07 June 2019

Kenali Lebih Jauh Perbedaan antara Limfoma dan Leukemia

Kenali Lebih Jauh Perbedaan antara Limfoma dan Leukemia

Halodoc, Jakarta - Sama-sama kanker darah, limfoma dan leukimia memiliki gejala yang cukup mirip. Seperti membengkaknya kelenjar getah bening misalnya. Namun, kedua penyakit ini sebenarnya sangat berbeda, dan menyerang bagian tubuh yang tidak sama, lho. Lantas, bagaimana cara membedakan kedua jenis kanker darah ini?

Meskipun sama-sama kanker darah, penyebab keduanya tentu saja berbeda. Leukimia terjadi saat sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih yang tidak normal. Kanker ini biasanya tumbuh dengan lambat, tapi pada beberapa kasus penyakit ini juga bisa berkembang cepat.

Jika seseorang mengidap leukimia, sel darah putih mereka yang tidak normal menumpuk dan berkembang dengan cepat. Ini akhirnya membuat ruang yang sangat sedikit untuk sel-sel darah merah yang dibutuhkan tubuh untuk membawa oksigen. Jumlah sel darah merah pun lama kelamaan akan berkurang.

Baca juga: Ini Alasan Dry Cleaning Dikaitkan sebagai Penyebab Kanker Darah Ibu Ani Yudhoyono

Ada empat jenis utama leukimia, dikelompokan berdasarkan tingkat pertumbuhannya dan dimana kanker berasal dari tubuh. Jenis leukimia termasuk:

  • Leukemia mieloblastik akut

  • Leukemia mielositik kronik

  • Leukemia limfoblastik akut

  • Leukemia limfositik kronik

Berbeda dengan limfoma yang memengaruhi dan bermula dari kelenjar getah bening serta limfosit. Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih. Ada dua jenis limfosit, sel B dan sel T. Terdapat dua tipe utama limfoma, yakni:

  • Limfoma hodgkin, yang melibatkan tipe limfosit sel B yang tidak normal disebut sel Red-Sternberg. Jenis ini termasuk limfoma yang lebih jarang terjadi

  • Limfoma non-Hodgkin, yang bisa terjadi pada sel B atau sel T. Jenis limfoma ini yang akan memengaruhi gejala tiap jenisnya dan yang menentukan pilihan perawatannya.

Gejala yang Berbeda

Meskipun sama-sama kanker darah, gejala limfoma dan leukimia juga tampak berbeda. Sebagai perbandingan, gejala limfoma bervariasi tergantung pada jenisnya. Gejala limfoma hodgkin meliputi:

  • Adanya tonjolan di bawah kulit, biasanya di selangkangan, leher, atau ketiak.

  • Demam.

  • Kelelahan.

  • Keringat malam.

  • Batuk dan sulit bernapas.

  • Gatal parah.

Baca juga: Anak Mengidap Leukemia, Seberapa Besar Peluang untuk Sembuh?

Gejala limfoma non-Hodgkin meliputi:

  • Pembesaran kelenjar getah bening.

  • Perut bengkak.

  • Merasa kenyang dengan sedikit makan.

  • Demam.

  • Sesak napas.

  • Batuk.

  • Dada tertekan dan nyeri penurunan berat badan.

  • Berkeringat dan kedinginan.

Sementara itu, gejala leukimia adalah:

  • Mudah mengalami perdarahan dan kebiruan (memar).

  • Perdarahan dari hidung atau gusi.

  • Pembesaran kelenjar getah bening.

  • Sesak napas.

  • Merasa lelah.

  • Demam.

  • Kehilangan selera makan.

  • Bengkak di perut.

  • Penurunan berat badan.

  • Bintik-bintik di kulit.

  • Nyeri tulang.

  • Keringat berlebih terutama di malam hari.

Faktor Risiko yang Juga Berbeda

Selain gejala, limfoma dan leukimia juga memiliki faktor risiko yang berbeda. Berikut dijabarkan satu persatu.

1. Limfoma

Limfoma bisa terjadi pada semua usia. Limfoma non-hodgkin bisa terjadi pada hampir semua usia, sedangkan limfoma hodgkin biasanya terjadi antara usia 15-40 tahun. Faktor risikonya adalah:

  • Riwayat keluarga.

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Infeksi sebelumnya dengan virus Epstein-Barr (EBV).

  • Infeksi HIV.

Faktor risiko limfoma non-Hodgkin meliputi:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Paparan beberapa bahan kimia.

  • Infeksi Helicobacter pylori kronis.

  • Radiasi atau kemoterapi sebelumnya.

  • Penyakit autoimun.

Baca juga: Komplikasi Penyakit yang Dapat Terjadi karena Limfoma

2. Leukimia

Leukimia akut adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada anak-anak, sedangkan leukimia kronis yang sering terjadi pada orang dewasa. Siapapun memiliki peluang mengembangkan kondisi leukimia, beberapa faktor risiko nya meliputi:

  • Kelainan genetik.

  • Riwayat keluarga.

  • Paparan jenis bahan kimia tertentu.

  • Radiasi atau kemoterapi sebelumnya.

  • Merokok.

Itulah sedikit penjelasan tentang perbedaan limfoma dan leukimia. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!