Kenali Gejala Tubuh Mengalami Alkalosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
alkalosis, darah memiliki kandungan basa berlebihan

Halodoc, Jakarta - Alkalosis merupakan kondisi yang berkebalikan dengan asidosis. Pada pengidap alkalosis, cairan tubuh atau darah akan memiliki kandungan basa berlebih. Terjadinya kondisi ini dapat dipicu oleh hilangnya ion hidrogen, berkurangnya karbon dioksida, serta meningkatnya serum bikarbonat. Hal-hal tersebut terjadi karena respons organ penjaga keseimbangan asam basa, seperti ginjal dan paru-paru mengalami perubahan kimia. Berikut gejala tubuh ketika mengalami alkalosis.

Baca juga: Hati-Hati, Alkalosis bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Berikut Gejala Tubuh Ketika Mengalami Alkalosis

Gejala yang muncul akan berbeda-beda pada setiap pengidapnya. Pada tahap awal kemunculannya, gejala meliputi:

  • Tubuh yang terasa kaku.

  • Tremor pada tangan.

  • Mengalami mual.

  • Mengalami kedutan. Hal ini terjadi karena otot yang tegang.

  • Menjadi cepat marah.

  • Mengalami gangguan kecemasan. Hal ini akan mengakibatkan napas yang pendek, serta kesemutan pada area tubuh tertentu.

Pada sebagian pengidapnya, alkalosis dapat muncul tanpa disertai dengan adanya gejala. Namun, pada kasus yang sangat parah, gejala yang tidak segera ditangani akan menimbulkan sesak napas, bahkan penurunan kesadaran. Jika hal ini terjadi, segera temui dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Semakin cepat penanganan dilakukan, pengidap akan terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Inilah yang Harus Diwaspadai Jika Terus-terusan Cegukan 

Kenali Penyebab Alkalosis

Penyebab alkalosis dapat digolongkan berdasarkan jenisnya, yaitu:

  1. Alkalosis metabolik, yaitu alkalosis yang dipicu oleh pengeluaran asam yang terlalu banyak dan diikuti dengan peningkatan kadar basa. Kondisi ini biasanya terjadi akibat konsumsi alkohol yang berlebihan.

  2. Alkalosis respiratorik, yaitu alkalosis yang terjadi ketika kadar karbondioksida dalam darah terlalu sedikit. Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang kekurangan oksigen.

  3. Alkalosis hipokalemia, yaitu alkalosis yang terjadi ketika adanya defisiensi mineral kalium dalam tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pola makan yang tidak seimbang atau pengeluaran cairan berlebih dari dalam tubuh.

  4. Alkalosis hipokloremik, yaitu alkalosis yang terjadi ketika tubuh kehilangan cairan melalui keringat atau muntah. Hal ini akan memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh.

Penyebab akan menentukan langkah penanganan yang diambil. Sementara untuk menentukan jenis alkalosis yang dialami, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang seperti tes darah dan tes urine juga akan dilakukan untuk memastikan jenis apa yang dialami.

Baca juga: Waspada Penyakit Asidosis Respiratorik yang Menyerang Paru-Paru

Bagaimana Alkalosis Dapat Dicegah?

Sebagian besar alkalosis dapat dicegah dengan mengonsumsi cukup kalium dan air. Asupan kalium sendiri diperlukan untuk mencegah terjadinya defisiensi elektrolit dalam tubuh. Kamu dapat menemui kandungan kalium pada wortel, susu, jeruk, pisang, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Selain itu, beberapa langkah pencegahan yang dapat kamu lakukan, antara lain:

  • Saat sedang haus, hindari konsumsi minuman manis.

  • Minum 8-10 gelas air setiap hari.

  • Minum banyak air saat berolahraga dan setelah berolahraga.

  • Kurangi asupan kafein dan soda.

  • Berhenti merokok untuk mencegah kerusakan paru-paru.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Mengontrol gula darah dalam tubuh.

  • Berhenti mengonsumsi alkohol untuk menghindari penumpukan asam laktat.

Alkalosis memang tidak dapat sepenuhnya dapat dicegah. Namun, dengan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, serta menjalani pola makan sehat bergizi seimbang dapat menjauhkan kamu dari faktor pemicu terjadinya alkalosis. Jangan lupa untuk memilih makanan bergizi dengan kandungan kalium tinggi untuk mencegah terjadinya defisiensi elektrolit pada tubuh.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Alkalosis.
MSD. Diakses pada 2019. Alkalosis.