Mitos atau Fakta Pria Lebih Berisiko Terkena Hipertensi Pulmonal

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Mitos atau Fakta Pria Lebih Berisiko Terkena Hipertensi Pulmonal

Halodoc, Jakarta - Coba tebak, berapa banyaknya pengidap hipertensi di seluruh dunia? Jangan kaget, menurut data WHO (2015), setidaknya 1,13 Miliar orang di seluruh dunia mengidap hipertensi. Angka ini hampir menyamai jumlah penduduk negara Tiongkok, negara dengan populasi terpadat di dunia. Hmm, sangat banyak bukan?

Masalah kesehatan yang satu ini memang tak asing, boleh dibilang hipertensi merupakan penyakit sejuta umat. Namun, bagaimana dengan hipertensi pulmonal? Familiar dengan penyakit ini? 

Nah, katanya pria lebih berisiko terserang hipertensi pulmonal. Kira-kira, mitos atau fakta, ya?

Baca juga: Tips Mencegah Tekanan Darah Naik Drastis 

Meradangnya Pembuluh Darah

Ketika seseorang terserang hipertensi pulmonal, maka akan terjadi peningkatan tekanan darah gegara perubahan pada sel yang melapisi arteri pulmonal. Kondisi ini bisa menyebabkan dinding arteri pulmonal menjadi lebih tebal dan kaku, serta terbentuknya jaringan yang berlebih.

Tak cuma itu saja, hipertensi pulmonal ini juga bisa menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Perubahan pada arteri pulmonal ini bisa menghambat atau menurunkan aliran darah ke pembuluh darah. Mau tahu akibatnya? 

Ujung-ujungnya hal ini bakal mempersulit darah untuk mengalir, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah pada arteri pulmonal.

Secara singkat, hipertensi pulmonal ini tejari ketika arteri kecil pada paru-paru (arteriol pulmonal) dan pembuluh kapilernya menyempit, tersumbat, atau rusak. 

Laki-Laki Lebih Rentan, Mitos atau Fakta? 

Di tahap awal, pengidap hipertensi pulmonal biasanya tak merasakan gejala. Akan tetapi, bila hipertensi pulmonal mulai memburuk, lain lagi ceritanya. Penyakit ini bisa menimbulkan gejala, seperti napas yang pendek, nyeri dada, jantung berdebar, kulit kebiruan, hingga pusing atau pingsan. 

Lantas, benarkah kondisi ini lebih dialami oleh pria?

Sebenarnya, hipertensi pulmonal bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan, bayi yang baru lahir saja bisa mengalaminya. Kondisi ini membuat jantung tak bisa mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai hipertensi pulmonal persisten pada bayi yang baru lahir.

Meski setiap orang bisa, baik pria maupun wanita bisa mengalami hipertensi pulmonal, tetapi orang tua lebih berisiko terserang hipertensi pulmonal sekunder. Sedangkan mereka yang cenderung lebih muda, berisiko terserang hipertensi pulmonal idiopatik.

Sayangnya, sampai saat ini penyebab hipertensi pulmonal belum diketahui pasti. Namun, ada dugaan kalau mutasi gen yang diturunkan, penyakit jantung bawaan, sirosis, hingga infeksi HIV bisa memicunya. 

Hal yang perlu digarisbawahi, hipertensi pulmonal ini bisa dialami oleh semua usia, dan tak dibatasi oleh jenis kelamin. Dalam kebanyakan kasus, hipertensi pulmonal diidap oleh mereka yang juga memiliki masalah pada jantung dan paru-paru.

Baca juga: Pertolongan Pertama saat Tekanan Darah Melonjak

Dengan kata lain, hipertensi pulmonal lebih berisiko dialami oleh pria hanyalah mitos belaka. 

Punya Faktor Risiko, Punya Kerentanan

Seperti penjelasan di atas, hipertensi pulmonal bisa terjadi pada setiap orang, terutama pada mereka yang punya masalah pada jantung dan paru-paru. Selain itu, ada pula beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pulmonal. Misalnya:

  • Usia dewasa muda, karena peningkatan tekanan darah pada arteri pulmonal paling sering terjadi pada dewasa muda.

  • Obesitas atau berat badan berlebih.

  • Konsumsi obat-obatan penahan nafsu makan.

  • Penyalahgunaan NAPZA, seperti kokain. 

  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat hipertensi pulmonal.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Pulmonary Hypertension.
Healthline. Diakses pada 2019. Pulmonary Hypertension: Prognosis and Life Expectancy. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Disease and Conditions. Pulmonary Hypertension.