Hati-Hati, Alkalosis bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
alkalosis

Halodoc, Jakarta – Darah manusia terdiri dari asam dan basa dalam kadar yang seimbang. Kadar asam dan basa dalam darah ini bisa diukur dengan skala pH. Normalnya, tingkat keasaman darah atau pH berkisar antara 7,35 sampai 7,45. Menjaga keseimbangan antara asam dan basa sangat penting, sebab bila terjadi perubahan sedikit saja maka dapat menyebabkan masalah kesehatan. Misalnya, bila pH meningkat maka darah cenderung lebih basa. Hal ini akan menyebabkan keseimbangan mineral potasium dalam tubuh dan kalsium dalam darah menjadi terganggu. Kondisi meningkatnya kadar basa ini dikenal dengan istilah alkalosis.

Mengenal Alkalosis

Alkalosis terjadi ketika cairan tubuh atau darah memiliki kadar basa yang berlebihan. Kondisi ini merupakan kebalikan dari asidosis, yaitu meningkatnya kadar asam dalam tubuh secara berlebih. Ada dua hal yang bisa menyebabkan terjadinya alkalosis, seperti penurunan kadar karbon dioksida dalam darah yang merupakan asam dan meningkatnya kadar bikarbonat dalam darah yang merupakan basis. Perubahan kimia pada tubuh tersebut juga bisa memicu timbulnya masalah kesehatan tertentu seperti kalium rendah atau hipokalemia.

Jenis-Jenis Alkalosis

Ada empat jenis alkalosis, yaitu:

1. Alkalosis Respiratori

Alkalosis respiratori terjadi ketika kadar karbon dioksida dalam darah terlalu sedikit. Penyebabnya, antara lain hiperventilasi (yang diikuti oleh rasa cemas), mengalami demam tinggi, kekurangan oksigen, keracunan salisilat, berada di dataran tinggi, serta mengidap penyakit hati dan penyakit paru-paru. Alkalosis respiratori terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis.

2. Alkalosis Metabolik

Seseorang mengalami alkalosis metabolik bila tubuhnya kehilangan terlalu banyak asam diikuti dengan meningkatnya kadar basa terlalu banyak. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi adalah bila seseorang keseringan muntah sehingga menyebabkan kehilangan elektrolit, mengonsumsi obat diuretik, mengidap penyakit adrenal, kehilangan asupan kalium dan natrium dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, mengonsumsi obat antasida, serta efek samping dari konsumsi alkohol dan obat pencahar berlebih. Alkalosis metabolik juga ada yang bersifat akut dan kronis.

3. Alkalosis Hipokloremik

Alkalosis hipokloremik terjadi bila seseorang kehilangan klorida dalam jumlah yang signifikan. Hal ini bisa disebabkan karena muntah-muntah atau berkeringat terlalu banyak. Klorida merupakan bahan kimia penting yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Kekurangan klorida juga bisa memengaruhi keseimbangan cairan dalam sistem pencernaan.

4. Alkalosis Hipokalemia

Alkalosis hipokalemia disebabkan karena kekurangan mineral kalium di dalam tubuh. Kamu bisa mendapatkan asupan kalium dari makanan sehat. Namun, alkalosis hipokalemia  jarang disebabkan karena kurangnya mengonsumsi makanan berkalium. Kondisi ini lebih sering disebabkan oleh penyakit ginjal, keringat berlebih dan diare. Peran kalium sangat penting untuk jantung, ginjal, otot-otot, sistem saraf, dan sistem pencernaan. Kekurangan kalium dapat memengaruhi kesehatan organ-organ tersebut.

Gejala Alkalosis

Pada tahap awal, alkalosis dapat menimbulkan gejala mual, kram atau nyeri otot, tangan mengalami tremor, serta mati rasa dibagian tubuh tertentu, seperti wajah, tangan, dan kaki. Bila tidak segera diatasi, kondisi alkalosis bisa bertambah semakin parah dan menyebabkan rasa pusing, detak jantung tidak beraturan (aritmia), kesulitan bernapas, kebingungan, kesulitan memproses informasi, bahkan koma.

Cara Mengobati Alkalosis

Langkah pengobatan alkalosis tergantung dari penyebab alkalosis yang kamu alami. Namun, kamu disarankan untuk segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat bila mengalami gangguan keseimbangan pH ini. Pasalnya, perkembangan alkalosis cukup cepat dan bila ditangani dengan cara yang salah bisa berakibat fatal.

Namun sebelum mendapatkan perawatan medis, kamu juga bisa melakukan pertolongan pertama alkalosis agar tidak berkembang semakin parah. Misalnya, alkalosis yang disebabkan karena kurangnya kadar karbon dioksida (alkalosis respiratori), kamu bisa mengatur pernapasan agar tingkat karbon dioksida kembali normal. Ambillah napas yang dalam dengan lambat agar rasa cemas yang kamu rasakan bisa berkurang dan tingkat oksigen dalam tubuh kembali normal. Sementara untuk alkalosis yang disebabkan karena kekurangan kalium, kamu bisa mengonsumsi obat atau suplemen yang mengandung asupan tersebut. Beli suplemennya di Halodoc saja. Kamu enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order lewat fitur Apotik Antar dan pesananmu akan dikirim dalam satu jam.

Selain itu, mengonsumsi cairan yang cukup juga dapat membantu penyembuhan alkalosis, khususnya minuman isotonik yang mengandung elektrolit. Namun, bila kamu mengalami dehidrasi parah akibat terlalu banyak muntah, sebaiknya segera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan segera. Kebanyakan pengidap alkalosis sembuh setelah mendapatkan perawatan yang tepat.

Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: