Kenali Lebih Dekat Ilmu Gizi Klinis dalam Medis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kenali-lebih-dekat-ilmu-gizi-klinis-dalam-medis-halodoc

Halodoc, Jakarta – Banyak orang sering salah kaprah memahami istilah ahli gizi dan dokter spesialis gizi. Meskipun sama-sama merupakan tenaga ahli gizi, nyatanya wewenang dan kompetensi mereka sangat berbeda. 

Latar belakang pendidikan ahli gizi adalah Diploma III, sedangkan latar belakang pendidikan dokter spesialis gizi adalah dokter umum yang sudah menyelesaikan pendidikan S2 gizi dan menjalani pendidikan spesialisasi ilmu gizi klinik selama 6 semester. Namun, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan ilmu gizi klinis? Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini. 

Ilmu gizi klinik adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara makanan dan kandungan nutrisi di dalamnya dengan kesehatan dan penyakit-penyakit terkait gizi serta kondisi medis tertentu. Mulai dari penyakit akut maupun kronis, serta kondisi degeneratif yang biasanya disebabkan oleh proses penuaan. Ilmu gizi klinik dalam medis digunakan dalam aspek pencegahan, penyembuhan, dan pencegahan komplikasi berlanjut dari suatu penyakit.

Karena sudah mempelajari ilmu gizi klinik, dokter spesialis gizi memiliki wewenang yang lebih dari ahli gizi. Dokter spesialis gizi tidak hanya bisa merencanakan asupan nutrisi, tapi juga memberikan terapi medis lainnya terkait kondisi pengidap, misalnya meresepkan obat-obatan, suplemen, ataupun melakukan tindakan medis yang terkait gizi dan kondisi pasien.

Baca juga: Jumlah Kebutuhan Zat Gizi yang Dibutuhkan oleh Tubuh Manusia

Wewenang Klinik Dokter Spesialis Gizi

Ilmu gizi klinik yang sudah dipelajari juga memberi wewenang pada seorang dokter spesialis gizi berupa kemampuan melakukan prosedur klinis yang terkait masalah kesehatan, seperti menentukan diagnosis setelah melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis; melakukan pemeriksaan penunjang; prosedur penatalaksanaan kasus guna mencegah, menyembuhkan, dan mengantisipasi atau mengurangi risiko komplikasi penyakit; hingga melakukan tindakan medis yang darurat.

Dengan begitu, seorang dokter spesialis gizi harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang kerjanya, yaitu memberikan penatalaksanaan nutrisi, seperti:

  • Melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis.

  • Meninjau status gizi, metabolisme, dan saluran cerna.

  • Memberikan pemenuhan kebutuhan gizi dan cairan pada pengidap.

  • Memberi terapi nutrisi dan pola makan tertentu, misalnya mengatur jumlah kalori, protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan.

  • Menentukan cara pemberian nutrisi pada pasien, baik secara oral (makan seperti biasa), pemberian makanan melalui selang lambung (pipa nasogastric/NGT), maupun melalui infus.

  • Mengevaluasi status gizi dan kesehatan pengidap secara menyeluruh setelah perawatan gizi.

  • Memberikan promosi kesehatan terkait gizi dan kesehatan pada masyarakat dan pengidap sebagai upaya untuk mencegah penyakit.

Namun, dalam menangani kondisi pengidap, dokter spesialis gizi juga sering harus bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya, seperti dokter bedah dan dokter penyakit dalam. 

Baca juga: Kelihatan Sehat Tapi Kok Kurang Gizi, Kok Bisa?

Jadi, bila kamu butuh saran terkait gizi dan pola makan, baik karena mengidap kondisi medis tertentu maupun untuk perbaikan gizi dan program kesehatan yang sedang kamu jalankan, maka bisa segera menemui dokter spesialis gizi.

Kamu bisa berdiskusi ke dokter spesialis gizi atas inisiatif sendiri atau rujukan dari dokter. Misalnya, bagi pengidap kanker yang kehilangan berat badan dan nafsu makan akibat efek samping kemoterapi, biasanya akan disarankan untuk menemui dokter spesialis gizi atas rujukan dokter yang menanganinya. Orang yang mengalami obesitas juga butuh berdiskusi dengan dokter spesialis gizi untuk mengatur pola makannya demi menurunkan berat badan.

Baca juga: 5 Tips Mengatur Pola Makan untuk Anak Obesitas

Untuk melakukan pemeriksaan terkait status gizi yang kamu miliki, kamu bisa membuat janji langsung dengan dokter spesialis gizi di rumah sakit pilihan kamu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.