Kenali Komplikasi yang Diakibatkan Hipertensi Pulmonal

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali Komplikasi yang Diakibatkan Hipertensi Pulmonal

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin tidak asing dengan penyakit tekanan darah tinggi atau sering disebut dengan hipertensi. Ternyata, hipertensi punya banyak jenis yang dibedakan berdasarkan organ mana yang terpengaruh. Hipertensi pulmonal adalah penyakit hipertensi yang memengaruhi arteri di paru-paru. Hipertensi pulmonal termasuk kondisi serius karena pengidapnya berisiko tinggi mengalami gagal jantung. Untuk lebih jelasnya, baca penjelasan di bawah ini. 

Baca Juga: Mitos atau Fakta Pria Lebih Berisiko Terkena Hipertensi Pulmonal

Mengenal Hipertensi Pulmonal

Hipertensi pulmonal terjadi ketika arteri kecil di paru-paru, yang disebut arteriol paru dan pembuluh darah kapiler menyempit, tersumbat atau bahkan hancur. Kondisi ini membuat darah sulit mengalir melalui paru-paru, sehingga tekanan di dalam arteri paru-paru juga meningkat. Saat tekanan darah meningkat, bilik kanan bawah jantung (ventrikel kanan) harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui paru-paru. 

Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan otot jantung melemah dan pengidapnya berisiko mengalami gagal jantung. Beberapa bentuk hipertensi paru bisa semakin memburuk dan berakibat fatal. Meskipun beberapa bentuk hipertensi pulmonal tidak dapat disembuhkan, pengobatan membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pengidapnya.

Gejala utama hipertensi pulmonal berupa sesak napas atau dispnea. Sesak napas memengaruhi kemampuan seseorang untuk berjalan, berbicara, dan menghambat aktivitas tubuh lainnya. Beberapa gejala primer lainnya adalah kelelahan, pingsan, dan pusing. Hipertensi pulmonal mungkin tidak menghasilkan gejala sama sekali sampai kondisinya mencapai tahap yang lebih parah.

Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Hipertensi Pulmonal

Gagal jantung sisi kanan atau cor pulmonale adalah komplikasi utama hipertensi pulmonal. Meningkatnya tekanan pada jantung untuk memompa darah lebih keras adalah upaya yang diperlukan jantung untuk mempertahankan aliran darah. Kondisi ini bisa menimbulkan penyakit jantung yang disebut hipertrofi ventrikel kanan.

Kerusakan pada ventrikel kanan jantung disebabkan oleh dinding arteri yang menebal. Akibatnya, jantung yang terlalu banyak bekerja membuat ventrikel menjadi lebih besar dan tekanan darah meningkat. Komplikasi ini dapat mengancam jiwa karena menyebabkan gagal jantung. 

Baca Juga: Pemeriksaan untuk Deteksi Hipertensi Pulmonal

Gagal jantung adalah penyebab utama kematian bagi pengidap hipertensi pulmonal. Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah masuknya darah ke paru-paru dan batuk darah (hemoptisis). Kedua komplikasi ini bisa berakibat fatal. Gumpalan darah dan detak jantung yang tidak teratur, adalah komplikasi lain yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal.

Kalau kamu atau orang-orang disekitarmu diduga berisiko mengalami hipertensi pulmonal, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan dini. Sebelum periksa ke dokter, kamu bisa membuat janji terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc! Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Pengobatan untuk Hipertensi Pulmonal

Pengobatan untuk hipertensi pulmonal tergantung pada penyebab yang mendasarinya, masalah kesehatan yang terjadi bersamaan, dan keparahan kondisi tersebut. Cara mengatasi hipertensi pulmonal, dokter biasanya meresepkan obat hirup untuk mengobati hipertensi pulmonal.

Adapun jenis terapi yang membantu pengidap untuk mengelola kondisinya, yaitu olahraga intensitas rendah. Terapi ini membantu meningkatkan kapasitas pengidap untuk aktivitas fisik.

Baca Juga: Hipertensi Pulmonal Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Ini

Terapi oksigen berkelanjutan mungkin diperlukan untuk membantu menjaga saturasi oksigen dalam darah, terutama di antara mereka yang memiliki penyakit paru-paru. Pada terapi oksigen, dokter memberikan oksigen tambahan dari luar tubuh. Dokter akan mengirimkan oksigen dari tangki melalui masker atau tabung oksigen di hidung dan batang tenggorokan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pulmonary hypertension.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Pulmonary hypertension.