Kenali Gejala-Gejala Kanker Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Kenali Gejala-Gejala Kanker Kandung Kemih

Halodoc, Jakarta – Pertumbuhan sel di dalam kandung kemih yang terjadi secara tidak normal menjadi penyebab kanker kandung kemih.  Sel yang tumbuh tidak terkendali ini, kemudian membentuk sel kanker dan bisa terus berkembang, hingga menyebar ke bagian tubuh lain. Sel kanker bisa menyerang jaringan di sekitar kandung kemih, bahkan menyebar ke organ lain yang lebih jauh, seperti tulang, hati, dan paru-paru. 

Di dalam tubuh manusia, kandung kemih memiliki tugas untuk menampung urine sebelum dibuang keluar dari tubuh. Urine merupakan cairan yang dihasilkan oleh ginjal dan dibawa ke kandung kemih melalui saluran penghubung bernama ureter. Gangguan pada kandung kemih, termasuk kanker, bisa mengacaukan proses tersebut. Apa saja gejala yang sering muncul sebagai tanda kanker kemih?

Baca juga: Ini Bedanya Infeksi Saluran Kemih dan Batu Kandung Kemih

Mengenal Kanker Kandung Kemih dan Gejalanya

Secara umum, kanker kandung kemih terjadi karena ada perubahan struktur DNA alias mutasi pada sel di dalam kandung kemih. Kondisi itu kemudian menyebabkan sel yang ada di kandung kemih tumbuh secara tidak normal dan kemudian membentuk sel kanker. Meski begitu, masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab perubahan bisa terjadi pada sel di kandung kemih.

Ada beberapa pendapat yang menyebut kemungkinan perubahan ini terjadi karena ada paparan zat kimia tertentu, seperti zat karsinogen pada rokok. Orang yang aktif merokok disebut memiliki risiko hingga 4 kali lebih tinggi terserang kanker kandung kemih. Selain rokok, ada beberapa jenis zat kimia lain yang diduga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang disebut meningkatkan risiko kanker kandung kemih. 

Kanker kandung kemih disebut lebih rentan menyerang pria daripada wanita yang mengalami menopause dini, pernah menjalani pengobatan kanker usus, kemoterapi, mengidap infeksi saluran kemih, batu kandung kemih menahun, pernah menjalani operasi prostat, mengidap diabetes tipe 2, serta memiliki riwayat penyakit kanker dalam keluarga. 

Baca juga: Kenali Faktor Risiko Munculnya Gumpalan Darah di Urin

Penyakit ini sering ditandai dengan gejala berupa kesulitan saat buang air kecil, urine disertai darah, sering buang air kecil, serta nyeri saat buang air besar. Kanker kandung kemih yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain sering memicu gejala berupa nyeri panggul, nafsu makan menurun dan kehilangan berat badan, nyeri tulang, serta pembengkakan tungkai. Namun perlu diketahui, tidak semua gangguan saat berkemih atau darah pada urine pasti kanker. Segera lakukan pemeriksaan saat mengalami gejala untuk mengetahui apa penyebabnya.

Kanker kandung kemih juga dibedakan ke dalam beberapa stadium yang tergantung pada keparahan serta pengobatan yang dibutuhkan. Kanker kandung kemih dibagi menjadi 5 stadium, dimulai dari stadium 0 hingga stadium 4. Berikut ini penjelasannya: 

  • Stadium 0

Ini adalah tahap pertama dan paling ringan pada kanker kandung kemih. Pada stadium ini, kanker belum menyebar melewati lapisan kandung kemih. 

  • Stadium 1 

Pada stadium ini, kanker sudah mulai menyebar melewati lapisan kandung kemih. Meski begitu, kanker masih belum mencapai lapisan otot di kandung kemih. 

  • Stadium 2 

Pada tahap ini, kanker sudah mulai menyebar. Lapisan otot di kandung kemih menjadi bagian pertama yang diserang. 

  • Stadium 3

Memasuki stadium 3, kanker sudah menyebar ke jaringan di sekitar kandung kemih. Penanganan lebih serius mungkin dibutuhkan. 

Baca juga: 6 Jenis Kanker Paling Populer di Indonesia

  • Stadium 4

Ini adalah tahap teratas serta terparah dari kanker kandung kemih. Pada stadium 4, kanker sudah menyebar ke organ selain kandung kemih. 

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker kandung kemih dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Diseases & Conditions Bladder Cancer 
Healthline (Diakses pada 2019). Bladder Cancer 
WebMD (Diakses pada 2019). Bladder Cancer