu yang lama. Diagnosis biasanya dilihat dari kombinasi gejala yang pasien alami berikut dengan riwayat kesehatan, keluarga, dan tes laboratorium.  

5. Pengobatannya Tergantung pada Jenis Gejala

Hingga saat ini pengobatan lupus tergantung pada tanda dan gejala yang ditimbulkan. Misalnya, jika didiagnosis penyebabnya adalah gangguan sistem kekebalan tubuh di bagian sendi, maka bagian itulah yang akan diobati oleh dokter. Umumnya dokter akan meresepkan golongan obat NSAID, yaitu obat anti-imflamasi non-streoid seperti ibuprofen apabila gejala yang ditimbulkan sebatas nyeri sendi, nyeri otot, kelelahan, dan ruam kulit. Namun, dokter mungkin akan meresepkan obat dengan dosisi tinggi apabila ada komplikasi yang parah pada beberapa organ. Itu sebabnya, obat tersebut juga bisa menimbulkan efek samping yang luar biasa.

6. Penyebabnya Jarang Bisa Diketahui Secara Pasti

Sama seperti gejala yang ditimbulkan, penyebab pasti penyakit lupus pun masih belum diketahui secara pasti. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa faktor gen berperan penting, itu bukanlah satu-satunya. Banyak pula penelitian yang menunjukkan bahwa sinar matahari dan obat-obatan bisa juga memicu penyakit lupus.

7. Pengidap Lupus Tetap Bisa Menjalani Hidup dengan Normal

Dengan pemantauan gejala dan penyebab yang ekstra hati-hati, serta penyesuaian pengobatan yang dilakukan secara tepat, sebagian besar pengidap lupus bisa menjalani kehidupan normal. Musuh terbesar dari penyakit ini justru datang dari dalam diri pengidapnya. Ketika pengidap kehilangan harapan, semangat, frustrasi, bahkan depresi, hal itu malah memberikan pengaruh buruk pada kesehatannya.

Itu lah sedikit penjelasan tentang penyakit lupus. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: