Kenali Pencegahan Myasthenia Gravis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kenali Pencegahan Myasthenia Gravis yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Myasthenia gravis adalah kondisi yang terjadi akibat terputusnya saluran antara saraf dan otot. Gangguan hantaran sinyal ini disebabkan karena kondisi autoimun. Kondisi autoimun ini memengaruhi beberapa hal seperti hantaran sinyal saraf dan kelenjar timus.

Gejala utama dari kondisi ini adalah melemahnya beberapa otot terutama pada bagian wajah yang digunakan untuk mengontrol pergerakan bola  mata, ekspresi wajah, proses mengunyah, menelan serta berbicara.

Biasanya, kondisi ini terjadi pada malam hari setelah kegiatan aktivitas selama satu hari. Kondisi ini umum terjadi pada usia berapapun, namun paling sering terjadi di antara usia 40 hingga 60 tahun.

Baca juga: Otot Bisa Melemah Sebelum Masuk Usia 40an, Wanita Waspada Myasthenia Gravis

Kenali Gejala Myasthenia Gravis!

Melemahnya otot yang dikarenakan myasthenia gravis nyatanya akan bertambah parah ketika tidak diistirahatkan. Namun setelah beristirahat, biasanya, kelemahan otot ini akan hilang dan timbul secara bergantian, tergantung dengan aktivitas yang dilakukan oleh pengidap myasthenia gravis. Kondisi melemahnya otot tidak menimbulkan rasa sakit, namun pada beberapa pengidap myasthenia gravis, terasa nyeri ketika gejala muncul.

Pada pengidap myasthenia gravis biasanya mengalami kesulitan untuk membuka salah satu atau kedua kelopak mata. Selain itu, terdapat gangguan penglihatan seperti pandangan yang kabur dan ganda. Pengidap myasthenia gravis mengalami kesulitan dalam mengekspresikan wajah karena otot wajah yang sulit untuk digerakkan. Perubahan kualitas suara dan sering tersedak karena sulit mengunyah juga dialami oleh pengidap myasthenia gravis.

Pencegahan Myasthenia Gravis

Penyakit myasthenia gravis memang tidak dapat dicegah karena penyakit ini merupakan penyakit autoimun. Namun, ada langkah sederhana untuk menurunkan risiko terjadinya kekambuhan myasthenia gravis, yaitu:

  1. Memberikan waktu istirahat yang cukup untuk diri sendiri.

  2. Berhenti beraktivitas sebelum kelelahan.

  3. Menjaga kebersihan tubuh untuk menghindari infeksi.

  4. Menangani infeksi dengan baik.

  5. Menghindari suhu tubuh yang terlalu dingin atau terlalu panas.

  6. Menghindari stres berlebihan.

Baca juga: 8 Cara Mendeteksi Penyakit Myasthenia Gravis pada Anak

Komplikasi Myasthenia Gravis

Ada beberapa komplikasi yang disebabkan penyakit myasthenia gravis, yaitu di antaranya:

1. Kesulitan Bernapas. Pengidap myasthenia gravis mengalami kesulitan bernapas. Hal ini disebabkan oleh penurunan pada kinerja otot pengendali pernapasan.

2. Gangguan Autoimun Lain. Pengidap myasthenia gravis berpotensi mengalami gangguan autoimun yang lain.

3. Tumor Tinus. Pengidap myasthenia gravis memiliki tumor pada kelenjar tinusnya.

4. Krisis Myasthenia. Kondisi ini terjadi ketika otot pernapasan begitu lemah untuk berfungsi sehingga berbahaya jika tidak segera ditangani.

Terapi untuk Myasthenia Gravis

Ada beberapa tes yang akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan kondisi myasthenia gravis. Seperti pemeriksaan tes darah, pemeriksaan neurologi, uji kantong es, uji edrofonium, stimulasi saraf repetitive, elektromiografi, dan pemeriksaan MRI. Jika dipastikan kondisi kesehatannya, pengidap myasthenia gravis bisa melakukan terapi untuk menangani pelemahan otot:

1. Terapi Plasmaferesis. Proses ini mirip dengan cuci darah, namun pada terapi ini darah dialirkan pada mesin yang menyingkirkan antibodi penghalang sinyal dari saraf ke otot.

2. Terapi Imunoglobulin. Terapi ini dilakukan melalui infus untuk memasukan antibodi dalam tubuh.

Sebaiknya lakukan gaya hidup sehat agar kamu terhindar dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh autoimun. Jika kamu memiliki keluhan terhadap kesehatan tubuh, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Semua Bisa Kena Myasthenia Gravis, Hindari Faktor Risikonya